Mengharukan, Viral Video Nakes Imami Pasien Covid-19 di Ruang ICU, Plastik Jadi Pengganti Sajadah

Mengharukan, Viral Video Nakes Imami Pasien Covid-19 di Ruang ICU, Plastik Jadi Pengganti Sajadah
Dok. Tenaga Kesehatan RS Sentra Medika Seorang nakes tengah membantu pasien Covid-19 untuk menunaikan ibadah shalat di Rumah Sakit Sentra Medika, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Editor: Malda Teras Viral —Kamis, 24 Juni 2021 15:17 WIB

Terasjabar.id - Sebuah video di ruang perawatan viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan tenaga kesehatan (nakes) sedang mengimami pasien Covid-19 di ruang Intensive Care unit (ICU).

Rupanya, video tersebut terjadi di ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam video itu terlihat nakes mengenakan baju hazmat dan tengah memberi bantuan mengimami pasien untuk menunaikan salat.

Dilansir dari Kompas.com, ketika mengimami, nakes tersebut hanya mengenakan alas seadanya sebagai sajadah, sementara pasien Covid-19 dalam posisi tidur dilengkapi selang.

"Terharu, tenaga kesehatan ini mengimami pasiennya yang sedang dirawat karena covid. Salut, sehat sehat terus untuk semua para nakes," tulis akun Instagram @bogor24update dalam captionnya.

Video tersebut telah ditonton puluhan ribu kali.

Ketika dihubungi, nakes tersebut membenarkan bahwa dirinya yang ada dalam video viral tersebut.

"Iya betul (RS Sentra Medika), kebetulan teman saya iseng ngerekam dari meja perawat, saya pun nggak sadar. Yang jelas saya bantuin itu di pertengahan puasa, sudah lama," ucap nakes berinisial IAA (29) kepada Kompas.com, Kamis (10/6/2021).

Nakes yang berasal dari Palembang ini mengungkapkan, pasien yang dibantu diimami shalat maghrib itu adalah seorang pria paruh baya berusia 57 tahun.

"Oo itu (alas atau sajadah warna kuning), pakai plastik sampah infeksius. Tapi itu plastiknya masih baru, jadi memang alas seadanya," tambahnya sambil menceritakan isi dari video tersebut.

Awal mula dirinya membantu pasien tersebut, karena pasien paruh baya itu membutuhkan pertolongan untuk menunaikan ibadah.

Sebab, pasien tersebut tidak bisa turun dari tempat tidur karena telah dipasangi oksigen dan cairan infus di ruang isolasi intensif khusus Covid-19.

"Iya cuman bapak itu makmumnya, jadi bener-bener kondisinya tidak memungkinkan turun dari bed-nya, nah kebetulan saya saat itu masuk sif 2 sore," imbuhnya.

Seusai shalat, sambung IAA, pasien tersebut langsung menyampaikan bahwa selama ini dirinya mengikuti secara diam-diam gerakan shalat nakes tersebut.

Nakes yang sudah bekerja selama 4 tahun di RS Sentra Medika ini pun terkejut dan terharu mendengar pengakuan pasien tersebut.

IAA tak menyangka, jika selama ini dirinya menjadi imam shalat bagi seorang pasien yang memiliki semangat untuk sembuh.

Bermula saat mengikuti gerakan shalat

Sebelum kejadian tersebut, ia menceritakan pasien itu minta diimami shalat olehnya bermula saat dirinya sedang menunaikan shalat asar dari ruangan lain.

Dari situ, pasien paruh baya ini rupanya melihatnya dan mengikuti gerakan shalat dari jarak jauh.

"Akhirnya saya bilang ke beliau, seharusnya bapak ngomong saja, nanti kita shalat bareng ya pak, bapak tayamum saja biar kita shalat barengnya deketan. Bapak di bed, saya di bawah saja," ucap IAA terharu saat menjawab permintaan pasien paruh baya tersebut.

Untuk mensiasati agar tidak tertular Covid-19, ia harus mengikuti protokol kesehatan (Prokes) seperti tes swab antigen sebelum bertugas.

Selain itu, selama bertugas setiap hari, IAA harus bertaruh menahan hal-hal yang membatalkan wudhu juga.

Menurutnya, walaupun memakai seragam hazmat, ia juga harus pintar membagi waktu karena selain dibatasi APD, ruangan pun sangat tertutup.

"Saya wudhu dulu sebelum masuk (ruangan isolasi), karena gimana caranya biar bisa tetap shalat meskipun pakai hazmat. Konsekuensinya harus tahan kencing, buang angin supaya tidak membatalkan wudhu, jadi bisa bertahan sampai shalat berikutnya," terangnya.

Ingin mudik ke kampung halaman

Menjadi ujung tombak dalam melawan pandemi ini tidaklah mudah, lanjut dia, nakes kini juga tengah menghadapi tekanan sosial.

Mau tak mau ia harus pandai berkomunikasi dengan berbagai macam karakter pasien Covid-19, termasuk pasien yang sempat ia imami shalat seperti dalam video viral tersebut.

"Jadi kita juga kalau ada pasien, kita lihat rekam medisnya, banyak yang agamanya beda-beda. Nah itu kita bisa bimbing juga," sebutnya.

Meski demikian, di tengah kesibukannya sebagai nakes, tak jarang juga ia harus menahan rindu untuk tidak pulang kampung saat lebaran.

"Kita nggak kepikiran mudik, nanti malah ngerawat yang mudik-mudik," ungkap nakes yang sudah bekerja selama 6 tahun itu.(Tribunjabar.id)



Nakes Covid 19 ICU Sajadah Plastik


Loading...