Sri Mulyani Beberkan Ramalan Dampak PPKM Darurat ke Ekonomi

Sri Mulyani Beberkan Ramalan Dampak PPKM Darurat ke Ekonomi
Foto: Tim Infografis/M Fakhry Arrizal
Editor: Kian Santang Hot News —Kamis, 8 Juli 2021 14:30 WIB

Terasjabar.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap pertumbuhan ekonomi RI tergantung seberapa dalam pengaruh pembatasan yang berlangsung yakni PPKM Darurat. Ada dua skenario yang disebutkan yaitu skenario berat dan moderat.

Namun untuk kuartal II-2021 yang telah berakhir, ia memprediksi pertumbuhan ekonomi akan menyentuh angka 7%.

LIHAT JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


"Dalam skenario yang relatif optimis untuk kuartal kedua dengan semua indikator yang terlihat di bulan April, Mei hingga Juni pertengahan, kita sebetulnya optimis pertumbuhan kita bisa di atas 7% dan kita berharap pada minggu ke 3 dan 4 Juni tidak mempengaruhi sehingga mungkin masih akan bertahan di atas 7%," katanya, webinar Mid Year Economic Outlook, dikutip Kamis (8/7/2021).

Sementara, untuk di kuartal III dan kuartal IV, Sri Mulyani menjelaskan dalam skenario pertama yakni skenario berat pertumbuhan ekonomi bisa turun ke angka 4%. Hal itu disebabkan jika pengetatan mobilitas mencapai 30-50% dan berlangsung hingga Agustus, seperti yang disampaikan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

"Skenario yang berat dimana kita harus melakukan penurunan mobilitas hingga sampai 50% dan lamanya sampai bulan Agustus dan normalisasi baru terjadi kita bisa turun pada pertumbuhan 4 sampai 4,6% di kuartal 3 dan 4," ujarnya.

Kemudian, skenario moderat pemulihan ekonomi bisa dilakukan di bulan Agustus. Maka pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa menguat ke angka 5%.

TONTON JUGA:

Skenario yang berat dimana kita harus melakukan penurunan mobilitas hingga sampai 50% dan lamanya sampai bulan Agustus dan normalisasi baru terjadi kita bisa turun pada pertumbuhan 4 sampai 4,6% di kuartal 3 dan 4," ujarnya.

Kemudian, skenario moderat pemulihan ekonomi bisa dilakukan di bulan Agustus. Maka pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa menguat ke angka 5%.

Dengan dua skenario tersebut maka, Sri Mulyani memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia berada di kisaran 3,7% sampai 4,5%.

BACA JUGA: Penjelasan BMKG Tentang Penyebab Suhu Udara Malam Hari di Pulau Jawa Kini Lebih Dingin

"Oleh karena itu kita harus bekerja sama, kita tidak mungkin masing-masing, pemerintah pun antar lembaga dan juga dengan melibatkan masyarakat," pungkasnya


(sumber:detik.com)

Corona Covid 19 PPKM


Loading...