Persib Bandung Mendukung Penundaan Liga 1, PSSI Lempar Urusan Gaji ke Klub

Persib Bandung Mendukung Penundaan Liga 1, PSSI Lempar Urusan Gaji ke Klub
Laga uji coba Persib Bandung vs Sriwijaya FC, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Stadion GBLA), Rabu (23/6/2021).
Editor: Indra Sport Style —Kamis, 1 Juli 2021 10:52 WIB

TERASJABAR-Kompetisi Liga 1 2021/2022 resmi ditunda. Hal itu dikatakan langsung oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi dalam konferensi pers secara daring, Selasa (29/6).

Penundaan Liga 1 didasari surat dari Satgas Covid-19 yang meminta kepada PSSI dan PT LIB agar kompetisi Liga 1 ditunda hingga akhir Juli mengingat kasus penyebaran Covid-19 sedang tinggi-tingginya di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Yunus Nusi juga menjelaskan soal mekanisme gaji pemain. Jika sebelumnya PSSI mengeluarkan Surat Keputusan (SK), kali ini PSSI menyerahkan persoalan tersebut kepada masing-masing klub.

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


“Tentang kontrak para pihak yang menyangkut klub semuanya, kita serahkan kepada klub bahwa apa yang disampaikan 25 persen atau tidak itu kan berlaku 2020 yang lalu, di musim ini kita serahkan kepada kawan-kawan klub kontraknya. Jadi tentang itu kami serahkan ke klub untuk kontraknya,” kata Yunus Nusi.

PSSI juga meminta PT LIB untuk langsung mengadakan pertemuan dengan perwakilan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 dan menyusun format pertandingan selanjutnya.

“Selain itu PT LIB juga terus berkomunikasi dengan BNPB, Mabes Polri dan Satgas Covid-19 guna mengetahui perkembangan Covid-19 ini,” ujar Yunus.

PSSI, menurut Yunus, sangat memahami, menyadari, dan memaklumi perkembangan situasi akibat pandemi yang melanda Indonesia. Atas asas kemanusiaan PSSI memutuskan untuk mengikuti arahan pemerintah melalui Satgas.

"Kita tahu bersama kondisi Covid sudah memburuk, PSSI berikan dukungan dalam penanganan covid-19 yang dilakukan pemerintah sehingga salah satu yang diminta pemerintah agar kiranya kompetisi ini ditunda, maka PSSI bersedia mengikuti program pemerintah tersebut,” ujarnya.

Direktur LIB, Sudjarno mengatakan segera menjadwalkan pertemuan dengan perwakilan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 menyusul penundaan ini. Salah satu yang bakal dibahas dalam pertemuan nanti yakni soal kompensasi mengingat kompetisi ditunda hingga akhir Juli ini. Hal itu jadi penting karena klub-klub bakal mengeluarkan bujet kembali untuk persiapan selama sebulan ke depan.

“Soal kompensasi ya itu nanti. Tentunya kami menyikapi surat dari BNPB, jadi ini kita akan ketemu (perwakilan) klub liga 1 dan liga 2 untuk diskusikan hal yang ditanya itu (kompensasi),” kata Sudjarno.

TONTON JUGA:


Hal senada juga dikatakan Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, bahkan Yunus Nusi juga meminta kepada PT LIB agar turut berdiskusi dengan perwakilan klub guna menyiapkan skema kompetisi ke depannya.

“Ya tentu konsekuensinya finansial, seperti apa yang disampaikan Pak Sudjarno itu diharapkan PT LIB bisa bertemu dengan kawan-kawan klub jadi nanti bisa ditentukan bersama. Kemudian juga diskusi hal-hal yang bakal dilakukan kedepannya,” kata Yunus.

Persib Bandung Menerima

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, mengatakan Persib sebagai kontestan Liga 1 sangat menghargai keputusan penundaan kembali pelaksanaan Liga 1 yang dibuat oleh PSSI ini.

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Sosialisasi Antrean Online ke Puskesmas di Kabupaten Bandung

        "Kami menghormati keputusan PSSI dan LIB atas penundaan ini, karena seperti kita semua ketahui bahwa kasus covid sedang sangat tinggi dan kami harapkan covid bisa segera mereda, sehingga liga bisa segera dimulai," ujar Teddy saat dihubungi awak media, Selasa (29/6).


    Meski berat bagi Persib untuk menerima kenyataan kompetisi harus tertunda, Teddy mencoba memahami alasan di balik hal ini. Dia menuturkan, kesehatan dan keselamatan kini menjadi yang utama. Memaksakan untuk menggelar kompetisi di tengah melambungnya angka penularan Covid-19, lanjut Teddy sangat berisiko.

    "Ini pasti keputusan yang sudah dipikirkan matang- matanglah dan sangat bijaksana. Di kita kan memang situasi Covid-nya lagi banyak banget jadi bahwa dengan pertimbangan kondisi pandemi yang lagi tinggi tingginya ini pasti dengan segala konsekuensi memang bahwa ditunda itu dengan keputusan paling baik," ucapnya.

    Walaupun Persib menerima penundaan ini, Teddy tak menampik akan ada dampak yang bakal terjadi. Selain sisi teknis tentunya, secara bisnis pun Persib harus menyusun ulang rencananya.

    "Dampaknya banyak banget. Ya banyak lah mulai dari persiapan tim ya pasti programnya berubah semua, terus kemudian dengan pihak sponsor kita harus menjelaskan semua kan bahwa ini mundur. Ya banyak banget lah yang harus kita jelaskan lagi, banyak lah bahwa yang harus kita revisi semua ininya apakah nanti diundur ini apakah mundur sebulan, ya konsekuensinya banyak lah. Belum tahu," katanya.

    Teddy mengaku belum mengetahui rencana Robert Alberts selaku pelatih kepala setelah penundaan Liga 1. Pihaknya kata Teddy akan berdiskusi dengan Robert tentang program latihan apa yang akan dilakukan sampai kick off Liga 1 nanti.

    "Sekarang masih libur kan baru datang (dari Solo). Saya gak tahu tuh soalnya belum ngobrol sama Robert dan program latihan mau diubah lagi atau gimana," ucapnya.

    Di samping itu, Teddy belum berencana membubarkan tim setelah dipastikan Liga 1 ditunda. Para pemain kemungkinan besar akan tetap berlatih seperti biasa.

    "Enggak, kalau cuma mundur sebulan mah enggak mungkin dibubarkan lah. Paling program latihan diubah dari yang sebelumnya main tanggal 9. Ini pasti diubah lah kalau memang 3 mingguan lah jadi akan ada penyesuaian," 

    (SUMBER TRIBUNJABAR.ID)

    PERSIB LIGA 1 PSSI


    Loading...