Vaksinasi Massal Hasilkan Limbah Infeksius, Begini Penanganannya Selasa

Vaksinasi Massal Hasilkan Limbah Infeksius, Begini Penanganannya Selasa
vaksinasi massal ternyata menghasilkan limbah yang tidak sedikit. Selama pandemi ini di Jawa Barat, PT Jasa Medivest sebagai BUMD Jabar pun terus berusaha melayani pengelolaan limbah medis tersebut.
Editor: Indra Teras Bandung —Selasa, 6 Juli 2021 11:28 WIB

TERASJABAR.ID-Tidak hanya upaya perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit, vaksinasi massal pun ternyata menghasilkan limbah yang tidak sedikit.

Selama pandemi ini di Jawa Barat, PT Jasa Medivest sebagai BUMD Jabar pun terus berusaha melayani pengelolaan limbah medis tersebut.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Dalam kesempatan itu, Itenas kembali menyelenggarakan vaksinasi massal selama tiga hari bagi 5.000 warga ber-KTP Kota Bandung.

Vaksinasi di Bale Dayang Sumbi Gedung Serbaguna Itenas tersebut, pendaftaran vaksinasinya telah dimulai sejak 24 Juni 2021, dioptimalkan secara online melalui situs vaksinitenas.itenas.ac.id.

Sampai hari penutupan tanggal 30 Juni 2021, tercatat lebih dari 5.200 peserta telah mendaftar untuk mengikuti vaksinasi. Jumlah tersebut terdiri dari mahasiswa Itenas, termasuk mahasiswa baru angkatan 2021, serta masyarakat umum dengan prioritas usia pra-lansia.

TONTON JUGA:

“Pada saat pelaksanaan vaksinasi, agar tidak terciptanya kerumunan, maka Panitia membagi peserta ke dalam tujuh sesi setiap harinya. Tiap-tiap peserta akan mendapatkan informasi mengenai hari dan sesi melalui whatsapp dan dapat dilihat pada situs resmi, hanya dengan memasukkan NIK,” kata Ketua Panitia Gebyar 5.000 Vaksin Itenas, Dwi Aryanta, melalui siaran digital, Selasa (6/7/2021).

Selaku entitas perusahaan anak BUMD Jawa Barat, Jasa Medivest pun berfokus pada pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3 berkategori infeksius, di era pandemi ini misalnya ada juga limbah Covid-19 dan limbah vaksinasi.

Limbah vaksinasi terdiri dari spuit dan jarum, sisa vaksin, botol vaksin/ampul/vial, swab alcohol, masker, sarung tangan dan alat pelindung diri menjadi tantangan agar dapat dikelola secara baik, benar dan aman, agar tidak mengakibatkan dampak pencemaran lanjutan, baik terhadap manusia, ekosistem lainnya, terutama lingkungan

“Sentra vaksinasi membutuhkan tata kelola limbah vaksin yang mumpuni, sehingga limbah tidak berdampak pada kehidupan manusia dan lingkungan. Kami terus mengedepankan peran aktifnya untuk terlibat langsung dalam mewujudkan komitmen pemerintah, khususnya dalam upaya menanggulangi limbah berkategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Infeksius secara ramah lingkungan,” kata Olivia Allan, Direktur PT Jasa Medivest.

Ia mengatakan mendukung gelaran vaksinasi massal dengan standar pengelolaan limbah B3 Infeksius yang baik, aman, dan berkualitas.

Misalnya, Fasilitasi wadah limbah vaksinasi, jadi catatan penting agar tetap mengedepankan prinsip keselamatan bagi para pelaku teknis.

BACA JUGA:Toko Mainan Hingga Toko Pakaian Langsung Disegel Lantaran Nekat Buka Saat PPKM Darurat di Cirebon

      Pada helatan
vaksinasi massal
    kali ini, Jasa Medivest turut mendukung dengan ketersediaan safety box dan plastik limbah infeksius
      berwarna kuning sebagai wadah limbah vaksinnya.

Wadah tersebut bisa langsung dimasukkan kedalam sejumlah wheeled bin atau wadah beroda yang telah disediakan pada area vaksinasi.

Hal ini merupakan standar prosedur yang berfungsi agar mengurangi risiko sentuhan fisik bagi para tenaga kesehatan yang bertugas.

Tiap harinya, selepas acara, para petugas ber-APD lengkap akan melakukan disinfeksi kemudian mengangkut wadah limbah vaksin tersebut dari sejumlah bilik vaksin yang tersedia, kedalam armada berizin milik PT Jasa Medivest, untuk segera dimusnahkan di plant dawuan, kawasan pengolahan limbah B3 Infeksius berteknologi ramah lingkungan.

Sejak Mei 2021, BUMD Jabar ini mendapat tambahan lima unit armada berizin sehingga total 12 armada berizin PT Jasa Medivest hilir mudik mengangkut limbah B3 infeksius dari sejumlah fasyankes di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Tercatat dari bulan Januari sampai dengan Mei 2021, load limbah Covid-19 yang telah dimusnahkan di plant dawuan berjumlah 337,7 ton, berasal dari Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sejumlah daerah lainnya

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

Vakin Masal Limbah Infeksius BUMD Jabar


Loading...