Advertisement

Sebanyak 2.000 Pedagang Pasar di Kabupaten Garut Menjadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

Sebanyak 2.000 Pedagang Pasar di Kabupaten Garut Menjadi Sasaran Vaksinasi Covid-19
(Dok Diskominfo Garut Via Republika.co.id)
Editor: Epenz Hot News —Kamis, 4 Maret 2021 12:35 WIB

Terasjabar.id -- Sedikitnya 2.000 pedagang pasar di Kabupaten Garut menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 termin pertama untuk pelayan publik. Pedagang pasar yang didahulukan adalah mereka yang berjualan di wilayah zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan, sebanyak 2.000 orang itu belum mencangkup seluruh pedagang pasar di Kabupaten Garut. Hanya pedagang di beberapa pasar yang didahulukan pada vaskasinasi termin pertama untuk pelayan publik kali ini. Beberapa tempat yang didahulukan antara lain Pasar Ciawitali, Garut Plaza, Jogja, dan Asia Toserba."Tempat-tempat itu didahulukan karena zona merah," kata dia saat dihubungi Republika, Kamis (4/3).

Sementara untuk pedagang pasar di wilayah lain akan dimasukkan dalam jatah vaksinasi untuk pelayan publik pada termin berikutnya. Sebab, jatah vaksin untuk pelayan publik yang diterima Kabupaten Garut dalam termin pertama masih jauh dari kebutuhan di lapangan. 

Meski begitu, Leli memastikan, para pedagang pasar termasuk pelayan publik yang mesti diprioritaskan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Pasalnya, para pedagang selalu berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya. 

"Kalau totalnya (pedagang pasar yang akan divaksin) saya harus tanya dulu, tapi yang pasti pedagang pasar masuknya dalam jatah pelayan publik. Kalau ada yang kelewat, baru masuk ke jatah masyarakat," kata dia.

Menurut dia, sejauh ini tak ada resistensi dari pedagang pasar dalam pelaksanaan vaksinasi. Ia mengklaim, mayoritas pedagang pasar antusias untuk menjalani vaksinasi. "Mereka semua mau dan kooperatif," kata Leli.

FOLLOW JUGA : 

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah menggelar vaksinasi bagi pelayan publik, khususnya bagi pedagang di Pasar Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, pada Rabu (3/3). Kegiatan vaksinasi di pasar itu akan berlangsung selama empat hari hingga Sabtu (6/3).

Pelaksanaan vaksinasi di Pasar Wanaraja dibagi dalam dua segmen, yaitu pedagang yang berjualan di kios dan pedagang kaki lima (PKL). Total keseluruhan pedagang di pasar itu mencapai 1.050 orang. Namun jumlah pedagang yang terdaftar untuk vaksinasi berjumlah 300 orang. Pihak Kecamatan Wanaraja disebut telah menyediakan 49 vial vaksin untuk 490 orang sasaran.

“Untuk pelayanan publik kita menyediakan kurang lebih 49 vaksin untuk 490 orang, baik untuk ASN, para pedagang, maupun pelayanan publik lainnya,” kata Camat Wanaraja, Mia Herlina melalui keterangan resmi. Ia meminta masyarakat untuk tidak takut melakukan vaksinasi. Sebab, vaksinasi merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Wanaraja, Machmud Daryana mengungkapkan, para pedagang menyambut baik program vaksinasi Covid-19. Menurut dia, sebelum diadakannya vaksinasi, UPTD Pasar Wanaraja sudah lebih dulu menerapkan protokol kesehatan. Meski demikian, pengunjung pasar selalu ramai. Karenanya, pedagang pasar menjadi salah satu yang berisiko terpapar Covid-19.

"Ya di pasar memang begini (ramai). Kita lebih mengetatkan permasalahannya kepada memakai masker dan mencuci tangan ditekankan,” kata dia.

Salah satu pedagang di Pasar Wanaraja yang telah divaksin, Nurasiah (33 tahun), mengaku senang dengan diadakannya vaksinasi di pasar tempatnya bekerja. Ia berharap, dengan adanya program vaksinasi, Pasar Wanaraja menjadi lebih sehat. 

Ia juga mengajak pedagang lain untuk melakukan vaksinasi. Sebab, vaksinasi merupakan salah satu upaya dalam mencegah penularan Covid-19.“Buat teman-teman para pedagang yang lain, yuk kita divaksin. Kita jaga kesehatan untuk semuanya,” kata dia.

Disadur dari republika.co.id

Pedagang Pasar Kabupaten Garut Program Vaksinasi PAndemi COvid-19 Pelayan Publik


Loading...