Tak Ada Oksigen di Rumah, Pakai Teknik Proning untuk Pasien Covid-19 Alami Sesak Nafas Saat Isoman

Tak Ada Oksigen di Rumah, Pakai Teknik Proning untuk Pasien Covid-19 Alami Sesak Nafas Saat Isoman
Pulse Oximeter atau Oksimeter, pengukur kadar oksigen dalam darah.
Editor: Indra Hot News —Rabu, 7 Juli 2021 10:07 WIB

TERASJABAR.ID-Pasien Covid-19 yang isolasi mandiri diri (isoman) di rumah harus memiliki oxymeter selama menjalani isoman.

Di tengah lonjakan kasus Covid-19, ruang perawatan pasien jadi penuh sehingga banyak pasien Covid-19 yang isoman di rumah, termasuk bagi pasien Covid-19 dengan gejala sedang. Salah satu yang diraskan yakni sesak nafas.

Oxymeter ukurannya kecil. Penggunannya dengan dijepitkan ke salah satu jari tangan. Setelah itu, oxymeter akan menghitung suplai oksigen ke dalam darah.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Bagi orang sehat, suplai oksigen ke dalam darah mencapai 98 sampai 100%. Angka itu akan terdeteksi di alat oxymeter. Karena itu jika terinfeksi Covid-19, sangat penting memiliki oksimetri di rumah.

Jika saturasi oksigen berdasarkan oxymeter menunjukan angka di bawah 95 persen bahkan di bawah 90 persen, maka harus mendapat pertolongan pertama ke rumah sakit.

Rumah Sakit Penuh dan Oksigen Langka

Hanya saja, saat ini, kondisi rumah sakit penuh. Pasien Covid-19 bergejala tidak jarang harus isolasi mandiri di rumah. Untuk mengantisipasi sesak nafas tiba-tiba pertolongan pertamanya memerlukan bantuan suplai oksigen medis. Namun oksigen medis pun saat ini langka.

"Itu sebabnya telemedicine sekarang akan menjadi program yang digulirkan RK (Ridwan Kamil) untuk penduduk Jabar. Sesak nafas merupakan keluhan subyektif, harus dinilai secara obyektif. Petugas medis paramedis menentukan urgensi oksigen untuk setiap keluhan sesak nafas," kata Epidemiolog Universitas Islam Bandung (Unisba), dr. Fajar Awalia Yulianto, saat dihubungi Tribun via ponselnya pada Senin (5/7/2021).

TONTON JUGA:

Tapi jika merujuk pada tingkat saturasi oksigen normal manusia dewasa yakni di atas 95 persen, bagaimana jika pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah tiba-tiba sesak nafas dengan saturasi di bawah 90 persen berdasarkan alat ukur oxymeter. Hal itu kata dia, belum tentu perlu oksigen.

"Masih ada teknik proning untuk menunggu oksigen datang," katanya.

Teknik Proning

Proning merupakan teknik yang membantu paru-paru mengalirkan oksigen ke seleuruh tubuh. Saat mau memulai teknik proning, posisikan tubuh dalam kondisi berbaring,posisi tengkurap di permukaan datar seperti tempat tidur selama 30 menit hingga 2 jam.

Kemudian ganti posisi dengan berbaring menghadap kanan dengan durasi yang sama. Lalu, ganti posisi duduk dengan posisi 30 hingga 60 derajat. Setelah duduk, lakukan posisi berbaring menghadap kiri dengan durasi yang sama.

BACA JUGA:DKI Jakarta Buka 434 Formasi CPNS 2021, Cek Jadwal Pendaftarannya

Lalu, ganti ke posisi semi tengkurap. Lakukan semua posisi tadi dengan masing-masing berdutrasi 30 menit hingga 2 jam.

Dengan penjelasannya itu, dr Fajar Awalia Yulianto menerangkan, tidak semua pasien covid-19 memerlukan oksigen medis. Kecuali ada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Dengan kelangkaan oksigen saat ini, pasien Covid-19 gejala berat dan kritis yang menjalani perawatan di rumah sakit berhak mendapat prioritas.

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

Kelangkaan Oksigen Teknik Porning Isoman


Loading...