Kapan Pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK 2021 Dibuka? Berikut Alur Seleksinya

Kapan Pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK 2021 Dibuka? Berikut Alur Seleksinya
Ilustrasi (Detik.com : Google)
Editor: Epenz Hot News —Minggu, 20 Juni 2021 11:06 WIB

Terasjabar.id - Kapan pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK 2021 dibuka?

Pemerintah belum memberikan pengumuman mengenai tanggal pasti tapi BKN dimemastikan pendaftaran dibuka akhir Juni.

Namun beberapa instansi pemerintah sudah membuka pendaftaran.

Pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK 2021 dibuka oleh instansi pusat, instansi provinsi, dan instansi kota/kabupaten.

Formasi apa saja yang dibuka? Formasi berbeda-beda setiap instansi.

PPPK dibuka dua kategori yakni formasi Guru dan Non-Guru.

Bagaimana alur seleksi pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK 2021?

Berikut ini tahapan atau alur seleksi yang tercantum dalam https://sscasn.bkn.go.id/.

1. Pendaftaran

Pendafataran seleksi CPNS, PPPK Guru, dan PPPK Non-Guru.

Tanggal pendaftaran menurut ketentuan masing-masing instansi.

2. Seleksi Administrasi

Pendaftar mengunggah persyaratan di sscasn.bkn.go.id dalam rentang waktu tertentu.

Masa sanggah dilakukan setelah pengumuman seleksi administrasi.

3. Seleksi Kompetensi Dasar

4. Seleksi Kompetensi Bidang

5. Pengumuman Kelulusan

Pengumuman kelulusan seleksi dan masa sanggah.

Penetapan NIP CPNS dan Nomor Induk PPPK

Jadwal Pendaftaran

Pendaftaran seleksi CPNS dan PPPK 2021 belum diumumkan secara resmi.

Sebelumnya, pendaftaran CPNS dan PPPK diumumkan pada 31 Mei 2021.

Informasi tersebut, juga dimuat di laman resmi sscasn.bkn.go.id pada Senin (31/5/2021).

Namun, pada Rabu (2/6/2021), pengumuman itu sudah tidak lagi tercantum dalam timeline di laman resmi.

Tanggal yang sebelumnya tercantum dalam pengumuman itu, kini tidak ada.

Kini, bunyi keterangan dalam situs SSCASN, yakni "Pendaftaran seleksi CPNS, PPPK Guru dan PPPK Non Guru dapat dilakukan mulai tanggal. Setiap instansi mempunyai ketentuan masing-masing untuk waktu pendaftaran, pastikan kamu telah membaca pengumuman instansi yang kamu pilih."

Peserta Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) pada Seleksi CPNS Kota Bandung Formasi Tahun 2019 melewati tahapan penerapan dan pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 sebelum masuk ruang tes, di Gedung Youth Sport Center Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin (14/9/2020). Sebanyak lebih kurang 1.400 peserta mengikuti SKB CPNS Kota Bandung Formasi Tahun 2019 yang dibagi dalam enam sesi selama dua hari dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sebelum masuk ruang tes, yakni setiap peserta wajib cuci tangan, mengenakan masker dan pelindung wajah, diperiksa suhu tubuh, menjaga jarak aman dengan peserta lain, pakai sarung tangan, membersihkan tangan dengan handsanitizer, dan diperiksa metal detektor.
Peserta Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) pada Seleksi CPNS Kota Bandung Formasi Tahun 2019 melewati tahapan penerapan dan pemeriksaan protokol kesehatan Covid-19 sebelum masuk ruang tes, di Gedung Youth Sport Center Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin (14/9/2020). Sebanyak lebih kurang 1.400 peserta mengikuti SKB CPNS Kota Bandung Formasi Tahun 2019 yang dibagi dalam enam sesi selama dua hari dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sebelum masuk ruang tes, yakni setiap peserta wajib cuci tangan, mengenakan masker dan pelindung wajah, diperiksa suhu tubuh, menjaga jarak aman dengan peserta lain, pakai sarung tangan, membersihkan tangan dengan handsanitizer, dan diperiksa metal detektor. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Sementara itu, informasi tentang lowongan CPNS dan PPPK juga berubah.

Dikutip dari Kompas.com, timeline pengumuman lowongan CPNS dan PPPK 2021 seharusnya sudah berlangsung sejak 30 Mei 2021.

Hanya saja, pada Selasa (1/6/2021), informasi tersebut berubah.

Tanggal yang sebelumnya tercantum dalam pengumuman tersebut saat ini sudah dihapus.

Selain itu, menu layanan informasi di laman sscasn.bkn.go.id juga sudah terdapat sub menu info lowongan.

Meski demikian, sub menu info lowongan CPNS dan PPPK 2021 di laman resmi tersebut belum bisa dibuka hingga saat ini.

Formasi CPNS 2021 dan PPPK 2021 di Jabar

PPPK adalah pegawai dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah dan ketentuan undang-undang.

Artinya, PPPK merupakan pegawai ASN yang diangkat dan dipekerjakan di institusi pemerintahan dengan perjanjian kontrak yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Masa perjanjian kerja PPPK paling singkat satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan berdasarkan penilaian kinerja. PPPK tidak dapat diangkat secara otomatis menjadi calon PNS.

Sedangkan CPNS adalah pegawai tetap yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan memiliki nomor induk pegawai secara nasional.

Sebelum diangkat, status kepegawaian PNS adalah CPNS.

Mereka harus melewati serangkaian seleksi yang terdiri dari SKD dan SKB.

Berikut ini rincian formasi CPNS 2021 dan PPPK 2021 di beberapa wilayah Jawa Barat.

Peserta CPNS Pemkab Sumedang saat tes SKB.
Peserta CPNS Pemkab Sumedang saat tes SKB. (Istimewa/BKPSDM Kabupaten Sumedang)

1. Pemprov Jabar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membuka sekitar 500 posisi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 16 ribu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada akhir Mei 2021.

Masyarakat yang berminat mendaftar pun diminta bersiap-siap untuk memenuhi persyaratan administrasinya.

"Kalau untuk formasi, kita sudah ada penetapan dari sana. Tapi yang jelas tahun ini agak lumayan banyak itu untuk pegawai PPPK. Untuk yang CPNS itu sekitar 500, PPPK untuk guru itu sekitar 16 ribuan," kata Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentiaan, dan Formasi Kepegawaian, pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, Hermin Wijaya, Rabu (19/5/2021).

Pengadaan 16 ribu PPPK untuk posisi guru, katanya, memang dinilai cukup banyak. Mereka dialokasikan untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB.

Hermin mengatakan, ia belum bisa memberikan detail posisi tersebut karena belum mendapat arahan dari pemerintah pusat.

"CPNS untuk tenaga kesehatan kebanyakan, contohnya, seperti perawat dan dokter. Terus ada tenaga teknis. Tenaga kesehatan itu sekitar 200-an dari 500-an. Sisanya tenaga teknis, sesuai kebutuhan perangkat daerah yang ada di Pemprov Jabar," katanya.

Hermin mengatakan rencana pengadaan CPNS dan PPPK tersebut sudah diterimanya, tapi masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk teknis pengumuman dan pelaksanaannya.

"Tapi untuk ancang-ancang pengumumannya itu sudah ada. Akhir bulan ini rencana pengumuman, pengumuman sama Pemprov Jabar tapi ada arahan dari pusat. Seperti teknis narasinya apa yang harus dimunculkan, tanggal berapa, pendaftaran berapa lama, itu menunggu dari pusat," katanya.

Masyarakat, katanya, diminta mempersiapkan berbagai persyaratan administrasi, dari mulai identitas diri, surat tanda pendidikan, sampai surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

"Tentunya belajar mah harus, kayak soal-soal jawaban tes CPNS begitu. Terpenting juga adalah jangan percaya kabar-kabar yang beredar, selain dari BKD. Kan suka banyak beredar di grup WA seperti itu," katanya.

Masyarakat pun, katanya, jangan sampai tertipu oleh pihak-pihak yang menjanjikan bisa membantu kelulusan CPNS arau PPPK dengan syarat uang.

Sebab sampai penerimaan CPNS tahun lalu, masih saja ada yang tertipu rayuan pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Yang jelas jangan ada yang tergiur sama tawaran terkait uang. Tes CPNS kemarin dan tes kesehatannya kita yang biayai. Jangan tergiur sama tawaran bayaran uang yang katanya tidak usah tes untuk formasi tertentu. Yang seperti itulah jangan dipercaya," katanya.

Tes CPNS, katanya, bisa diikuti siapa pun sesuai administrasinya.

Sedangkan untuk tes PPPK hanya bisa diikuti guru honorer yang terdaftar pada data pokok pendidikan.

"Kekhususan PPPK tahun ini, ada tiga kali kesempatan untuk tes. Kalau tes pertama tidak lulus, bisa yang kedua, lalu yang ketiga. Kalau CPNS biasa ada CAT, SKD, ada SKB. BKD Provinsi menunggu dari Kemenpan, gongnya sudah ada, nanti kami umumkan. Semua persiapan sudah siap, tinggal nunggu pencet tombol dari sana," katanya.

2. Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung membuka formasi CPNS dan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K) paling banyak untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Wawan A Ridwan, mengatakan, untuk menjadi ASN ada jalur CPNS ada P3K yang khusus tenaga pendidik.

"Kami membuka formasi 2.051 untuk PPPK dan 492 untuk CPNS," ujar Wawan, di kantornya yang berada di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (19/5/2021).

Menurut Wawan, formasi CPNS Kabupaten Bandung 2021 fokusnya ke tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

"Formasi CPNS untuk tenaga kesehatan sebanyak 394,dan teknis 98, jadi fokusnya ke tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan," kata Wawan.

Memang kata Wawan, formasi yang diterima berdasarkan penetapan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PAN RB), jumlahnya tak sesuai dengan yang diajukan.

"Pengajuannya lebih dari jumlah yang ditetapkan oleh BKN pada saat penetapan formasi. Jadi diajukan 2.500, yang disetujui 400 sekian,” ucapnya.

Kini di Kabupaten Bandung, kata Wawan, masih terdapat honorer termasuk pegawai harian lepas (PHL) jumlahnya sekitar 4 ribu.

"Mereka boleh daftar CPNS dan guru di daerah bisa ikut PPPK, selama persyaratan dan formasi sesuai tentunya," ucapnya.


3. Kabupaten Pangandaran

Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengharapkan pegawai non-ASN mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Asda III Setda Pangandaran, Suheryana menyatakan, kebutuhan pegawai ASN (CPNS Pangandaran) di lingkungan Pemkab pada tahun 2021 sebanyak 1217 orang.

"Kebutuhan itu berdasarkan keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB)," ujar Suheryana melalui WhatsApp, Rabu (19/5/2021).

Ia menegaskan, pembukaan akan diumumkan secara resmi pada akhir Mei 2021 dan seleksi dijadwalkan pada Agustus 2021.

Kuota sebanyak itu terdiri dari 601 tenaga pendidik PPPK, 474 ASN tenaga kesehatan dan 137 ASN tenaga teknis. 

Dan dalam waktu dekat, Bupati Pangandaran akan melakukan koordinasi ke Kementerian untuk penyesuaian kuota agar sinkron dengan kebutuhan Pemkab.

"Kita berkaca dari seleksi CPNS tahun sebelumya, banyak formasi yang tidak diminati pelamar sehingga kuota tersebut tidak terisi."

Ia berharap, agar kuota sebanyak 1217 terisi oleh pegawai non ASN dan pribumi dengan memberikan pelatihan seleksi atau try out bagi calon peserta dari pegawai non ASN dan pribumi.

"Pemkab akan memprioritaskan pelatihan atau try out ke tenaga honorer K2, honorer yang sudah bekerja 3 tahun dan warga Pangandaran," kata Suheryana.

4. Kabupaten Majalengka

Pemerintah Daerah Majalengka segera akan membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 di Majalengka.

Namun, Pemda belum mengetahui kuota CPNS dan pegawai pemerintah perjanjian kerja (PPPK) pada 2021.

Sebab, sejauh ini belum ada informasi dari pemerintah pusat.

“Dari informasi yang saya terima, pendaftaran CPNS serta PPPK tahun ini akan dibuka pada 31 Mei hingga 21 Juni 2021. Untuk jatah Majalengka sampai saat ini belum diketahui, termasuk rangkaian jadwal waktunya masih menunggu dari pemerintah pusat,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Majalengka, Maman Fathurochman, Rabu (19/5/2021).

Menurut dia, dengan adanya informasi tersebut, masyarakat yang hendak mengikuti seleksi CPNS dan PPPK diharapkan menyiapkan beberapa persyaratan dan membawa beberapa dokumen yang diminta.

Syarat itu antara lain kartu keluarga (KK), KTP, ijazah, transkrip nilai, SKCK, dan pas foto serta dokumen pendukung lainnya.

“Kalau dari hasil rapat virtual persiapan pengadaan CPNS 2021 dengan pemerintah daerah, pendaftaran dilaksanakan pada 31 Mei 2021-21 Juni 2021. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi bersamaan dengan pengumuman hasilnya 1 Juni- 30 Juni 2021,” ucapnya.

Setelah itu, kata Maman, masa sanggah akan dilaksanakan pada 1--11 Juli 2021.

Adapun SKD CPNS (CAT BKN) dilaksanakan pada Juli-September 2021.

Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru (CAT BKN) pada Juli – September 2021.

“Ini dilaksanakan setelah SKD CPNS selesai di masing-masing lokasi,” jelas dia.

Seleksi Kompetensi PPPK Guru (CBT Kemendikbud) dilaksanakan dalam tiga tes.

Dimulai pada Agustus 2021, lalu tes kedua pada Oktober 2021 dan tes ketiga pada Desember 2021.

“Adapun pelaksanaan SKB CPNS pada September hingga Oktober 2021. Pengumuman akhir dan masa sanggah pada November 2021 dan penetapan NIP CPNS/Nomor Induk PPPK pada Desember 2021,” katanya.

Maman menambahkan, seluruh kegiatan seleksi ini akan diselenggarakan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 karena pandemi saat ini masih berlangsung.


Disadur dari Tribunjabar.id

CPNS 2021 PPPK 2021 BKN Pandemi Covid-19


Loading...