Harga Obat dan Alat Kesehatan Melonjak, DPR Minta Kapolri Sikat Mafia dan Penjual Nakal

Harga Obat dan Alat Kesehatan Melonjak, DPR Minta Kapolri Sikat Mafia dan Penjual Nakal
(Liputan6.com/Johan Tallo)
Editor: Mfakhrezi Hot News —Senin, 5 Juli 2021 10:48 WIB

TERAS JABAR- Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang kian mencekam, masyarakat kini dihadapkan dengan melambungnya harga alat-alat kesehatan, vitamin, hingga oksigen.

Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada obat terkait penanganan Covid-19 seperti Invermectin atau multivitamin, namun juga pada alat-alat seperti pengukur oksigen oxymeter hingga masker. Selain itu, kenaikan juga tidak hanya ditemukan di lapangan, namun juga di e-commerce.

LIHAT JUGA :







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni  menilai praktek ini sama sekali tidak bisa dibenarkan dan tidak masuk akal.

"Ini sudah parah. Saya amati beberapa barang, misalnya oxymeter, harganya biasa di bawah seratus ribu, kini jadi masuk ke Rp 200 ribu, bahkan ke Rp 300 ribu. Lalu juga obat Ivermectin, yang biasanya Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu per tablet, kini sampai hampir  Rp 200 ribuan per strip, bahkan harga susu beruang aja naik, hingga semua harga jadi tidak masuk akal,” ujar Sahroni dalam keterangannya hari ini (5/7/2021).

Karenanya, Sahroni meminta kepolisian untuk berkordinasi dengan pihak-pihak terkait demi menertibkan para penimbun dan mafia yang membuat harga barang menjadi tidak terkendali. Hal ini juga meliputi kordinasi dengan jasa-jasa e-commerse yang ada.

TONTON JUGA :

"Kepolisian wajib berkordinasi dengan e-commerce juga, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, agar mereka bertanggungjawab menjaga harga. Harus ada unit khusus di e-commerce yg mengawasi seller-seller nakal ini. Kalau sudah pasang harga tak wajar, tutup saja tokonya,” sambung dia.

Tak Boleh Ambil Keuntungan

Sahroni juga menyebut, bahwa dalam kondisi prihatin seperti saat ini, tidak seharusnya pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan dengan melakukan penggelembungan harga.

BACA JUGA :

Tol Dalam Kota Masih Padat Saat PPKM Darurat, Ini Kata Jasa Marga

"Masa warga udah banyak yang darurat membutuhkan, tapi harganya malah dinaikkan? Nurani kita di mana? Untuk para penjual, silakan ambil untung, tapp saat sekarang buka lah perasaan sedikit untuk membantu orang banyak pada masa pandemi ini,” demikian Sahroni.

(Sumber,Liputan6.com)

OBAT AlatKesehattan VITAMIN


Loading...