VIRAL ! Ngaku Keponakan Jendral Polisi, Remaja ini Tidak Patuhi Prokes di Tempat Umum

VIRAL ! Ngaku Keponakan Jendral Polisi, Remaja ini Tidak Patuhi Prokes di Tempat Umum
Instagram Undercover.id
Editor: Malda Teras Viral —Selasa, 6 Juli 2021 13:49 WIB

Terasjabar.id - Video seorang anak baru gede (ABG) mengaku keponakan jenderal saat terjaring razia protokol kesehatan viral.

Rekaman tersebut dibagikan ulang oleh sejumlah akun di media sosial.

Seperti yang diunggah di akun Instagram @undercover.id.

Di awal video terlihat sejumlah petugas gabungan menjaring seorang ABG.

Ia diketahui tidak memakai masker saat berada di tempat umum.

Padahal saat ini sedang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.


Perdebatan kemudian terjadi antara petugas dengan ABG berjaket itu.

Ia terus berusaha mencari alasan dan tidak mau disalahkan karena tidak memakai masker saat PPKM Darurat.

Bahkan ia mengaku sebagai keponakan seorang jenderal polisi yang bertugas di Mabes Polri.

Petugas kemudian bertanya.

"Siap saudara kamu, pangkatnya?" tanyanya.

"Bintang dua, Korlantas," jawab si remaja.

Tidak diketahui secara pasti akhir dari video tersebut.

Namun hingga Selasa (6/7/2021), video sudah ditonton lebih dari 13 ribu kali dan menuai komentar beragam dari warganet.


Kata Petugas

Belakangan diketahui, lokasi pengambilan video berada di Jalan Maruga, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (5/7/2021).

Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol PP Tangsel, Sapta Mulyana membenarkan kejadian di atas.

Ia kemudian membeberkan kronologinya.

Sapta membeberkan, awalnya ABG yang tidak diketahui identitasnya itu kedapatan tidak memakai masker.

Kemudian petugas gabungan menghentikannya saat berada di di kawasan Bundaran Maruga, Ciputat.

"Kita lagi patroli, dia lewat karena kita razia masker terkait PPKM Darurat. Dia ngaku orang saudara omnya di Mabes," ujar Sapta dikutip dari TribunJakarta.com.


Kemudian saat ABG itu mengaku ponakan jenderal polisi, Sapta justru memberikan nasihatnya.

Sosok bintang dua yang disebutkan si remaja akan kecewa melihat keponakannya pelanggaran protokol kesehatan.

Bahkan merasa malu dengan perbuatan melawan petugas lantaran tidak memakai masker.

"Pelanggar biasa kalau dapat sanksi kan dia merasa punya backing, makanya saya bilang justru ini aturan yang bikin para jenderal atasan dari pusat."

"Anda memamerkan backing-backing ini kan kita perintah presiden untuk mengatasi masalah ini," kata Sapta.

Kemudian, Sapta memberikan sanksi sosial dengan menyuruh si remaja push up sebanyak 50 kali atas pelanggarannya terhadap protokol kesehatan di tengah penerapan PPKM Darurat.

"Tetap saya suruh push up 50 kali, dia mau. Kalau enggak mau berarti melawan, dia minta maaf," kata Sapta.

(Tribunnews.com/Endra Kurnaiwan)(TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir)

Viral Remaja polisi Razia Protokol Kesehatan


Loading...