Sakit Punggung Disebut Jadi Gejala Baru Covid-19, Nyeri Punggung yang Seperti Apa?

Sakit Punggung Disebut Jadi Gejala Baru Covid-19, Nyeri Punggung yang Seperti Apa?
Tribunjabar.id
Editor: Malda Berita Viral —Selasa, 9 Maret 2021 09:51 WIB

Terasjabar.id - Sejumlah pasien Covid-19 mengaku merasakan nyeri punggung yang tak biasa.

Ini menjadi gejala baru dari serangan virus corona.

Sejumlah gejala baru muncul dan bisa jadi sulit dikenali.

Gejala yang umum atau paling banyak dialami adalah demam, batuk terus menerus, dan anosmia atau kehilangan indra penciuman dan pengecap.

Selain gejala-gejala itu, ahli menemukan sakit punggung juga bisa menjadi gejala terinfeksi virus corona.

Sakit punggung bisa disebabkan oleh sesuatu yang serius.

Dilansir Express.co.uk, Minggu (7/3/2021), beberapa orang yang terinfeksi Covid-19 melaporkan mengalami nyeri punggung tidak biasa.

"Sekitar 15 persen dari semua pasien Covid-19, melaporkan sakit atau nyeri punggung aneh," kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ahli meyakini, sakit punggung yang dirasakan pasien Covid-19 disebabkan oleh respons peradangan tubuh.

Peradangan dapat menyebabkan nyeri seperti kram di punggung. Selain itu, ahli juga mencatat bahwa sakit punggung yang terkait dengan Covid-19 kemungkinan bertahan selama beberapa hari.

Ahli bedah ortopedi Dr Marcus Duda berkata, Covid-19 sama seperti penyakit yang disebabkan virus lainnya. Sama-sama dapat menyebabkan gejala sistematik.

Gejala sistematik adalah kondisi serangan penyakit yang lebih luas, bisanya tidak jelas batas-batasnya.

"Mirip dengan flu, Covid-19 dapat menyebabkan rasa sakit yang menyeluruh di seluruh tubuh," kata Duda kepada situs medis Prevention.

"Nyeri sendi di punggung dan kaki disebabkan oleh respons peradangan tubuh terhadap virus. Infeksi virus ini menyebabkan gemetar, menggigil, nyeri tubuh, dan kesulitan mobilitas," jelasnya.

Kapan sakit punggung berarti Covid-19?

Saat Anda merasakan sakit punggung, bukan berarti Anda terinfeksi Covid-19.

Sakit punggung adalah kondisi umum yang sering dirasakan banyak orang. Biasanya kondisi ini akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu.

Obat penghilang rasa sakit antiradang, termasuk parasetamol dan ibuprofen dapat meredakan sebagian rasa sakit.

Nah, saat Anda merasakan sakit punggung disertai demam tinggi, batuk terus menerus, atau anosmia, artinya Anda harus segera menjalani tes Covid-19.

Protokol kesehatan Covid-

19 Prof. Amin Soebandrio, Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mengatakan untuk melindungi diri dari varian baru Covid-19 harus tetap menerapkan protokol kesehatan, 5M dan 3T.

"Dalam hal ini tidak ada perbedaan perlakuan. Apa yang harus dilakukan, 5M dan 3T itu harus. Tetap sama," kata Amin kepada Kompas.com, Sabtu (6/3/2021).

"Jadi terhadap varian yang biasa, varian Inggris, varian Afrika Selatan, varian Brasil, atau varian dari Rusia, apa yang harus kita lakukan itu tidak berbeda," tegas dia.

"Terapkan kewaspadaan universal. Kita enggak bisa beda-bedain (perlindungannya) karena kita juga enggak tahu, yang ada di sekililing kita itu varian yang mana. Kita baru bisa tahu di laboratorium."

Protokol kesehatan 5M yang dimaksud adalah:

* Menjaga jarak 1-2 meter

* Memakai masker

* Mencuci tangan dengan sabun

* Mengurangi mobilitas

* Menghindari kerumunan

Sementara 3T adalah tindakan yang digalakkan pemerintah, yakni testing, tracing, dan treatment.

(Tribunjabar.id)


Sakit Punggung Viral Gejala Covid Nyeri Punggung


Loading...