Alami Peningkatan, Penanganan Covid-19 Kota Makassar Perlu Dievaluasi

Alami Peningkatan, Penanganan Covid-19 Kota Makassar Perlu Dievaluasi
(SINDONews/Maman Sukirman : Google)
Editor: Epenz Hot News —Selasa, 22 Juni 2021 12:56 WIB

Terasjabar.id - Penanganan kasus Covid-19 di Kota Makassar saat ini masih perlu dievaluasi. Sebab, meski kasus harian dilaporkan kecil, namun laporan mingguan justru masih mengalami peningkatan dalam lima pekan terakhir.

Hal tersebut dikemukakan Ahli Epidemiologi Unhas, Ansariadi. Menurutnya, laporan mingguan yang mengalami peningkatan dalam lima pekan terakhir perlu diantisipasi dini oleh pemerintah kota agar kasus ke depannya tetap terkontrol. “Jumlah kasus per minggu ini masih terus meningkat di Makassar sejak lima minggu terakhir," tuturnya.

Dia mencontohkan pada minggu ketiga Juni, total kasus terdeteksi ada sebanyak 164 kasus baru, ini meningkat 14% dari pekan sebelumnya di mana ada sebanyak 144 kasus baru. Selain itu RT dilaporkan kembali naik di atas 1. “Jadi peningkatan jumlah kasus ini terjadi di hampir semua umur," lanjutnya.

Hal yang perlu diwaspadai adalah adanya potensi peningkatan hunian di RS. Per 20 Juni 2021 dilaporkan terdapat 328 kasus aktif di mana 55% di antaranya dirawat di rumah sakit.

“Kasus baru Covid-19 sebagian besar dilaporkan berdomisili di Kecamatan Panakkukang, Ujung Pandang, Biringkanaya, Manggala, Rappocini, Tamalanrea dan Tamalate," tuturnya.

Dia meminta agar pemkot mewaspadai peningkatan kasus di luar daerah, hal ini perlu intens diinformasikan ke masyarakat. Dia juga meminta agar pemkot mengevaluasi upaya penanganan Covid-19, utamanya upaya tracking, testing dan isolasi.

“Perlu evaluasi pelaksanaan pengendalian selama ini, khususnya upaya penemuan kasus melalui test, trace dan isolasi yang selama ini dilakukan, dan segera dilakukan perbaikan untuk memutuskan rantai penularan. Termasuk pengawasan terhadap kasus dengan isolasi mandiri. Peningkatan kasus baru setiap minggunya akan berakibat pada meningkatkan hunian di RS karena Covid," ujarnya.

Dia juga meminta agar swab massal di Puskesmas kembali diintensifkan. “Jadi menyiapkan semua Puskesmas untuk bisa melakukan swab massal kembali dan menginformasikan ke masyarakat untuk segera ke Puskesmas jika ada gejala atau pernah kontak dengan orang yang diketahui positif Covid-19," tuturnya


Lebih jauh beberapa kasus juga memerlukan penanganan khusus, seperti kasus Apartemen Sudirman. Menurutnya pemkot perlu mengivestigasi kasus tersebut. “Apakah pekerja ini tertular di daerahnya baru datang ke Makassar. Atau mereka tertular di Makassar ada super spreader. Jadi perlu dicek kapan tibanya mereka di Makassar," tuturnya.

Hal ini dilakukan agar penjejakan mudah dilakulan ke depannya. Utamanya antisipasi adanya kasus baru virus Covid-19 Delta.

Menanggapi lonjakan kasus di Kota Makassar, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memastikan akan meniadakan aktivitas malam Minggu jika kasus harian mencapai 50 kasus. Hal ini guna mengurangi tingkat penularan Covid-19. Apalagi akhir pekan mobilitas masyarakat dianggap meningkat. “Jadi khusus untuk malam Minggu saya matikan (aktivitas) kalau sampai 50 kasus per hari,” tegasnya.

Selain itu, ditemukannya varian baru Covid Delta India yang menyebar di beberapa daerah ikut menjadi perhatian Pemkot Makassar. Wali Kota Makassar mengatakan tengah mengadakan alat jenis PCR yang diklaim mampu mendeteksi varian baru. “Saya lagi mengadakan. Kan kami dapat PCR, ada PCR yang jenis terbaru, kan bisa menganut varian baru," ucapnya.

Hanya saja dirinya belum sesumbar terkait jumlahnya. Wali Kota mengatakan tengah menganggarkan pengadaan tersebut lewat biaya tak terduga (BTT). Selain PCR dia juga tengah mempertimbangkan alat deteksi lain yang dianggap mampu mendeteksi varian baru yaitu genom sequence.

Sementara itu, Plt Dinas Kesehatan Kota Makassar, Andi Hadijah Iriani mengatakan, tengah mengupayakan hadirnya laboratorium untuk mendeteksi varian baru tersebut. Lokasinya di RS Daya, di mana tengah dipersiapkan dalam dua pekan ke depan.

“Insyaallah kita sementara mengupayakan laboratorium yang dapat mendeteksi varian-varian baru. Ini sementara lagi diupayakan di rumah sakit umum daerah Kota Makassar di Daya, insyaallah selesai dua minggu ke depan," katanya.

Disadur dari Sindonews.com 

Kota Makassar Pandemi Covid-19 Vaksinasi


Loading...