Advertisement

Gibran Rakabuming Raka Ingin Solo Punya RS dan Puskesmas Khusus untuk Ibu dan Anak

Gibran Rakabuming Raka Ingin Solo Punya RS dan Puskesmas Khusus untuk Ibu dan Anak
(Instagram-gibran_rakabuming Via Merdeka.com)
Editor: Epenz Hot News —Senin, 8 Maret 2021 13:27 WIB

Terasjabar.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyatakan keinginannya untuk memiliki rumah sakit dan Puskesmas khusus untuk ibu dan anak. Pernyataan tersebut disampaikan Gibran saat menerima kunjungan Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, di Balai Kota Solo, Senin (8/3).

"Saya ingin punya rumah sakit dan Puskesmas khusus untuk ibu dan anak. Kita benar ingin ada satu tempat untuk fokus pada ibu hamil dan anak. Jangan disatukan dengan orang sakit atau yang lainnya," ujar Gibran.

Gibran juga menyambut baik kunjungan BKKBN Pusat dan mengharapkan dukungan dan pendampingan untuk fokus pembinaan keluarga dan mengurangi angka stunting.

Putra Presiden Joko Widodo itu menyampaikan, Pemerintah Kota Solo telah memperoleh penghargaan, berkat dedikasi dan komitmen dalam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Kota Solo tahun 2020 lalu. Kini, di bawah kepemimpinannya, ia bertekad meningkatkan capaiannya.

FOLLOW JUGA : 

Dalam kesempatan tersebut Hasto Wardoyo menyampaikan, BKKBN berencana menginisiasi Perpres terkait pendataan keluarga dan penurunan angka stunting. Kota Solo dipilih menjadi kota atau daerah percontohan karena angka stunting termasuk terendah di Indonesia, berikut angka kematian ibu hamil juga rendah.

"Kota Solo ini kita pilih menjadi daerah percontohan. Karena angka stunting dan angka kematian ibu hamil di kota Solo ini termasuk terendah di Indonesia," katanya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Surakarta Purwanti menambahkan, Kota Solo sudah memiliki program untuk mengantisipasi kasus stunting dan fertility rate dengan program Sultan Nikah Capingan (Konsultasi Pra Nikah Bagi Calon Pinanganten).

"Kami andalkan Sultan Nikah Capingan untuk meredam sekaligus menurunkan angka stunting," pungkas dia

Gibran Ingin Bioskop Segera Dibuka

Sementara itu, memimpin rapat koordinasi Satgas Covid-19 Solo, di Ruang Manganti Praja, Gibran berharap bioskop segera dibuka.

"Kita usahakan bioskop di Solo agar bisa segera dibuka. Syaratnya harus mengajukan persetujuan kepada Satgas Covid-19 Kota Solo," ujarnya.

Nantinya, lanjut Gibran, pemilik bioskop akan diundang untuk diberi pembekalan terlebih dulu terkait protokol kesehatan yang harus di patuhi.

"Nanti kita undang pemiliknya untuk diberi pembekalan," katanya.

Untuk lingkup perkantoran, lanjut dia, tetap menerapkan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO). Dengan rincian 20 persen WFH dan 80 persen WFO. Hal ini diterapkan untuk menjaga proses pelayanan di masyarakat agar dapat berjalan lancar.

Dalam kesempatan sama Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengajak seluruh jajaran dan masyarakat cepat beradaptasi dengan kondisi akibat pandemi. Karena bagaimana pun perekonomian harus tetap berjalan.

"Kita harus mengingat pesan Gubernur. Penanganan Covid-19 ini memang pekerjaan yang melelahkan. Jangan merasa lelah, karena kita sedang diuji, untuk itu kita harus bisa menjawab tantangan-tantangan," tandasnya.

Selain wali kota dan wakil wali kota, rapat koordinasi juga diikuti Sekretaris Daerah, Kapolresta Surakarta, Dandim Surakarta, Kajari, Pimpinan DPRD, Kemenag, dan Satgas Covid yang terdiri dari beberapa Kepala Perangkat Daerah. Rakor dilaksanakan dalam rangka evaluasi dan perpanjangan SE PPKM Kota Surakarta.

"Nantinya hasil rapat ini akan diatur dalam perpanjangan SE PPKM yang akan berlaku 9 hingga 22 Maret 2021," pungkas Gibran menambahkan.

Disadur dari merdeka.com 

Wali Kota Solo RS Puskesmas Ibu dan Anak Pandemi Covid-19


Loading...