Hingga Hari ke-7 Pencarian, 17 Penumpang KMP Yunicee Belum Ditemukan

Hingga Hari ke-7 Pencarian, 17 Penumpang KMP Yunicee Belum Ditemukan
Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah penumpang KMP Yunicee pada pencarian hari ke-5, Sabtu (3/7/2021) sekira pukul 08.42 Wita.
Editor: Indra Hot News —Senin, 5 Juli 2021 08:56 WIB

TERASJABAR.ID-Tim SAR dari Basarnas Provinsi Bali, Jembrana, Polairud Polda Bali, Jembrana dan Buleleng berangkat ke perairan selat Bali melakukan pencarian dan evakuasi KMP Yunicee dari Dermaga Wisata Teluk Gilimanuk, Senin 5 Juli 2021.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Ini merupakan pencarian  hari ke 7 telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

Pantauan Tribun Bali, keberangkatan Tim SAR Gabungan dilakukan sekitar pukul 07.30 Wita.

Pencarian dan evakuasi dihentikan sementara sejak sore kemarin dan dilanjutkan pagi ini.

Untuk hasil sejak kemarin hingga saat ini sudah ada dua korban yang ditemukan.

Diantaranya warga Sumenep yang merupakan manifest dan juga seorang penjaga kantin.

Untuk penjaga kantin yang ditemukan oleh nelayan sendiri ialah Juliadi warga Tasikmalaya Jawa Barat sedangkan seorang manifest ditemukan oleh tim SAR, yaitu Miftahol Aripin warga Sumenep Madura. 

TONTON JUGA:

Pencarian KMP Yunicee sendiri, dihari keenam ini belum menemukan hasil signifikan.

Maka dari itu, pada sore kemarin dilakukan penghentian sementara dan akan dilanjutkan mulai pagi ini.

Pencarian dan evakuasi  pagi hingga siang nanti, akan menjadi bahan evaluasi oleh tim SAR Gabungan.

Dimana ada opsi untuk melakukan penghentian di hari ke 7 pencarian dan dilakukan rapat sore nanti sekitar pukul 16.00 Wita.

Kepala Basarnas Provinsi Bali, Gede Darmada mengatakan penghentian masih akan dibicarakan dengan pihak keluarga korban yang saat ini laporan orang hilang masih berjumlah 17 orang.

Dan sekedar informasi lanjutan bahwa dari 76 penumpang yang dikabarkan naik di dalam kapal ternyata ada satu penumpang lagi yakni seorang pemijat di kapal yang dilaporkan keluarganya hilang.

Sehingga total penumpang ada sekitar 77 dan penumpang selamat ada 51, kemudian yang meninggal 9 orang dan masih dalam pencarian 17 orang.

BACA JUGA:Seorang Karyawan Perusahaan di Gresik Meninggal Setelah Alami Kecelakaan Kerja

“Opsi penghentian dikarenakan arus laut selat Bali yang cukup kencang.

Dimana rencana penerjunan ROV tidak dapat diterjunkan ketika arus bawah laut saat ini ialah 4 knot.

Padahal ROV itu bisa diterjunkan untuk mendeteksi pasti keberadaan kapal dengan kecepatan arus tiga knot.

Kemudian opsi melakukan penyelaman oleh regu penyelam, juga tidak dapat dilakukan karena sangat berbahaya bagi keselamatan regu penyelam. Hal itu juga berkaitan dengan kencangnya arus bawah  laut,” ucap Darmada kemarin.

Darmada mengaku, faktor arus bawah laut inilah yang kemudian jadi pertimbangan untuk dilakukan penghentian oleh tim SAR Gabungan.

Sehingga ada kemungkinan akan dilakukan penghentian dengan pertemuan secara virtual dengan keluarga korban.

“Besok (hari ini, red) dirapatkan sekitar pukul empat sore,” bebernya. 

(SUMBER TRIBUNJABAR.ID


KMP Yunicee Tim Sar Gabungan Bali


Loading...