Istana di Atas Rel, Kereta Api Mewah Senilai Rp5 Triliun

Istana di Atas Rel, Kereta Api Mewah Senilai Rp5 Triliun
cnn indonesia
Editor: Dani Ramdani Yuk Piknik —Minggu, 11 Juli 2021 08:47 WIB

Terasjabar.id-- Kereta api adalah moda perjalanan klasik yang membawa berjuta kenangan. Teknologi yang makin maju membuat perjalanan kereta api sudah digunakan untuk perjalanan jarak jauh yang dimulai beberapa tahun lalu. Gaya perjalanan klasik kini mulai dihidupkan kembali jadi bagian dari tren, karena para pelancong dianggap mencari cara yang lebih ramah untuk melihat dunia. Adalah Thierry Gaugain, seorang desainer asal Prancis yang berencana membawa pengalaman perjalanan kereta api dengan konsep baru. Dilansir dari CNN, Thierry Gaugain punya konsep desain yang super mewah untuk menunjukkan kelas sosial pemiliknya. Gaugain mendesain kereta bersama desainer terkenal Philippe Strack yang sering mendesain proyek seperti kapal pesiar, salah satunya kapal Venus setinggi 80 meter milik pendiri Apple, Steve Jobs. 

Ia menamakan desainnya ini G Train. G Train digambarkan sebagai 'istana di atas rel' yang mewah. Kereta sepanjang 400 meter itu akan terbagi menjadi 14 gerbong berlapis kaca dengan teknologi canggih yang dapat buram dan transparan, tergantug setelannya. "Kereta ini dirancang untuk satu pemilik unik. Ini bukan kereta umum, atau kereta penumpang," ujar Gaugain seperti dikutip CNN Travel. Pemiliknya kelak dibayangkan Gaugain ialah seorang yang menyadari ada keunikan di kereta itu, dan mengerti bahwa pembuat tidak hanya menganggap kereta sebagai transportasi saja. "Ini tentang (makna) perjalanan, bukan seberapa cepat Anda dari titik A ke titik B," ujar Gaugain. Gaugain merasa saat ini perjalanan transportasi menjadi lebih berfokus pada kecepatan daripada perjalanan seutuhnya. Ia melihat G Train sebagai moda transportasi layaknya berada di dalam pesawat pribadi yang memiliki nilai kesenangan serupa. "Perjalanan bukan tentang kecepatan. Ini tentang meluangkan waktu karena waktu adalah satu-satunya harta yang kita miliki," ujarnya. Bukan hanya eksterior kereta yang dapat diubah dengan menekan tombol, penumpang juga dapat mengubah suasana interior kereta di bagian manapun mereka berada. Jika penumpang ingin melihat lingkungan di luar kereta, mereka dapat beralih ke mode transparan. Tetapi jika mereka ingin mendapatkan privasi, penumpang dapat mengubah kaca menjadi buram. "Kereta ini adalah sebuah panggung. Anda dapat mengubah cahaya, musim, atau kecepatan untuk mengubah hubungan Anda dengan waktu," ujar dia. Gaugain mengatakan ide itu pertama kali muncul di benaknya ketika dia masih kecil, yang kerap dibuat terpesona oleh kereta api.

Namun begitu ia belum menemukan pelanggan yang tepat, dan ia mengaku bahwa dia mungkin perlu menemukan seseorang yang 'gila' seperti dirinya, untuk membeli kereta buatannya. Kemungkinan pembangunan kereta itu akan menelan biaya US$350 juta atau senilai Rp5 triliun (kurs 14.491) dan akan memakan waktu dua tahun. "Mungkin orang yang membeli kereta akan memulai babak baru dalam hidupnya. Karena kami [wisatawan] terus-menerus terburu-buru. Kita perlu waktu untuk memperlambat perjalanan batin agar memahami ke mana kita ingin pergi," ujarnya. Desain Istana di atas rel itu punya 18 kamar tamu yang ingin menginap. Kereta mampu berjalan dengan kecepatan 160 kilometer per jam, dan akan disesuaikan untuk berjalan di jalur kereta api seluruh Amerika Serikat dan Eropa.
Gaugain telah memboyong beberapa ahli seperti pembuat kereta Swiss Stadler, produsen kaca Saint-Gobain, firma teknisi Inggris Eckersley O'Callaghan dan perusahaan keamanan Marine Guard untuk memastikan bahwa desainnya 'layak'. "Kereta api itu sangat rumit, karena tidak ada kereta api yang dapat berjalan di semua rel di seluruh dunia yang mematuhi semua sistem," katanya. G Train dapat dipecah menjadi dua jika mereka yang berada di dalam kabin memutuskan ingin pergi ke arah yang berbeda. Penumpang masuk lewat gerbang utama yang mengarah ke area utama kabin.

Pada ruang utama terdapat ruang hiburan serta area untuk tamu istimewa, ruang sosial serta ruangan yang dirancang khusus untuk resepsi. Para tamu juga memiliki akses ke taman 'rahasia', sementara terdapat sayap kereta yang dapat dilipat yang berfungsi menjadi teras terbuka. Tempat itu dapat digunakan untuk menggelar pesta, atau bahkan konser di atas kabin. Gaugain menilai kereta akan menjadi kendaraan untuk masa depan, dan apa yang diciptakan Gaugain ini nantinya merupakan perkawinan antara kemewahan dan teknologi terbaik.

FOLLOW JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)



(CNN INDONESIA)

istana rel kereta api kereta apai


Loading...