PPKM Darurat Diberlakukan, Banyak Pegawai Restoran dan Hotel di Pangandaran Dirumahkan

PPKM Darurat Diberlakukan, Banyak Pegawai Restoran dan Hotel di Pangandaran Dirumahkan
Dedi Kurniadi membersihkan tempat rumah makan dan mengunci pagar.
Editor: Indra Hot News —Minggu, 4 Juli 2021 11:52 WIB

TERASJABAR.ID- Pemerintah Kabupaten Pangandaran memberlakukan PPKM Darurat, objek wisata ditutup.

Buntutnya, banyak pegawai di restoran atau hotel yang dirumahkan.

Hal tersebut diungkapkan Dedi Kurniadi (49), karyawan restoran di pantai timur Pangandaran yang sedang membersihkan tempat rumah makan.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


"Rumah makan ini ditutup sejak hari Selasa (29/6/2021), dan setiap 3 hari sekali tempat rumah makan ini dibersihkan," ujar Dedi saat ditemui Tribunjabar.id disela sela kerjanya, Minggu (4/7/2021).

Apalagi, yang mudah karatan seperti besi stainless ini, karena posisi rumah makan dekat dengan air laut.

Untuk karyawan lain yang bekerja di rumah makan ini, lanjut Dedi, sementara diperkerjakan di kebun milik bosnya.

TONTON JUGA:

"Mungkin mereka (karyawan), sampai hari ini bekerja di kebun milik bos. Kalau mulai hari besok (5/7/2021) dan kedepannya semua karyawan sebanyak kurang lebih 60 orang di rumahkan, nanti kalau lockdownnya sudah dibuka kembali, baru katanya mereka bekerja kembali seperti biasa ucapnya.

Menurutnya, tinggal ada 2 orang lagi bekerja yang bergantian piket dan berjaga di rumah makan.

Manager salah hotel di pantai barat Pangandaran, Lutfi mengaku, di tempatnya juga banyak karyawan yang dirumahkan sementara.

BACA JUGA:AS Secepatnya Donasikan 4 Juta Dosis Vaksin Moderna untuk Indonesia Lewat Covax Facility

        "SSementara, semua karyawan di rumahkan. Hanya tersisa paling beberapa orang saja yang melakukan bersih-bersih di hotel. Kita juga bingung, takutnya
     PPKM Darurat 
        diperpanjang lebih dari tanggal 20 Juli. Terus, nanti gajinya dari mana," kata Lutfi.

    Sedangkan, tambahnya, mereka yang sekarang di rumahkan tidak digaji karena semuanya UL (diliburkan tanpa digaji).

    "Tidak digaji, kita juga bingung. Sedangkan, banyak mereka yang sudah berumah tangga. Kasihan memang, tapi harus gimana lagi.Ya, mudah-mudahan hingga tanggal 20 Juli PPKM Darurat ini berakhir dan objek wisata Pangandaran dibuka lagi seperti biasa," ujar Lutfi.

    (SUMBER TRIBUJABAR.ID)

    PPKM Darurat Pangandaran Dirumahkan


    Loading...