Jawa Barat dan Sulawesi Utara Diguncang Gempa Bumi, Ini yang Harus Dilakukan Saat Gempa

Jawa Barat dan Sulawesi Utara Diguncang Gempa Bumi, Ini yang Harus Dilakukan Saat Gempa
Pixabay.com Ilustrasi gempa bumi.
Editor: Indra Hot News —Sabtu, 10 Juli 2021 10:04 WIB

TERASJABAR.ID-Peristiwa gempa bumi terjadi pada Sabtu (10/7/2021) pagi ini, tepatnya pukul 07.43 WIB.

Gempa cukup besar karena berkekuatan magnitudo 6,2.

Lokasi gempa berada di titik koordinat 2,99 LU-126,63 BT.

Pusat gempa berada di laut, 12  kilometer barat daya Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

Tadi malam, Jumat (9/7/2021) pukul 19.29 WIB, gempa bumi juga menggoyang Jawa Barat.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Gempa bumi itu berkekuatan magnitudo 3,4 dan berpusat di titik koordinat 7,24 lintang selatan-107,72 bujur timur.

Tepatnya di 19 kilometer barat daya Kabupaten Garut.

Indonesia termasuk negara yang sering dilanda gempa bumi. 

Gempa bumi bisa terjadi kapan saja.

Lempeng ini selalu aktif artinya bergerak terus menerus sepanjang waktu.

Oleh sebab itu, pergerakan lempang tersebut menimbulkan gempa bumi.

Setidaknya ada delapan lempeng aktif di bumi.

Indonesia sendiri rawan gempa bumi karena terletak di atas tiga lempeng yakni lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia.

Dikutip dari Kompas.com, ada beberapa wilayah di Indonesia yang paling rawan terjadi gempa bumi.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ancaman gempa bumi tersebar di hampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia, baik kecil maupun besar.

Bengkulu, Lampng, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

pemulihan jaringan di wilayah gempa sulbar
pemulihan jaringan di wilayah gempa sulbar ()

Hanya di Kalimantan bagian barat, tengah, dan selatan, sumber gempa bumi tidak ditemukan.

Kendati demikian, masih ada guncangan yang berasal dari gempa yang bersumber di Laut Jawa dan Selat Makassar.

Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia sebaiknya mempersiapkan diri bila sewaktu-waktu terjadi gempa bumi.

Dikutip dari laman bmkg.go.id, ini tips selamat dari gempa.

Sebelum Terjadi Gempa Bumi

1. Kunci utama adalah mengenali apa yang disebut gempa bumi.

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa bumi (longsor, liquefaction dll)

- Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

2. Kenali lingkungan tempat bekerja

- Perhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempa bumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung

- Belajar melakukan P3K

- Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.

3. Persiapan rutin pada tempat Anda bekerja dan tinggal

- Perabotan (lemari, cabinet, dll) diatur menempel pada dinding (dipaku, diikat, dll) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi.

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

4. Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempa bumi adalah akibat kejatuhan material

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah

- Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa bumi terjadi (misalnya lampu dll).

5. Persiapkan alat yang harus ada di setiap tempat

- Kotak P3K

- Senter/lampu baterai

- Radio

- Makanan suplemen dan air.

Ilustrasi gempa bumi.
Ilustrasi gempa bumi. (Pixabay)

Saat Terjadi Gempa Bumi

1. Dalam Bangunan

- Bila Anda berada dalam bangunan, lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja atau benda lainnya yang bisa melindungi.

- Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan

- Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan

2. Di Area Terbuka

- Hindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll

- Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah

3. Berkendara

TONTO JUGA:


Jika Anda sedang mengendarai mobil maka keluar, turun dan menjauh dari mobil.

Sebisa mungkin hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

4. Di pantai

Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

5. Di Pegunungan

Hindari daerah yang rawan longsor.

ilustrasi longsor
ilustrasi longsor (Tribun Jabar/Eki Yulianto)

Setelah Terjadi Gempa Bumi

1. Di Dalam Ruangan

- Bila Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan dengan tertib.

- Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.

- Periksa apa ada yang terluka. Bila ada yang terluka maka lakukan P3K.

- Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

2. Periksa lingkungan sekitar Anda

- Periksa apabila terjadi kebakaran, kebocoran gas, hubungan arus pendek listrik.

- Selain itu, cek aliran dan pipa air.

- Periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan

- Matikan listrik dan tidak menyalakan api karena ditakutkan ada kebocoran gas.

3. Jangan mamasuki bangunan yang sudah terkena gempa larena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

4. Jangan berjalan di daerah sekitar gempa.

Kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

5. Mencari informasi yang valid.

BACA JUGA:PPKM Darurat Diklaim Telah Bisa Kurangi Mobilitas Warga 30 Persen

- Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan).

- Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

6. Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi

7. Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan.

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

Jawa Barat Sulawesi Utara Gempa Bumi


Loading...