Advertisement

Pendamping PKH Harus Memiliki Sertifikasi

S.N.A 18 12 18 Teras KBB
Pendamping PKH Harus Memiliki Sertifikasi

Terasjabar.id - Para pendamping Program Keluarga Harapan di Kabupaten Bandung Barat didorong untuk memiliki sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Pekerja Sosial. Hal itu seiring dengan instruksi Direktur Jenderal Perlindungan Sosial pada Kementerian Sosial.

Penyelia Pendamping PKH KBB Riko Handika mengungkapkan, saat ini dari 236 pendamping PKH, hampir setengahnya sudah tersertifikasi. "Sekitar 100 orang sudah tersertifikasi. Proses sertifikasi ini dibantu oleh anggaran di Dinas Sosial," kata Riko, Senin 17 Desember 2018.

Sertifikasi tersebut dibutuhkan sebagai bentuk pengakuan terhadap profesionalisme pendamping PKH. Dengan memiliki sertifikasi, pendamping PKH dinilai sudah memiliki kompetensi yang baik dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Riko, untuk mendapatkan sertifikasi, pendamping PKH disyaratkan sudah memenuhi 1.000 jam kerja atau sekitar 22 bulan. "Selanjutnya, mereka akan mengikuti ujian kompetensi yang digelar LSPS untuk mendapatkan sertifikasi," ujarnya.

Meski demikian, kepemilikan sertifikasi tersebut tidak dibarengi dengan penambahan tunjangan baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Saat ini, para pendamping PKH baik yang telah bersertifikasi maupun yang belum, hanya mendapatkan tunjangan daerah.

Riko mengungkapkan, tugas pendamping PKH tidak hanya mendampingi penyaluran bantuan PKH bagi keluaraga penerima manfaat. Namun, mereka juga bertugas untuk mendorong para KPM tersebut agar tergraduasi, atau tak lagi bergantung pada bantuan tersebut.

"Saat ini sudah ada 28 KPM yang tergraduasi dari total 72.840 KPM. Target ke depan, 1 pendamping bisa menggraduasi 5-6 KPM per tahun," ujarnya seraya menambahkan saat ini setiap pendamping PKH menangani sekitar 300-400 KPM.

Seperti diketahui, jumlah bantuan PKH yang diberikan, yaitu Rp 1.766.350/KPM/tahun, menurun dibandingkan dengan sebelumnya, yakni Rp 1.890.000/KPM. Bantuan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti pendidikan, ibu hamil, dan balita.

Koordinator Pendamping PKH KBB Roni Kosasih mengungkapkan, pihaknya terus menyosialisasikan program Graduasi KPM kepada masyarakat. Secara rutin, pihaknya melakukan Pertemuan Peningkatan Kempuan Keluarga terhadap para penerima PKH.

"Di sana, kami berikan arahan dan motivasi agar mereka bisa mandiri dan tidak bergantung lagi terhadap bantuan. Tantangan kami memang menumbuhkan semangat kemandirian bagi para KPM. Sebab, tidak mudah untuk mengubah mental dari yang biasa menerima bantuan menjadi mandiri," katanya.

(s/sumber:pikiran rakyat)

Related Post

Comment