Advertisement

Puncak Kekecewaan Andrea Pirlo Seusai Juventus Resmi Tersingkir di Liga Champions: Ini Tampak Buruk!

Puncak Kekecewaan Andrea Pirlo Seusai Juventus Resmi Tersingkir di Liga Champions: Ini Tampak Buruk!
Tribunnews.com
Editor: Malda Sport Style —Rabu, 10 Maret 2021 08:29 WIB

Terasjabar.id – Resmi tersingkir dari ajang Liga Champions dari FC Porto, kekecewaan tak mampu lagi disembunyikan oleh pelatih Juventus Andrea Pirlo.

Langkah Juventus untuk meraih prestasi di ajang Liga Champions berakhir pilu setelah dijegal oleh Porto pada Rabu 10 Maret 2021 dini hari di Stadion Allianz Arena.

Kendati Cristiano Ronaldo dkk mampu memetik kemenangan 3-2 atas Porto, tapi kenyataan pahit berkehendak lain lantaran Juventus kalah agregat gol dari tim tamunya.

Memiliki agregat sama 4-4, Juventus tak lolos ke babak perempat final Liga Champions musim ini.

Menyikapi tersingkirnya Juventus, Andrea Pirlo selaku pelatih mencoba berbagai unek-uneknya setelah laga melawan Porto.

Juru taktik asal Italia itu mengakui para pemain Juventus sebenarnya bermain cukup baik dalam laga leg kedua kali ini.

Bahkan, ia menyebut Alvaro Morata bisa saja membuat Juventus unggul jika peluangnya berbuah gol pada menit awal pertandingan.

Hanya saja hal itu tak terjadi, justru Porto yang unggul terlebih dahulu lewat gol penalti.

Gol pembuka dari tim Porto itulah yang membuat arah pertandingan kembali berbeda dalam sudut pandang permainan Juventus.

"Kami sejatinya memulai laga dengan baik dan ada peluang melalui Alvaro Morata untuk segera memimpin laga," ungkap Pirlo dilansir laman resmi UEFA.

"Itu tidak masuk, dan ada kesalahan untuk hadiah penalti, tapi kami langsung bermain seperti yang seharusnya pada babak kedua, saya pun tak berpikir awal kita menjadi masalah,".

"Permainan pun bisa berbeda jika kami mencetak gol menit awal, tapi ketika anda kebobolan, maka itu akan menjadi pertandingan yang sangat berbeda," tukasnya menambahkan.

Lebih lanjut, Pirlo turut menyesali sikap pemainnya yang tidak mewaspadai ancaman gol kedua Porto lewat skema tendangan bebas.

"Kami memilih para pemain untuk membentuk tembok, mungkin belum pernah terjadi sebelumnya jika mereka berbalik, itu adalah kesalahan," sesal Pirlo.

"Karena para pemain tidak merasa itu situasi berbahaya dan akhirnya kebobolan gol,".

Meskipun misi Juventus harus buyar, Andrea Pirlo mengingatkan agar para pemainnya segera bangkit untuk meraih prestasi terbaik dalam ajang lainnya di sisa musim ini.

"Hal-hal ini memang terjadi dalam kehidupan pelatih, ini pertama kalinya bagi saya, itu tampak buruk," akui Pirlo.

"Tetapi kami harus menyingsingkan lengan baju kami, mengetahui ini masih Maret dan kami memiliki pemain muda yang bisa bertumbuh dalam setiap laga,".

"Saya rasa kami juga tidak bisa mengeluh kepada pemain, karena mereka telah memberikan semuanya hari ini," tutup Pirlo.

Kini, Juventus hanya berharap bisa mendapatkan gelar dalam dua kompetisi berbeda yakni Liga Italia dan Coppa Italia.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)




Liga Champions Andrea pirlo Juventus


Loading...