Pekerja Mencoba Akhiri Hidup dengan Terjun dari Lantai 2 Saat Isolasi Mandiri, Diduga Stres

Pekerja Mencoba Akhiri Hidup dengan Terjun dari Lantai 2 Saat Isolasi Mandiri, Diduga Stres
Petugas mengevakuasi seorang pekerja yang melompat dari lantai dua saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (9/7/2021).
Editor: Indra Hot News —Sabtu, 10 Juli 2021 08:33 WIB

TERASJABAR.ID-Usaha menghilangkan nyawa sendiri dilakukan seorang pekerja yang sedang menjalani isolasi mandiri karena Covid-19. Dia melompat dari lantai 2 tempat isolasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (9/7/2021).

Pria itu diduga melompat karena frustrasi atau stres dinyatakan terpapar Covid-19.

Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Mustakim, membenarkan adanya kejadian tersebut.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Dijelaskanya, pria berinisal DY (45) melompat dari Gudang PT Borobudur Agung Perkasa di Jababeka I, Cikarang, tempatnya sehari-hari tinggal.

"Ya, benar, kejadiannya tadi pukul 10.15 WIB," kata Mustakim, pada Jumat (9/7/2021).

Menurut keterangan saksi mendengar pecahan kaca dan melihat korban sudah tergeletak, kondisi korban dalam keadaan hidup sempat meminta air minum.

Kemudian korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi.

"Saat ini korban dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan instensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi," ucapnya.

Mustakim mengungkapkan dari sejumlah keterangan, pria itu nekat lompat dari lantai dua diduga mengalami stres lantaran dinyatakan positif Covid-19, pada 7 Juli 2021.

Korban yang sehari-harinya tinggal di gudang itu harus melakukan isolasi mandiri di lokasi tersebut.

"Dari hasil PCR yang keluar pada tangal 7 Juli 2021 korban dinyatakan posistif Covid-19. Diminta isoman atas saran teman korban seusai ke klinik untuk dicek karena kondisinya sakit dan di sana dites hasilnya positif," ungkap dia.

TONTON JUGA:


Mustakim menambahkan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Dia juga telah berkoordinasi dengan puskesmas dan pihak kecamatan agar lebih ditingkatkan pengawasan terhadap warga yang sedang isoman. 

Ribuan jenazah dimakamkan di TPU Padurenan

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi mengklaim kasus kematian, suspek, maupun probable di Kota Bekasi terus meningkat setiap hari.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan sebanyak 2.300 lebih jenazah dimakamkan dengan protokol Covid-19 di TPU Padurenan.

Angka tersebut merupakan akumulasi selama pandemi Covid-19 yang terjadi di Kota Bekasi.

“Suspek, probable sama yang positif Covid-19 itu hampir 2.300-an lebih yang dimakamkan di TPU Padurenan,” kata Rahmat, belum lama ini.

Ia menyampaikan, kini lahan pemakaman yang diperuntukkan jenazah Covid-19 di Kota Bekasi telah meluas.

Sebelumnya, terlihat beberapa lokasi yang kosong di TPU Padurenan kini telah terisi penuh makam jenazah Covid-19 yang dimakamkan dengan protokol khusus.

Kata Rahmat, ia bersama pihaknya telah menyediakan lahan tambahan seluas enam hektare guna menjadi lahan pemakaman jenazah Covid-19 bila lahan yang ada telah terisi penuh.

BACA JUGA:Dua Bersaudara di Persib Bandung Beckham Putra dan Gian Zola, yang Satu Bersinar yang Lain Redup

“Jadi gini lahannya bertambah, lahan telah siap pakai, kalau lahan yang ada itu masih ada 6 hektar. Lahan yang siap pakai itu maksudnya lahan yang digali itu sudah menipis tapi kita sudah bisa menyelesaikan pematangannya,” ucapnya.

Untuk mengatasi antrean proses pemakaman jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19, Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot Bekasi) melakukan sejumlah upaya.

Diantaranya dengan menambah jumlah ambulans jenazah, menambah penggali kubur, dan menambah lokasi pemulasaran jenazah pasien Covid-19. (*)

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

Bunuh Diri Isoman Covid19


Loading...