Saatnya 'Diet' Kantong Plastik demi Udara yang Lebih Sehat

Saatnya 'Diet' Kantong Plastik demi Udara yang Lebih Sehat
Ilustrasi sampah plastik. (ANTARA FOTO/ Nyoman Hendra Wibowo)
Editor: Kian Santang Hot News —Sabtu, 3 Juli 2021 10:30 WIB

Terasjabar.id - , CNN Indonesia --

Selamat hari tanpa kantong plastik sedunia!

Sudahkah 'diet' kantong plastik hari ini? Kalau belum, ini saatnya Anda memulai.

LIHAT JUGA:







View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)





Hari bebas kantong plastik sedunia merupakan gerakan yang dibuat untuk menyingkirkan plastik sekali pakai. Gerakan ini diinisiasi oleh Bag Free World, dan diikuti oleh banyak orang di seluruh dunia.

Namun, mengapa penggunaan plastik sekali pakai harus dihindari?

Polusi plastik adalah bencana global yang dibuat oleh manusia. Zero Waste Europe mengatakan, ada 1 juta kantong plastik yang digunakan setiap orang di berbagai belahan dunia hanya dalam satu menit. Rata-rata setiap orang menggunakan kantong plastik hanya untuk 25 menit.

Bisa dibayangkan berapa banyak limbah kantong plastik ini?

Padahal, plastik membutuhkan waktu 100-500 tahun untuk bisa terurai secara alami. Limbah plastik juga sulit didaur ulang, dan membutuhkan biaya yang besar.

Limbah plastik berserakan di seluruh dunia. Limbah ini merugikan tak hanya satwa di darat, bahkan di lautan. Pencemaran akibat sampah plastik bisa dirasakan hingga biota laut-yang bahkan tidak menggunakan plastik dalam hidupnya.

Data Zero Waste Europe juga menunjukkan sebanyak 80 persen sampah di laut adalah plastik. Mereka secara langsung membahayakan banyak organisme hidup di lautan.

Jadi, sampah plastik di lautan bisa membahayakan ikan dan hewan laut lainnya. Hewan laut mungkin salah mengira bahwa plastik adalah makanannya sehingga dikonsumsi. Alhasil, Anda mungkin jadi susah menemukan ikan laut favorit untuk disajikan di piring.

TONTON JUGA :

Namun, masalah sebenarnya tak hanya itu.

Lautan yang dipenuhi sampah plastik bisa memengaruhi ekosistem laut. Tidak hanya berbahaya bagi ikan-ikan yang bakal tersedia di meja makan, tapi sampah plastik juga merusak ekosistem ganggang hijau, plankton di samudera, hingga bakteri-bakteri yang ada di air.

Anda mungkin bertanya-tanya, apa bahayanya jika ekosistem itu rusak?

Salah satu ancaman terbesar jika ekosistem laut tercemar karena sampah plastik adalah berkurangnya produksi oksigen di bumi.

Dalam film dokumenter Netflix, Seaspiracy, disebutkan bahwa 70 persen lautan menutupi muka bumi. Artinya, sebagian besar oksigen bukan berasal dari daratan, melainkan dari laut.

Ocean Service mengatakan, diperkirakan bahwa 50-80 persen produksi oksigen di bumi ini berasal dari laut. Sebagian besar produksi ini berasal dari plankton, tanaman laut seperti ganggang, serta bakteri di lautan.

Sehingga, diet kantong plastik sebenarnya bisa dinilai sebagai upaya menciptakan oksigen lebih bersih dari laut. Plastik sekali pakai yang Anda dapat dari warung atau minimarket langganan tidak akan berakhir mengambang di lautan dan merusak ekosistem.

BACA JUGA:BPOM vs PT Harsen, Bahan Ivermectin Ilegal-Tudingan Blokir

Cara Mudah Merayakan Hari Bebas Kantong Plastik

Ada banyak cara untuk merayakan hari bebas kantong plastik. Cara paling mudah adalah dengan membawa tas belanja kain kemana pun kaki melangkah.

Wadah sekali pakai juga bisa mulai Anda hindari. Gunakan tumbler kesayangan Anda untuk es kopi favorit mulai sekarang.

Anda bisa jadi pelopor di antara teman-teman atau keluarga. Satu langkah kecil tentunya akan membawa perubahan. Jadi, selamat 'diet' plastik


(sumber:detik.com)

kesehatan lingkungan plastik


Loading...