Kasus Aktif COVID DKI 100 Ribu, Ini Skenario yang Pernah Dipaparkan Anies

Kasus Aktif COVID DKI 100 Ribu, Ini Skenario yang Pernah Dipaparkan Anies
Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Editor: Kian Santang Hot News —Kamis, 8 Juli 2021 11:13 WIB

Terasjabar.id - Jumlah kasus aktif Corona di Jakarta sudah menembus angka 100 ribu. Kasus aktif di atas 100 ribu ini lebih cepat sehari dari prediksi Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Jumlah kasus aktif di Jakarta naik 5.478 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini 100.062 (orang yang masih dirawat/isolasi)," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia melalui keterangan tertulis, Rabu (7/7/2021).

Pemprov DKI sudah menyiapkan langkah antisipasi terkait ini. Skenario Gubernur DKI Anies Baswedan juga perlahan mulai berjalan.

Terkait skenario darurat Pemprov DKI ini sempat dipaparkan Anies dalam rakor PPKM darurat yang dipimpin oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa (29/6/2021). Poin-poin itu tercantum dalam slide resmi Pemprov DKI Jakarta yang berjudul 'Situasi Penanganan Pandemi COVID-19 DKI Jakarta'.

Setidaknya ada enam poin yang dipaparkan Anies untuk mengantisipasi 100 ribu kasus aktif Corona di Jakarta. Berikut rinciannya:

1. RS kelas A dikhususkan sepenuhnya untuk ICU COVID-19.
2. RSDC Wisma Atlet dikhususkan untuk penanganan pasien dengan gejala sedang-berat.
3. Rusun diubah menjadi fasilitas isolasi terkendali untuk pasien dengan gejala ringan.
4. Mengubah stadion indoor dan gedung-gedung konvensi besar menjadi rumah sakit darurat penanganan kasus darurat kritis, diusulkan untuk dalam satu manajemen RSDC Wisma Atlet.
5. Memastikan kebutuhan tenaga kesehatan terpenuhi termasuk penambahan tenaga kesehatan dari luar DKI Jakarta.
6. Memastikan ketersediaan oksigen, APD, alat kesehatan dan obat-obatan

TONTON JUGA:

Satu per satu skenario itu mulai diterapkan. RSDC Wisma Atlet sudah mulai menyaring pasien yang dirawat.

"Sekarang kami saya menyampaikan Tower 6 yang tadinya hanya yang berat sekarang kita tambah Tower 5 dengan Tower 7 untuk mengerjakan yang berat, yang setengah berat di Tower 4, yang tadinya OTG sekarang berat semua. Artinya, yang berat makin banyak. Yuk, kita segera vaksin dan batasi mobilitas," ucap Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, Selasa (6/7/2021).

Adapun sejumlah rusun di Jakarta yang ditambah sebagai lokasi isolasi OTG Corona. DKI telah menyiapkan Rusun Nagrak Cilincing dengan kapasitas 2.550 orang. Kemudian Rusun Pasar Rumput Manggarai dengan kapasitas 3.968 orang.

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan dua rusun untuk tempat isolasi pasien COVID-19 tak bergejala. Dua rusun itu ialah rusun Daan Mogot, Jakarta Barat, dan Pulogebang, Jakarta Timur. Selain itu, seluruh kantor Wali Kota di Jakarta juga sudah disiapkan untuk menjadi tempat isolasi pasien Corona.

"Kami sudah meninjau rumah susun Daan Mogot kemudian juga rumah susun di Pulogebang dan beberapa rusun lain," kata Sekda DKI Jakarta Marullah Matali.

"Sekarang sedang menginventarisir beberapa tempat yang bisa digunakan untuk menjadi tempat isolasi mandiri pasien COVID-19," jelasnya.

Selanjutnya, kebutuhan oksigen juga terus ditambah. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan oksigen yang biasa dipakai untuk industri dialihkan 100 persen untuk penanganan medis.

"Tadi itu termasuk bahan yang dibahas Pak Menko, untuk penambahan pasokan dari oksigen yang biasa dipakai untuk industri, sekarang 100 persen untuk medis," kata Anies Baswedan kepada wartawan, Senin (5/7/2021).

Anies mengatakan upaya ini dilakukan demi mengatasi lonjakan kasus Corona yang semakin tinggi.

"Untuk beberapa ke depan akan ke situ. Harapannya bisa memenuhi kebutuhan karena lonjakannya tinggi sekali," ujarnya.

(sumber:detik.com)

corona covid indonesia kesehatan


Loading...