Catatan Pilu Britney Spears di Sidang: Dipaksa Pakai Lithium

Catatan Pilu Britney Spears di Sidang: Dipaksa Pakai Lithium
Sejumlah penggemar terus suarakan dukungan untuk Britney Spears (Foto: REUTERS/MARIO ANZUONI)
Editor: Malda Teras Seleb —Kamis, 24 Juni 2021 10:56 WIB

Terasjabar.id -- 

Penyanyi pop Britney Spears akhirnya angkat bicara mengenai konservatori yang dijalani selama 13 tahun atas perintah pengadilan dalam sidang konservatori pada Rabu (23/6) waktu setempat.

Dalam sidang tersebut Britney Spears menyebut bahwa dirinya menginginkan konservatori berakhir dan mendapatkan kembali kehidupannya.

Penyanyi kelahiran tahun 1981 tersebut menghadiri persidangan secara virtual. Dalam sidang, Britney mendapatkan izin berbicara selama 20 menit untuk membacakan catatan yang telah dipersiapkan di hadapan Hakim Brenda Penny.

"Banyak yang telah terjadi sejak dua tahun lalu...terakhir kali saya berada di pengadilan. Saya sudah lama tidak kembali ke pengadilan karena saya merasa tidak didengar di tingkat mana pun ketika saya datang ke pengadilan terakhir kali," ujar Britney, dilansir dari CNN.

Pelantun lagu Baby One More Time ini melanjutkan bahwa dirinya merasa telah dipaksa untuk tampil, tidak diberi privasi dan dipaksa untuk menggunakan alat kontrasepsi, mengkonsumsi obat tertentu, dan menghadiri sesi terapi di luar keinginannya.

Di hadapan hakim, Britney mengatakan bahwa dirinya dipaksa mengkonsumsi lithium, meskipun dia keberatan.

"Lithium adalah [obat] yang sangat, sangat keras dan obat yang sama sekali berbeda dari yang saya gunakan. Anda bisa mengalami gangguan mental jika Anda mengonsumsi terlalu banyak, [efeknya] bertahan lebih dari lima bulan," ujar Britney.

Sebagai catatan, Lithium adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan suasana hati (mood), yang salah satunya disebabkan oleh keadaan bipolar.

Britney Spears melanjutkan bahwa keluarganya, terutama ayahnya Jamie Spears yang bertanggung jawab atas konservatorinya tidak mempedulikan kondisinya.

"Keluargaku tidak melakukan apa-apa. Apa pun yang terjadi pada saya harus disetujui oleh ayah saya ... dialah yang menyetujui semua itu. Seluruh keluarga saya tidak melakukan apa-apa," ujarnya.

Tak hanya tentang perawatan medis yang dijalaninya, Britney Spears juga mengaku frustasi karena tidak bisa mengatur kariernya.

"Saya tidak pernah memiliki suara dalam jadwal saya. Mereka selalu mengatakan kepada saya bahwa saya harus melakukan ini," ujarnya.

Dalam sidang tersebut, Britney Spears pun mengungkapkan alasannya untuk memilih diam dan tidak mengangkat masalah ini di media sosial.

"Saya berpikir mungkin dengan menyangkal [masalah ini] hidup saya menjadi bahagia. [Yang terjadi], Saya shock. Saya trauma. Saya berpura-pura."




"Tapi sekarang saya mengatakan yang sebenarnya, ok. Saya tidak bahagia. Saya tidak bisa tidur. Aku sangat marah, ini gila dan saya depresi," ujarnya.


Setelah membacakan semua kekhawatirannya, Britney memohon kepada hakim untuk menganggap persoalan yang dihadapinya dengan serius.

"Terakhir kali saya berbicara dengan Anda [hakim]... membuat saya merasa seperti saya sudah mati, seperti saya tidak penting, seperti tidak ada yang dilakukan untuk saya, dan berpikir saya berbohong," ujar Britney Spears.

"Saya hanya ingin hidup saya kembali. Sudah 13 tahun dan itu sudah cukup," lanjutnya.

Selain mengungkap alasan untuk mengakhiri konservatori, Britney Spears juga mengatakan bahwa dirinya ingin membangun sebuah keluarga bersama pacarnya, Sam Asghari.

"Saya diberitahu dalam konservatori, saya tidak bisa menikah atau punya bayi, Saya memiliki IUD [alat kontrasepsi] di dalam diri saya jadi saya tidak dapat hamil," ujar Britney.

"Saya ingin melepasnya sehingga saya bisa memiliki bayi lagi, tetapi tim [konservatori] tidak mengizinkan saya pergi ke dokter untuk mengeluarkannya" lanjutnya.

Ibu dua anak ini mengakhiri pernyataannya dengan mengatakan bahwa konservatori adalah bentuk kekejaman dan meminta konservatori yang dijalaninya berakhir.

"Pada dasarnya konservatori ini lebih merugikan dibandingkan membawa kebaikan untuk saya. Saya layak untuk memiliki kehidupan. Saya telah bekerja sepanjang hidup saya," ujar Britney Spears.

"Saya merasa dikeroyok, saya merasa diintimidasi, saya merasa ditinggalkan dan sendirian. Saya lelah merasa sendirian. Saya berhak memiliki hak yang sama dengan orang lain," pungkasnya.

Selanjutnya, agenda sidang tambahan terkait kasus tersebut juga direncanakan dilaksanakan pada 14 Juli mendatang.

(fdh/fdh/CNNIndonesia)

Britney Spears Viral Sidang Virtual


Loading...