Cerita Mistis tentang Mata Air Pantan Peninggalan Belanda di Majalengka, Ditunggui Ular Besar

Cerita Mistis tentang Mata Air Pantan Peninggalan Belanda di Majalengka, Ditunggui Ular Besar
Tribun Cirebon/Eki Yulianto Warga mandi di mata air Pantan di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Editor: Indra Hot News —Sabtu, 10 Juli 2021 14:47 WIB

 TERASJABAR.ID-Di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ada mata air Pantan yang merupakan peninggalan sejarah zaman Belanda.

Mata air yang tidak pernah menyusut itu konon sudah ada sejak tahun 1930-an, atau pada era R.M.A Suriatanudibrata (1922-1944).

R.M.A Suriatanudibrata merupakan Bupati Majalengka pada waktu itu.

Sudah berumur puluhan tahun, banyak cerita mitos atau magis yang berkembang di masyarakat.

Mulai dari adanya warga yang kesurupan, airnya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit, bahkan ada ular besar yang menunggu mata air tersebut.

Kepala Blok Legasari Kulon, Bambang Sugiyono Sutejo, mengatakan, cerita adanya sekelompok warga kesurupan pernah terjadi di sumber mata air Pantan.

Saat itu, ada sekelompok anak muda berjumlah 11 orang mencoba bermalam di area mata air dengan mendirikan tenda.

Namun, bukan cerita yang menarik yang didapat. Beberapa di antaranya diketahui kesurupan oleh makhluk tak kasat mata.

"Lalu kami warga di sini membantu para anak muda tersebut. Untungnya, tidak ada korban jiwa, karena semuanya bisa diselamatkan," ujar Bambang, Sabtu (10/7/2021).

Adanya warga yang kesurupan, jelas Bambang, dikarenakan saat dibangun pada zaman Belanda suka menggunakan tumbal.

Saat itu, banyak warga yang kehilangan anggota keluarganya akibat tumbal tersebut.

"Ini saya dengar sendiri dari orang tua saya. Saya juga pernah lagi ngeliwet di sana ada suara orang nangis di dalam bangunan itu," ucapnya.

Selain kerap memunculkan kesan horornya, mata air Pantan juga konon ada penunggunya, yakni seekor ular berukuran besar.

Namun, ular tersebut tak pernah mengganggu warga sekitar.

Masih diceritakan Bambang, munculnya mata air yang konon berasal dari Situ Sangiang yang berjarak belasan kilometer itu, membuat mata air Pantan sering didatangi oleh warga dari berbagai daerah.

Mereka sengaja datang untuk mengambil air dengan membawa wadah sendiri lalu dibawa pulang.

"Sekarang banyak (yang datang mengambil air) apalagi hari Minggu. Banyak orang dari mana saja. Orang Indramayu, Cirebon dan lain-lain. Katanya airnya dipercaya bisa dipakai obat. Katanya manjur," jelas dia.

Saat ini, Bambang menambahkan, pemerintah daerah memiliki rencana untuk membenahi mata air Pantan tersebut.

Sebab, selain berpotensi menjadi objek wisata, kedatangan para pengunjung bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Lalu, air itu pernah diteliti dibandingkan dengan air mineral itu lebih bagus air ini," katanya. (*)

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)




MENARIK UNTUK ANDA



Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Cerita Mistis tentang Mata Air Pantan Peninggalan Belanda di Majalengka, Ditunggui Ular Besar, https://jabar.tribunnews.com/2021/07/10/cerita-mistis-tentang-mata-air-pantan-peninggalan-belanda-di-majalengka-ditunggui-ular-besar?page=all.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri

Cerita Mistis Mata Air Peninggalan Belanda


Loading...