Arogansi Petugas Penyekatan ke Anggota Paspampres, Kapolres Minta Maaf, Anak Buah Diperiksa Propam

Arogansi Petugas Penyekatan ke Anggota Paspampres, Kapolres Minta Maaf, Anak Buah Diperiksa Propam
Praka IG, anggota Paspampres, saat diingatkan oleh pimpinan anggota TNI yang bertugas di pos penyekatan PPKM darurat di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Rabu (7/7/2021).
Editor: Indra Hot News —Jumat, 9 Juli 2021 08:24 WIB

TERASJABAR.ID-Empat anggota Polres Metro Jakarta Barat yang arogan pada petugas Paspampres pada Rabu (7/7/2021) saat bertugas di pos penyekatan PPKM Darurat Daan Mogot, diperiksa di Propam Polda Metro Jaya.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


"Anggota saya diperiksa Propam Polda Metro Jaya, empat orang," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo dikutipd dari Tribunnews.com, Jumat (9/7/2021).

Arogansi petugas itu tampak terlihat jelas di video berdurasi 29 detik yang viral. Anggota Paspampres itu diminta menunjukan kartu identitas oleh petugas berpakaian preman namun menolak karena petugas tak berseragam.

Bahkan, anggota Paspampres yang terjebak kemacetan itu tampak seperti didorong.

"Kalau kamu Paspampres, kenapa memang?" ujar seorang polisi seperti dilihat dalam video yang beredar,"

"Iya, saya salah," ujar anggota Paspampres bernama Praka IG.

Kemudian sejumlah anggota TNI yang bertugas di penyekatan memeriksa Praka IG. "KTA-mu mana?" tanya anggota TNI.

Setelah ditunjukan, Praka IG akhirnya bisa melanjutkan perjalanan.

TONTON JUGA:

"Kita evaluasi di lapangan, penekanan untuk lebih baik dan humanis, tidak boleh sewenang-wenang. Untuk yang berpakaian preman sementara tidak kita ikutkan penyekatan agar tidak salah paham di lapangan," ujarnya.

Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Bhirawa Braja Paksa menambahkan, pihaknya sudah memeriksa anggota yang arogan tersebut.

”Berkaitan dengan video itu, kami melakukan pemeriksaan kepada anggota yang salah paham di Kalideres itu. nggak berantem. Yang di lapangan menyampaikan hal-hal yang harus disampaikan oleh anggota. Nggak ada yang berantem, salah paham aja,” ujar Kombes Bhirawa Braja Paksa.

Bhirawa mengatakan pihaknya akan mempelajari kasus tersebut. Di sisi lain, ia menekankan agar personel mengedepankan sikap humanis dalam penegakan PPKM darurat ini.

"Untuk sementara kalau kita perhatikan dari video itu kan memang sikapnya marah-marah ya anggota kita itu. Memang kan di dalam melayani masyarakat seharusnya lebih humanis, lebih sopan."

Pada malam harinya, sejumlah anggota Paspampres mendatangi Mapolres Jakarta Barat untuk menanyakan pada pimpinan soal langkah yang sudah dilakukan pada anggota tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan mengatakan masalah itu sudah selesai.

"Saya sudah meminta maaf secara langsung kepada Komandan Paspampres, permasalahan sudah selesai dan tetap sinergi TNI Polri menjaga negeri," tuturnya.

Danpaspampres Bela Anggotanya

Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto menilai pernyataan seorang anggota polisi kepada bawahannya yang hendak lewat pos penyekatan menyinggung institusi negara.

"Karena ini menyinggung institusi negara," klaimnya.

BACA JUGA:Seorang Peserta Munas Kadin VIII Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Agus memastikan pihaknya juga telah meminta keterangan dan memeriksa anggota Paspampres yang terlibat dalam cekcok tersebut.

Bahkan kata dia, Kapolres Jakarta Barat juga secara langsung telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihaknya atas sikap salah satu oknum polisi di pos penyekatan darurat itu.

"Karena ini menyinggung institusi negara," klaimnya.

Agus memastikan pihaknya juga telah meminta keterangan dan memeriksa anggota Paspampres yang terlibat dalam cekcok tersebut.

Bahkan kata dia, Kapolres Jakarta Barat juga secara langsung telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihaknya atas sikap salah satu oknum polisi di pos penyekatan darurat itu.

"Anggota saya sudah diperiksa dan Kapolres sudah datang ke Mako Paspampres meminta maaf tentang oknumnya yang bersalah," kata dia.

Agus membela anggotanya yang adu mulut saat disekat petugas PPKM Darurat di Daan Mogot, Jakarta Barat. Menurutnya, petugas jaga tak paham aturan. Ia mengingatkan pekerja di sektor esensial dan kritikal boleh tetap bekerja selama PPKM Darurat.

"Aturan PPKM Darurat belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor esensial, nonesensial, kritikal. Yang bekerja di sektor ini boleh melewati penyekatan," kata Agus.

Agus berharap kejadian serupa tak terulang lagi. Ia pun berharap TNI dan Polri menyosialisasikan aturan PPKM Darurat ke para anggota yang bertugas.

"Saya sudah koordinasi dengan Para Dansat TNI dan Polri di lapangan untuk memahami aturan tentang PPKM Darurat," ucap Agus.

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)


Arogansi Anggota Paspampres kapolres


Loading...