Advertisement

Beda Gaya Gibran & Jokowi Jadi Wali Kota Solo, Suami Selvi Punya 3 Kelebihan, Bakal Sesukses Ayah?

Beda Gaya Gibran & Jokowi Jadi Wali Kota Solo, Suami Selvi Punya 3 Kelebihan, Bakal Sesukses Ayah?
Tribunjakarta
Editor: Malda Hot News —Selasa, 2 Maret 2021 09:08 WIB

Terasjabar.id - Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka akhirnya sah menjadi Wali Kota Solo bersama Teguh Prakosa sebagai wakil.

Pasangan Gibran Rakabuming - Teguh Prakosa mengikuti pelantikan dan sumpah jabatan untuk periode 2021 - 2026.

Dalam pidato perdananya, Gibran Rakabuming memaparkan sejumlah program kerja prioritas.

Suami Selvi Ananda ini juga berbicara tentang peningkatan ekonomi melalui kreativitas masyarakat.

Bahkan, kakak Kaesang Pangarep ini akan membuat big data sebagai acuan agar kinerja pemkot semakin transparan dan akuntabel.

Setelah dilantik, Gibran Rakabuming Raka langsung blusukan ke sejumlah pasar dan tempat lainnya.

Adapun Joko Widodo dan F.X. Hadi Rudyatmo yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memenangkan Pilwalkot 2005.

Terpilihnya Jokowi dan Rudy menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo periode 2005 sampai 2010 menggatikan Slamet Suryanto yang sebelumnya juga Menjadi Wali Kota Solo dan lawan politik Pilwalkot Solo 2005 menjadi titik awal Jokowi berkarier dalam dunia politik di Indonesia.

Bahkan, dalam piwalkot 2010, Jokowi - Rudy meraup suara 90,09 persen.

Salah satu prestasi Jokowi-Rudy dalam pemerintahan Kota Solo, yang merupakan pengakuan warga Solo dan luar Kota Solo, adalah pendekatan model dalam penataan pedagang kaki lima (PKL).

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa saat pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Gedung Graha Paripurna DPRD Solo pada Jumat (26/2/2021).
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa saat pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Gedung Graha Paripurna DPRD Solo pada Jumat (26/2/2021). ((Dokumentasi Pemkot Solo))

Pada saat Satuan Polisi Pamong Praja di kota lain yang ribut dengan PKL, di Solo, pemindahan hampir 1.000 PKL dari Monumen '45 Banjarsari ke Pasar Klithikan, Notoharjo, tanpa kekerasan.

Perhatian Jokowi-Rudy terhadap masyarakat tidak diragukan lagi. Bahkan, sehari menjelang kampanye, Pemkot Solo melakukan Bantuan Pendidikan Masyarakat (BPMS) untuk 43.000 siswa yang menggratiskan biaya pendidikan untuk siswa SD-SMA.

Selain figur Jokowi yang menguasai luar biasa, kesuksesan Jokowi-Rudy itu juga didukung oleh tim sukses yang solid.

Joko Widodo, saat masih menjabat Wali Kota Solo, menerima mobil jenis sport utility vehicle (SUV) produksi siswa sekolah menengah kejuruan di Kota Solo, bekerja sama dengan Kiat Motor, Klaten, Senin (2/1/2012). (KOMPAS/SRI REJEKI)
Joko Widodo, saat masih menjabat Wali Kota Solo, menerima mobil jenis sport utility vehicle (SUV) produksi siswa sekolah menengah kejuruan di Kota Solo, bekerja sama dengan Kiat Motor, Klaten, Senin (2/1/2012). (KOMPAS/SRI REJEKI) (kompas/sri rejeki)

Kelebihan Gibran Rakabuming

Wali Kota Solo terpilih, Gibran Rakabuming Raka, dinilai memiliki setidaknya tiga kelebihan yang belum tentu dimiliki kepala daerah lain di Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago.

Pangi menyebut, kelebihan pertama Gibran ialah memiliki mentor seorang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Gibran langsung punya mentor seorang presiden, yang bagaimana beliau pernah membangun Kota Solo," ungkap Pangi dalam program Overview Tribunnews.com, Kamis (18/2/2021).

Kelebihan kedua menurut Pangi, Gibran memiliki dukungan kuat di DPRD Kota Solo yang dikuasai PDIP.

"Sehingga hampir menurut saya, tidak akan terlalu kesulitan untuk membuat program, memuluskan tujuan politik atau tujuan kesejahteraan."

"Karena DPRD Solo pasti akan tegak lurus mendukung penuh Wali Kota Solo, karena kursi di DPRD dikuasai penuh," kata Pangi.

Momen Suharni memayungi Gibran dan memberikan payung tersebut pada Wali Kota Solo di Pasar Gede, Jumat (26/2/2021).
Momen Suharni memayungi Gibran dan memberikan payung tersebut pada Wali Kota Solo di Pasar Gede, Jumat (26/2/2021). (TribunSolo.com/Ryantono Puji S)

Selain dua kelebihan tersebut, Pangi juga menyebut satu kelebihan lain.

Yaitu, kepala daerah lain belum tentu memiliki akses akses kekuasaan.

"Artinya apapun program yang dibawa dari pusat, hampir tidak ada kendala yang terlalu sulit, karena punya hubungan yang cukup bagus akses kekuasaannya," ungkap Pangi.

Sehingga, kata Pangi, kelebihan yang dimiliki Gibran harusnya bisa berdampak terhadap percepatan peningkatan kesejahteraan di Kota Solo.

Namun, Pangi menyebut ada kekhawatiran yang timbul di balik itu semua.

"Yang saya khawatirkan, justru nanti Gibran tidak mampu keluar dari zona wilayah kerja yang biasa-biasa menjadi luar biasa."

"Gibran tentu punya cara leadership sendiri yang tidak akan mencontoh atau copy paste kebijakan Presiden Jokowi yang dulu, tinggal dijalankan saja," ungkap Pangi.

Sehingga, ada atau tidaknya inovasi yang akan dilakukan Gibran patut untuk dinantikan.

Lebih lanjut, Pangi menyebut terdapat dua kategori kepala daerah.

"Ada kepala daerah yang hanya menjalankan rutinitas dan tidak ada gebrakan, tidak ada inovasi, hanya menjalankan rutinitas saja."

"Ada juga kepala daerah yang cukup piawai dan mahir yang tidak hanya mengerjakan rutinitas, tapi ada gebrakan yang luar biasa, yang justru sebelumnya tidak terpikirkan."

"Ini yang kita tunggu dari Gibran, apakah nanti punya gebrakan-gebrakan yang sebelumnya tidak terselesaikan dengan baik bisa diselesaikan, kita tunggu saja," ungkap Pangi.

(Tribunjakarta.com)


Gibran Jokowi Walikota Solo Selvi Ayah Kesuksesan


Loading...