jika Tidak Menyebabkan Klaster Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka di Bogor Diperpanjang

jika Tidak Menyebabkan Klaster Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka di Bogor Diperpanjang
Ilustrasi (CNN Indonesia : Google)
Editor: Epenz Kuliner —Rabu, 17 Maret 2021 15:06 WIB

Terasjabar.id - Bupati Bogor Ade Yasin memantau langsung pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di SDIT Alfatih, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu (17/3). Dia ingin memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan dengan baik.

"Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir. Tapi, uji coba harus tetap dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Durasi belajar di dalam kelas juga dibatasi, maksimal dua jam," sebut Ade.

Jika sekolah tatap muka terbukti tidak menimbulkan klaster Covid-19 baru, Pemkab Bogor akan memperpanjang masa uji coba. Mereka akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait.

"Kalau berhasil kita akan perpanjang waktunya, jumlah sekolahnya juga akan kita tambah, tentunya bagi sekolah yang lolos verifikasi. Saat ini cukup banyak sekolah yang mengajukan untuk melaksanakan tatap muka, kita akan verifikasi bersama dengan tim," katanya.

FOLLOW JUGA : 

Ade menegaskan, selama uji coba sekolah tatap muka, kantin di sekolah dilarang beroperasi. Tidak boleh ada kerumunan.

"Kita juga prioritaskan vaksin untuk tenaga pendidik. Kantin dilarang buka, siswa disarankan bawa bekal dari rumah dan tidak menerima kunjungan tamu dari luar sekolah," tegas Ade.

Sejauh ini, 75 persen tenaga pendidik di Kabupaten Bogor sudah diberikan vaksin Covid-19. Vaksinasi akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan kesehatan para peserta didik.

Uji coba kali ini diikuti 170 sekolah, terdiri dari 29 SD, 24 MI, 28 SMP, 18 MTs, 32 SMA, 32 SMK dan 7 MA.


Disadur dari MErdeka.com 

Bupati Bogor PTM SDIT Alfatih Kabupaten Bogor Pandemi Covid019


Loading...