Advertisement

Dua Kecaman Fabio Capello Sikapi Nasib Kegagalan Juventus di Liga Champions

Dua Kecaman Fabio Capello Sikapi Nasib Kegagalan Juventus di Liga Champions
Marco BERTORELLO / AFP Wasit Belanda Bjorn Kuipers (tengah) bereaksi saat para pemain berteriak, sebelum memberikan kartu merah kepada pemain depan Iran FC Porto Mehdi Taremi (CR) selama pertandingan
Editor: Malda Sport Style —Rabu, 10 Maret 2021 08:25 WIB

Terasjabar.id - Eks pelatih Juventus, Fabio Capello memberikan dua kecaman keras menyikapi kegagalan Juventus di babak 16 besar Liga Champions musim 2020/2021.

Juventus harus mengubur impiannya setelah kalah agregat gol tandang melawan Porto, Rabu (10/3/2021) dinihari tadi.

Meskipun Juventus mampu memenangkan laga dengan skor 3-2, mereka harus tersingkir setelah kalah agregat gol tandang 4-4.

Menyikapi nasib tersingkirnya Juventus di tangan Porto, Capello turut memberikan komentar pedasnya.

Eks pelatih Timnas Inggris itu menyoroti dua hal yang tidak bisa dimaafkan oleh pemain Juventus.

Pertama, Capello menyoroti ketelodoran para pemain Juventus dalam meminimalisir ancaman terhadap gol kedua Porto.

Gol kedua Porto yang dihasilkan oleh Sergio Oliviera melalui tendangan bebas dapat dikatakan buah dari ketidaksigapan pemain Juventus dalam mengantisipasi ancaman lawan.

Capello pun menganggap kesalahan pemain Juventus pada momen tersebut tidak bisa dimaafkan.

Hal ini dikarenakan Cristiano Ronaldo dan Adrien Rabiot yang menjadi tembok yang menghalangi tendangan lawan justru memilih melompat dan membelakangi bola.

Alhasil dengan tendangan menyusur tanah, gol Sergio Oliviera seakan-akan membunuh permainan.

"Itu adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan," ujar Capello kepada Sky Sport, dilansir Football Italia.

"Di zaman saya, anda memilih pemain yang menjadi tembok dan mereka tidak boleh menjadi orang yang takut dengan bola,".

"Mereka takut pada bola dan memilih melompat menjauh darinya, membalikkan punggung mereka, itu tidak bisa dimaafkan," jujur eks pelatih AC Milan tersebut.

Kecaman berikutnya yang disampaikan Capello menyoal tidak adanya pemain senior yang menampilkan wajahnya di sesi konferensi pers pasca pertandingan.

Hal ini mengingat hanya Matthijs de Ligt, Federico Chiesa, dan Juan Cuadrado saja yang berkenan berbicara kepada awak media setelah kekalahan tersebut.

Hal itu dianggap kurang etis oleh Capello dimana seharusnya pemain senior juga turut serta dalam urusan tersebut.

"Anda hanya melihat pemain muda yang benar-benar turun tangan dan menunjukkan wajah mereka pada saat sulit," kecam Capello.

"Di tim ini, seharusnya beberapa pemain senior yang muncul saat mereka menang untuk mengambil kredit, lalu tidak terlihat saat mereka kalah," tukasnya menambahkan.

Hasil Juventus vs Porto leg kedua babak 16 besar Liga Champions, tim tuan rumah menang dengan skor 3-2, Rabu (10/3/2021) dini hari WIB.

Namun, kemenangan Juventus dalam leg kedua babak 16 besar ini tak berarti apa-apa lantaran Cristiano Ronaldo Cs harus tersisih dari Liga Champions musim ini.

Juventus kalah head to head dan produktifitas gol dari Porto yang bermain 10 pemain dalam leg kedua ini (agregat 4-4).

Dengan hasil ini, Porto melaju ke babak perempat final dengan Dortmund karena di waktu yang bersamaan berhasil mengalahkan Sevilla.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)



juventus Fabio capello Juventus Liga Champions


Loading...