Advertisement

Gubernur Kepulauan Babel Meminta Agar Belitung Kejar Target Vaksinasi COVID-19

Gubernur Kepulauan Babel Meminta Agar Belitung Kejar Target Vaksinasi COVID-19
(Ist/Sindonews.com : Google)
Editor: Epenz Hot News —Minggu, 14 Maret 2021 08:08 WIB

Terasjabar.id - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman meminta agar Kabupaten Belitung kebut program vaksinasi COVID-19.

Saat ini, Kabupaten Belitung masih menyisakan stok vaksin sebanyak 2.100 vial, yang membutuhkan sekitar 2.000 sasaran yang harus divaksin.

"Kabupaten Belitung saya harap segera kebut vaksinnya. Jangan sampai realisasi tidak sesuai. Ayo, tolong dipercepat," kata Gubernur Erzaldi, saat meninjau proses vaksinasi bagi guru SMK/SMA dan lansia se-Belitung, di Puskesmas Rahat, Tanjung Pandan Belitung, Sabtu (14/03/2021).

Soalnya, tutur Gubernur, jika telat realisasinya, alokasi vaksin ini bisa-bisa dialih ke kabupaten/kota lain.

Ia mengingatkan semua pihak agar jangan sampai proses vaksin lambat dan tidak tepat sasaran.

"Dahulukan lansia, kemudian pelayanan umum, TNI, Polri, ASN, bandara, serta pelaku pariwisata yang menjadi andalan Kabupaten Belitung. Untuk itu, saya minta percepatan, Rabu sudah harus clear semua. Jadi jangan sampai kita tidak bisa mendatangkan vaksin gara-gara ada yang masih bersisa," ujarnya.

FOLLOW JUGA : 


Vaksinasi yang dilakukan hari ini, menyasar guru-guru SMK/SMA dan lansia yang berjumlah 300 orang.

Gubernur di kesempatan itu memberi apresiasi kepada Kabupaten Belitung Timur sebagai kabupaten yang cepat dalam urusan vaksin.

"Persentase vaksin yang sebanyak-banyaknya sangatlah penting. Karena itu bisa menjadi barometer berkurangnya orang yang terpapar virus ini," ucapnya.

Erzaldi menambahkan, soal vaksinasi Kabupaten Belitung memang sedikit terlambat yang menurutnya, kekeliruan yang harus segera diubah sehingga tidak berdampak ke kabupaten lain.

Ia menjelaskan, vaksin COVID-19 akan dikirim kembali berdasarkan data input pelaksanaan dan data input stok vaksin yang disampaikan secara online.

Jika stok vaksin berbeda dengan yang diinput, hal ini mengakibatkan data yang tidak seimbang antara yang disuntik dengan stok vaksin yang ada.

"Jangan ditunda. Keterlambatan ini harus diperbaiki dan dievaluasi. Saya ke sini untuk menyampaikan arahan menteri. Segera lakukan. Jadi, misalnya hari ini vaksinasi 300, selama bisa dilakukan 500 silahkan lakukan, semaksimal mungkin. Tetapi ingat, harus seimbang antara stok vaksin yang ada dengan stok vaksin yang diinput," katanya.

Disadur dari Sindonews.com 

Gubernur Kepulauan Babel Pandemi Covid-19 Program Vaksinasi


Loading...