Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Gubernur Jabar Minta Rumah Sakit Tambah Ruang Perawatan Pasien

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Gubernur Jabar Minta Rumah Sakit Tambah Ruang Perawatan Pasien
(CNBC Indonesia : Google)
Editor: Epenz Hot News —Minggu, 13 Juni 2021 10:04 WIB

Terasjabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada para pengelola rumah sakit di Jawa Barat untuk menambah tempat tidur atau ruang perawatan untuk pasien Covid-19.

Hal ini untuk mengantisipasi semakin meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di Jawa Barat setelah libur Lebaran 2021.

"Jadi intinya ada kenaikan kasus tapi masih terkendali. Dan pemerintah sudah menyiapkan, menaikkan rasio bed untuk Covid-19 menjadi lebih tinggi dari rata-rata 20 persen ke 30-40 persen (dalam sebuah rumah sakit)," kata Ridwan Kamil saat meninjau RSUP Hasan Sadikin Bandung, Sabtu (12/6) malam.

Gubernur mengatakan memang terjadi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur Lebaran.

Masa inkubasi Covid-19 memang diperkirakan jatuh di minggu-minggu ini.

"Ini menunjukan bahwa ketidaktaatan pada imbauan mudik itu membawa kemudaratan seperti ini. Jadi ini nyata.
Kalau pada saat itu semua taat tidak akan terjadi lonjakan seperti sekarang," katanya.

Padahal saat masa Lebaran, katanya, kasus tersebut cenderung rendah.

Salah satu persentase kasus Covid-19 yang terendah justru di hari Lebaran.

Namun kini, katanya, ada kenaikan kembali.

"(Keterisian tempat perawatan pasien Covid-19) Jabar secara keseluruhan ada di 68 persen, artinya sudah melewati standar WHO, tapi masih di bawah kritis dari pemerintah pusat. Kalau di-zoom lagi ke daerah, Bandung Raya ini memang BOR-nya sudah sangat tinggi," katanya.

Keterisian tempat perawatan Covid-19 di rumah sakit di Kota Bandung pun, katanya, meningkat drastis.

Hal ini disebabkan sebagian pasien Covid-19 yang dirawat ini berasal dari sekitar Kota Bandung.

"Karena 50 persen pasien datang dari luar Kota Bandung memilih untuk mendapatkan perawatan Covid-19 di sini, sehingga menaikan BOR di angka 85 persen," katanya.

Ridwan Kamil mengatakan di RSUP Hasan Sadikin keterisian ruang perawatan non-ICU mencapai 64 persen, sudah termasuk tinggi.

Sedangkan ICU atau untuk pasien bergejala berat, keterisiannya sampai 80 persen.

"Dari dulu ICU sampai sekarang memang selalu tinggi karena jumlah bed-nya terbatas hanya 40 tempat tidur, keterisiannya ada di 80 persen. ICU dari dulu seperti itu. Kalau kira-kira ruang isolasi yang 60 persen ini naik mendekati penuh maka ada pergeseran dikonversi menjadi bed Covid-19," katanya.

Ia mengatakan ruang iIlsolasi non rumah sakit pun kembali disiapkan karena RSHS mencatat banyak yang selalu ingin dirawat di rumah sakit padahal hasil diagnosisnya menyatakan pasien tersebut cukup isolasi mandiri.

"Proses mengukur ini yang harus kita perbaiki agar jangan OTG dikit-dikit ke RSHS. Jadi tidak betul ada ditolak itu, bukan ditolak, dokter menilai Anda tidak perlu dirawat, cukup di rumah. Jadi bukan penuh, karena kenyataannya juga tidak penuh. Bahwa naik iya, tapi tidak penuh," katanya.

Ia menuturkan sudah menginstruksikan Sekda Kota Bandung untuk kembali memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH. Juga kebijakan penggelaran pernikahan dan pengetatan kegiatan lainnya.

"Mudah-mudahan bisa turun seperti sebelum Lebaran. Tapi kuncinya gara-gara libur Lebaran. Kalau ditanya kenapa, ya karena libur Lebaran. Kalau tidak ada libur Lebaran yang orang memaksa mudik itu lagi tren bagus, tempat tidur kita sempat di 29 persen makanya ini naik dua kali lipat," katanya.



Disadur dari Tribunjabar.id

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Tempat Tidur Pandemi Covid-19 Lebaran 2021


Loading...