Advertisement

Sejumlah Sektor Ekonomi di Bandung Dilonggarkan, Jam Operasional Makin Panjang Namun Sanksi Diperketat

Sejumlah Sektor Ekonomi di Bandung Dilonggarkan, Jam Operasional Makin Panjang Namun Sanksi Diperketat
Ilustrasi (Tribunjabar.id/Ery Chandra : Google)
Editor: Epenz Teras Bandung —Minggu, 7 Maret 2021 14:29 WIB

Terasjabar.id - Sejumlah sektor ekonomi bakal diberikan keringanan dalam menjalankan operasionalnya selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional.

Berdasarkan hasil rapat terbatas tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Bandung, ada beberapa sektor usaha yang bakal diberi kelonggaran di antaranya usaha jasa salon kecantikan dan arena permainan anak-anak.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 mengatakan, keputusan penambahan izin operasional sektor lain ini dalam rangka upaya pemulihan ekonomi.

“Sebagai gugus tugas, kita mencoba jalan tengah dan ada beberapa perubahan,” ujar Oded, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/3/2021).

Dalam Perwal baru juga, kata dia, nantinya bakal ada kebijakan lain yakni memajukan jam operasional pusat kebugaran dari semula buka pukul 08.00 WIB menjadi pukul 06.00 WIB.

Selain itu, kata dia, dalam Perwal baru nantinya sanksi bagi pelanggar bakal diperketat.

“Kepada para pelanggar, saya sepakat menerapkan ketegasan,” katanya.

FOLLOW JUGA : 

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menambahkan, aturan selama penanganan Covid-19 sudah sangat jelas dan  diketahui oleh semua pihak, terutama pengusaha.

"Di dalam Perwal sudah jelas, mana ringan, sedang, dan berat. Saya pikir tidak ada ruang perdebatan. Kalau mereka sudah melanggar, bekukan dulu. Kalau masih melanggar ya langsung dicabut,” ujar Ema.

Bagi pengusaha jasa salon kecantikan dan arena permainan anak yang ingin mulai beroperasi, kata dia, bisa kembali mengajukan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung.

"Nanti bakal ditindaklanjuti untuk memastikan standarisasi protokol kesehatannya terpenuhi atau tidak," katanya.

Mengenai jam operasional kedua tempat tersebut, kata Ema, bakal diatur secara dalam revisi Perwal yang baru.

Namun, khusus lokasi usaha yang berada di dalam area pusat perbelanjaan atau mal tentunya menyesuaikan dengan jam operasional tempat tersebut. 

"Dari simulasi yang dilihat semua memberikan garansi dengan prokes yang maksimal. Tapi mereka harus mengajukan lagi oleh pelaku usahanya,” ucapnya.


Disadur dari TRibunjabar.id

Sektor Ekonomi Pademi Covid-19 Prokes Kota Bandung


Loading...