UFC 264: Menanti Kaki-kaki Conor McGregor 'Menari'

UFC 264: Menanti Kaki-kaki Conor McGregor 'Menari'
(Steve Marcus/Getty Images)
Editor: Kian Santang Sport Style —Jumat, 9 Juli 2021 14:45 WIB

Terasjabar.id - Dustin Poirier vs Conor McGregor tersaji sebagai duel utama di UFC 264. Mampukah Conor McGregor melancarkan jurus tendangannya yang mematikan?

UFC 264 akan berlangsung pada Minggu (11/7) di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat. Duel trilogi Dustin Poirier vs Conor McGregor diprediksi bakal panas.

LIHAT JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Sebab pemenangnya, akan berhak menjadi penantang untuk memperebutkan sabuk juara kelas ringan UFC yang dipegang oleh Charles Oliviera.

Dilansir dari BT Sport, eks petarung UFC, Dan Hardy menganalisis strategi kedua petarung tersebut. Dustin Poirier bagus dalam menekan lawan, tetapi Conor McGregor merupakan tipe petarung atas yang berbahaya.

Dan Hardy memprediksi, Conor McGregor tidak akan lagi terpaku pada gaya bertarung boxing. Jurus tendangan diyakini akan jadi senjata utamanya.

"Conor McGregor punya jurus tendangan yang mematikan. Dia sudah melakukannya di banyak pertarungan sebelumnya. Serangan kakinya ampuh dan mampu bergerak dengan flamboyan," terang Dan Hardy.

Di UFC 257 pada akhir Januari kemarin (duel kali kedua antara keduanya), memang Conor McGregor terlihat begitu jarang melepas tendangan. Berbeda dengan Dustin Poirier, yang memaksimalkan tendangan betis dan mampu menentukan akhir laga.

TONTON JUGA:

Akhirnya di ronde kedua, McGregor terjatuh setelah dihantam tendangan betis berkali-kali. Total, 18 kali tendangan betis Poirier mendarat di kaki McGregor hingga di akhir laga, McGregor berjalan pincang.

Dan Hardy menyebut, Conor McGregor pernah memenangi duel rematch kontra Nate Diaz di tahun 2016 silam. Kala itu, The Notorious memakai jurus tendangan kaki yang cukup ampuh membuat Nate Diaz kewalahan.

"McGregor punya kecepatan untuk melepas tendangan. Dengan memakai tendangan, McGregor juga mampu menutup ruang dan selanjutnya melancarkan pukulan kombinasi," terangnya.

"Kini, McGregor pasti akan lebih mengantisipasi tendangan betis Poirier. McGregor harus memenangi permainan dari tengah octagon lalu memukul mundur Poirier ke pinggir jaring dan di sanalah pukulan kombinasi bisa menghabisinya," tutup Dan Hardy.


(sumber:detik.com)

UFC Informatif Viral


Loading...