Persib Bandung Setuju Liga 1 2021 Dimulai Akhir Agustus, Ternyata Ini Alasan Manajemen

Persib Bandung Setuju Liga 1 2021 Dimulai Akhir Agustus, Ternyata Ini Alasan Manajemen
Latihan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (9/6/2021). Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, mengatakan, usulan untuk memundurkan jadwal kick off Liga 1
Editor: Indra Hot Persib —Kamis, 8 Juli 2021 09:24 WIB

TERASJABAAR.ID-Manajemen Persib Bandung akhirnya buka suara tentang rencana PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk memundurkan kick off Liga 1 2021 menjadi akhir Agustus.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, mengatakan, usulan untuk memundurkan jadwal kick off Liga 1 menjadi akhir Agustus adalah benar.

LIHAT JUGA:





View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


"Itu di meeting Jumat lalu, klub-klub usul bahwa kick off dilakukan 2-4 minggu setelah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)," ujar Teddy saat dihubungi awak media, Rabu (7/7/2021).

Teddy mengungkapkan, pihak Persib Bandung mendukung usulan untuk memindahkan kick off Liga 1 yang semula akhir Juli menjadi akhir Agustus.

"Kami mendukung bahwa kick off mulai antara 2-4 minggu setelah PPKM," katanya.

Saat ini, Persib tengah diliburkan dari latihan bersama selama masa PPKM Darurat, 3 Juli-20 Juli 2021.

Semua aktivitas latihan dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing.

Hal ini dilakukan guna mendukung langkah pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus corona yang sedang sangat tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Oleh sebab itu, kata Teddy, Persib sangat mendukung apabila kompetisi Liga 1 2021 dilaksanakan 2 minggu sampai 1 bulan setelah masa PPKM.

Jika digelar akhir Juli, praktis persiapan tim menjadi sangat tidak ideal untuk menghadapi kompetisi yang ketat dan keras.

"Tim, kan, perlu latihan lagi karena selama PPKM kan tidak bisa berlatih secara tim" katanya.

TONTON JUGA:

Arema Menolak

Rencana PT Liga Indonesia Baru (LIB) memundurkan kick-off Liga 1 2021 menjadi Agustus 2021 mendapat penolakan sejumlah klub peserta.

Satu di antara yang keberatan adalah Arema FC.

Manajemen Arema FC menilai, kembali mundurnya jadwal kompetisi menimbulkan dampak negatif bagi klub.

Seperti diketahui, jadwal kick-off Liga 1 2021 kembali diundur.

PT LIB kini berencana memulai Liga 1 pada 20 Agustus 2021.

Sebelumnya, PT LIB berniat memulai Liga 1 pada 20 Juli usai PPKM Darurat.

Namun, rencana tersebut akhirnya direvisi setelah PT LIB menggelar rapat dengan klub.

Rencana ini rupanya mendapat respons negatif dari manajemen Arema FC.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, menilai kompetisi harusnya bisa segera bergulir setelah PPKM Darurat berakhir.

"Menanggapi pernyataan LIB terkait kompetisi baru akan digelar 20 Agustus, kami Arema FC sebenarnya secara prinsip berusaha memberikan masukan dan saran agar kompetisi ini harus segera bergulir."

"Karena sudah mengalami beberapa kali kemunduran," kata Sudarmaji dikutip dari Tribun Jatim, Selasa (6/7/2021).

BACA JUGA:Dokter Novilia Sjafri Bachtiar, Pejuang Vaksin yang Meninggal karena Covid-19

Sudarmaji menyebut mundurnya jadwal kick-off memberikan dampak negatif untuk klub.

Salah satunya adalah permasalahan kontrak antara manajemen klub dengan pemain.

Menurut Sudarmaji, rata-rata kontrak pemain Arema FC musim ini berdurasi 10 bulan.

Hal ini sesuai dengan jadwal kompetisi yang sebelumnya telah diberikan.

"Arema FC sendiri sebagian besar sudah melakukan kontrak dengan pemain, ada yang di bulan Februari-Maret, untuk pemain asing kontrak bulan Juni-Juli," tutur Sudarmaji.

"Rata-rata kontrak yang kami buat berlaku sepuluh bulan atau mengikuti masa kompetisi," imbuhnya.

Sudarmaji mengaku bahwa usulan ini sejatinya sudah disampaikan kepada PT LIB saat manager meeting.

"Untuk itu saat manager meeting kemarin, kami mengusulkan agar kompetisi tetap berakhir pada bulan Maret 2022," ungkap Sudarmaji.

"Sebagai jalan tengah, kompetisi tidak digelar satu bulan setelah PPKM, tapi paling tidak 15 hari atau 20 hari setelah PPKM."

"Ini untuk menghindari di kemudian hari sengketa dengan pemain terkait masa kontrak. Artinya sengketa antara pemain dan klub, terkait perpanjangan kontrak, khususnya pemain asing," katanya. (*)

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

Persib Bandung Liga1 Teddy Tjahjono


Loading...