Kasus Corona RI Rekor Terus, Saham Emiten RS Laris Diborong!

Kasus Corona RI Rekor Terus, Saham Emiten RS Laris Diborong!
cnbc indonesia
Editor: Dani Ramdani Hot News —Rabu, 7 Juli 2021 11:38 WIB

Terasjabar.id - Saham emiten pengelola rumah sakit (RS) dan laboratorium klinik cenderung menguat pada awal perdagangan pagi ini, Rabu (7/7/2021)

Para investor cenderung mengoleksi saham RS di tengah melonjaknya kasus harian Covid-19 di Indonesia yang beberapa kali mencetak rekor kasus tertinggi sejak awal Juni lalu.

  1. Bundamedik (BHMS), saham +25,00%, ke Rp 530, transaksi Rp 945 juta

  2. Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ), +18,54%, ke Rp 505, transaksi Rp 3 M

  3. Royal Prima (PRIM), +18,00%, ke Rp 590, transaksi Rp 13 M

  4. Prodia Widyahusada (PRDA), +2,95%, ke Rp 6.975, transaksi Rp 46 M

  5. Diagnos Laboratorium Utama (DGNS), +2,27%, ke Rp 1.350, transaksi Rp 8 M

  6. Metro Healthcare Indonesia (CARE), +0,55%, ke Rp 364, transaksi Rp 860 juta

  7. Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA), 0,00%, ke Rp 2.750, transaksi Rp 5 M

  8. Medikaloka Hermina (HEAL), -0,42%, ke Rp 5.950, transaksi Rp 653 juta

  9. Sarana Meditama Metropolitan (SAME), -0,66%, ke Rp 750, transaksi Rp 6 M

  10. Siloam International Hospitals (SILO), -1,39%, ke Rp 8.875, transaksi Rp 250 juta.


Mengacu pada data di atas, saham emiten pengelola RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Margonda, BMHS, menjadi yang paling melesat dengan menyentuh auto rejection atas (ARA) 25,00% ke Rp 530/saham, melanjutkan penguatan saat ditutup ARA 24,71% pada Selasa (6/7) kemarin.

Asal tahu saja, saham BMHS baru melantai (listing) di bursa pada Selasa kemarin, dengan harga initial public offering (IPO) Rp 340/saham.

Di posisi kedua, saham emiten pengelola RS Mayapada SRAJ yang melejit 18,54% ke Rp 498/saham. Dua hari lalu saham ini berhasil menembus ARA 24,82% dan 24,56%. Alhasil, dalam sepekan saham SRAJ terbang 99,19%, sementara dalam sebulan membumbung tinggi 201,22%.

Di tempat ketiga, saham pemilik RS Royal Prima PRIM terkerek 18,00% ke Rp 590/saham dengan nilai transaksi Rp 13 miliar, melanjutkan reli penguatan sejak 2 hari lalu. Dalam sepekan saham ini 'terbang' 101,99%.

Sementara, saham pengelola RS Hermina HEAL dan pengelola RS Omni Hospitals SAME turun masing-masing 0,42% dan 0,66%. Demikian pula dengan saham pemilik RS Siloam SILO yang tergerus 1,39% ke Rp 8.875/saham.

Pemerintah kembali mengumumkan pertambahan kasus Covid-19 yang pada Selasa (6/7) kemarin kembali mencetak rekor tertinggi, yakni 31.189 kasus dalam sehari. Rekor ini memecahkan rekor yang tercipta sehari sebelumnya, yakni 29.745 kasus.

Dengan pertambahan kasus tersebut maka total konfirmasi positif sejak pandemi hingga Selasa menembus 2.345.018 kasus.

Kabar baiknya, ada 15.863 pasien sembuh pada Selasa sehingga total menjadi 1.958.553 orang. Adapun kasus kematian bertambah 728 orang sehingga total menjadi 61.686 orang. Ini merupakan rekor tertinggi kasus kematian Covid-19 di Indonesia dalam sehari.

Dengan data tersebut maka kasus aktif Covid-19 per Selasa terus meningkat. Kasus aktif merupakan pasien Covid-19 yang saat ini masih menjalani perawatan maupun isolasi mandiri.

Sebelumnya, Pemerintah telah menyiapkan skenario terburuk dari pandemi covid-19 yang dialami Indonesia. Bahkan jika kasus positif melonjak sampai 70 ribu per hari.

Demikianlah disampaikan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (7/6/2021)

"Kita sudah hitung worst case, lebih dari 40 ribu gimana supply oksigen, obat, RS semua sudah kami hitung," tegas Luhut.

Sebagai antisipasi, pemerintah akan menyiapkan Asrama Haji di Pondok Gede pasien covid-19 yang tidak tertampung di beberapa rumah sakit besar seperti RS Wisma Atlet.

Asrama Haji dalam kondisi layak dan sudah dicek langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Luhut mengatakan kapasitasnya bisa untuk 800 pasien.

"Menkes sudah siapkan ICU misalnya RS Asrama Haji di Pondok gede," terangnya. TNI Polri juga dioptimalkan dengan mendirikan RS Darurat, khususnya wilayah Jakarta dan Surabaya.

Luhut juga memastikan ketersediaan oksigen dalam situasi terburuk seperti tambahan kasus yang mencapai 70 ribu per hari. Begitu juga dengan ketersediaan obat-obatan dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Oksigen sampai hari ini (Selasa) sudah kami hitung sudah dibuat skenario oleh tim, sudah bisa sampai 50 ribu bahkan paling jelek kita sudah bikin sampai 60-70 ribu kasus per hari. Tapi kita nggak berharap itu terjadi," paparnya.

FOLLOW JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)



(CNBC INDONESIA)

Covid covid19 list corona


Loading...