Camat Astanaanyar Minta Maaf Tak Bisa Beri Bantuan Oksigen kepada Warga yang Jalani Isoman

Camat Astanaanyar Minta Maaf Tak Bisa Beri Bantuan Oksigen kepada Warga yang Jalani Isoman
Tribun Jabar/ Tiah SM Camat Astanaanyar Kota Bandung, Syukur Sabar saat memberikan edukasi kepada warganya, Senin (9/11/2020).Warga RW 07 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, yang
Editor: Indra Teras Bandung —Sabtu, 10 Juli 2021 15:23 WIB

TERASJABAR.ID-Warga RW  07 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, yang terpapar positif covid 19 dikunjungi dan mendapat bantuan dari Camat Astanaanyar, Syukur Sabar, Sabtu (10/7/2021).

Syukur Sabar membawa langsung bantuan sembako dan vitamin kepada keluarga Euis (74) yang baru meninggal tiga hari lalu saat menjalani isolasi mandiri di rumahnya bersama dua  putrinya.

Rita sudah 11 hari menjalani isoman belum mendapat bantuan obat dari puskesmas dan belum ada pemeriksaan kembali sejak ibunya meninggal.

"Saya beli obat sendiri dan belum ada pemeriksaan jadi tidak tahu apa masih positif atau sudah negatif," ujarnya.

Rita mengaku sudah agak membaik tapi kakaknya masih demam dan agak panas.

Ketua RW 07, Sutarsa, mengatakan, semula Euis tidak positif Covid, tapi kedua putrinya terpapar virus corona.

Hingga akhirnya, Euis ikut terpapar Covid-19 karena diurus kedua putrinya. Euis akhirnya meninggal dunia.

"Jenazah di jemput oleh petugas rumah sakit dan hasil pemeriksaan positif covid," ujar Sutarsa.

Sutarsa mengatakan warganya ada 12 orang yang terpapar Covid.

Kendala yang dihadapi di wilayahnya, warga yang positif dan jalani isoman tidak mau rumahnya ditempel sedang Isoman.

Lebih parah lagi ada yang positif tapi tidak melapor.

Syukur Sabar saat memberikan bantuan minta warga yang isoman agar terus berkomunikasi dengan puskesmas atau aparat setempat melaporkan kondisi.

Menurut Syukur tidak perlu malu yang terpapar Covid rumahnya ditempel tulisan sedang isoman. Justru akan menarik kepedulian tetangga memberikan bantuan.

"Saya percaya rasa peduli warga Astanaanyar cukup tinggi. Jika melihat ada yang isoman, ketika belanja semula beli kangkung satu ikat, tergerak beli dua, satunya buat yang isoman," ujarnya.

Syukur mengatakan di Kecamatan Astanaanyar ada 100 lebih yang positif Covid-19. Hanya beberapa orang yang dirawat di rumah sakit. 

Syukur menyampaikan permintaan maaf belum bisa memberikan bantuan oksigen karena sulit didapat.

"Rumah sakit saja susah apalagi perorangan. Solusinya jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan dan banyak makan vitamin," ujar Syukur. (*)

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

Astanaanayar Oksigen Isoman


Loading...