Advertisement

Program Vaksinasi Covid-19, Masih Banyak Nakes Belum Dapat Vaksin Covid-19, Pemprov Jabar Minta Pusat Segera Kirim

Program Vaksinasi Covid-19, Masih Banyak Nakes Belum Dapat Vaksin Covid-19, Pemprov Jabar Minta Pusat Segera Kirim
(Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi : Google)
Editor: Epenz Hot News —Minggu, 28 Februari 2021 10:06 WIB

Terasjabar.id - Pemprov Jabar berharap pemerintah pusat segera menyalurkan lebih banyak vaksin Covid-19 ke Jawa Barat pada termin selanjutnya.

Hal ini disebabkan masih banyaknya petugas kesehatan di Jawa Barat yang belum mendapat vaksin Covid-19, padahal mereka seharusnya mendapat vaksinasi pada Tahap I.

Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jabar, Marion Siagian, mengatakan awalnya tenaga kesehatan yang akan diberi vaksin pada Tahap I berjumlah 181.701 orang. Namun, di Sistem Informasi SDM Kesehatan, angka ini terus bertambah.

Berdasarkan SISDMK per 25 Februari 2021, katanya, kini terdapat 240.197 sasaran vaksinasi yang terdiri atas tenaga kesehatan dan nontenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Padahal, pengajuan vaksinasi untuk Tahap I terlanjur diajukan untuk 181.701 orang.

Dengan adanya tambahan data ini, katanya, maka sisa tenaga kesehatan dan nontenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan akan divaksin pada Tahap II.

Sebab, pada Tahap I, alokasi vaksin Covid-19 yang sudah diterima berjumlah 350.720 vial untuk 175.360 orang. Pada Tahap I, satu vial berisi untuk satu dosis, sedangkan seorang membutuhkan suntikan dua kali dosis.

Dengan perhitungan berdasarkan data 25 Februari 2021 tersebut, terdapat 64,837 tenaga kesehatan dan nontenaga kesehatan yang seharusnya divaksin di Tahap I, akan divaksin di Tahap II. Permasalahan data ini, katanya, kian memperumit perencanaan vaksinasi di Jawa Barat.

"Awalnya tenaga kesehatan kita hanya 181 ribuan. Padahal di data ril, ada 240 ribuan, masih ada yang tidak terdaftar. Padahal kita sudah masuk ke Tahap II, yaitu untuk kelompok pelayanan publik, TNI dan Polri, media juga masuk ke kelompok yang divaksin di Tahap II, kemudian lansia," kata Marion di Kota Bandung, Minggu (28/2). 

Pada Tahap II ini, Jabar pun baru menerima jatah 127.070 vial atau 1.143.630 dosis untuk 571.815 sasaran. Vaksin yang sampai ini, katanya, baru sekitar 8 persennya, dari total target orang yang akan divaksin di Tahap II yakni 6.599.198 orang.

Dengan perkiraan jumlah penerima vaksin Covid-19 yang masih akan bertambah seperti kasus Tahap I dan masih adanya tenaga kesehatan dan nonkesehatan yang divaksin di Tahap II, maka kebutuhan vaksin Covid-19 pun akan bertambah lagi.

FOLLOW JUGA :

Berdasarkan data yang sudah diterima, pada Tahap II ini ada 4.403.984 lansia yang jadi target vaksinasi, sementara petugas publik 2.195.215 orang.

Petugas publik yang dimaksud adalah berbagai profesi yang kerap melakukan kontak dengan banyak orang.

"Dengan 8 persen vaksin yang baru datang, di kabupaten dan kota akan lihat siapa yang jadi prioritas awal vaksin tahap kedua ini. Pasti akan ada dinamika," katanya.

Di Jawa Barat sendiri, katanya, terdapat 10.250 petugas vaksinator, menuju 11.000 vaksinator, yang sedang dilatih. Kemudian sistem distribusi vaksin dan tempat vaksinasi di Jabar pun sudah siap, termasuk bantuan SDM dari berbagai instansi, termasuk TNI dan Polri.

"Vaksinasi lansia di Tahap II ini berbasis faskes. Pak Gubernur punya pemikiran bagaimana lansia yang tidak bisa jangkau faskes, kita lakukan dengan mobile vaksinasi. Kalau ada opsi vaksinasi massal, harus di bawah tim khusus karena lansia di kita banyak punya komorbid," katanya.

Untuk menghadapi vaksinasi di tahap-tahap selanjutnya, katanya, Dinkes Jabar tetap menambah SDM vaksinasi.

Sebab orang yang divaksin pada Tahap I dan II ini masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan Tahap III dan selanjutnya yang mencapai belasan juta orang dari total target yang akan divaksin di Jabar mencapai 36.207.393 orang.

"Tahap I masih 181 ribu di sistemnya. Untuk lansia dan pelayan publik masih 6,6 juta. Artinya kita harus siapkan untuk masyarakat umum yang jumlahnya puluhan juta, termasuk pengelolaan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). Selama ini kan yang ditakutkan KIPI-nya," tuturnya.

Marion mengatakan penerimaan vaksin Tahap II Termin I dilakukan pada Senin (22/2). Pendistribusian vaksin Covid-19 dari Provinsi Jabar ke 27 daerah dilakukan sesuai standar prosedur operasional (SOP) Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Marion mengatakan, rantai dingin menjadi fokus utama dalam pendistribusian. Vaksin COVID-19 didistribusikan menggunakan kendaraan berpendingin cold box atau vaccine carrier.

"Pengamanan dan distribusi sudah terkoordinasi dengan Polri dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang membantu distribusi ke kabupaten/kota," tuturnya.

Jumlah sasaran vaksinasi tahap II di Jabar sekitar 6,6 juta orang. Rinciannya, ada 4.403.984 lansia yang jadi target, sementara petugas publik 2.195.215 orang.

Marion menjelaskan, dalam vaksinasi tahap II, Sumber Daya Kesehatan (SDM) Kesehatan yang belum jalani vaksinasi dan lansia menjadi sasaran utama. Setelah itu, baru pelayan publik.

"Prioritas SDM Kesehatan yang belum disuntik vaksin, lalu lansia dan pelayan publik. Semua sasaran akan divaksin, namun menunggu giliran disesuaikan dengan ketersediaan vaksin," ucapnya.

Selain memastikan mutu vaksin Covid-19 terjaga selama pendistribusian, tempat pelayanan vaksinasi di kabupaten/kota sudah disiapkan. Pun demikian dengan tenaga vaksinator terlatih.

"Faskes pelaksana vaksinasi sudah siap, begitu juga vaksinator di lapangan. Kabupaten/kota sudah membuat perencanaan untuk vaksinasi massal di daerah masing-masing," kata Marion.

Vaksinasi massal digelar untuk memperluas cakupan sasaran dan mempercepat penyuntikan vaksin. Selain itu, Marion mengatakan bahwa skenario penyuntikan vaksin Covid-19 di daerah terdampak banjir sudah disiapkan.

"Vaksinasi di daerah banjir tetap dilaksanakan dengan membuat strategi memindahkan tempat pelayanan ke faskes yang tidak terdampak banjir atau dilakukan di tempat pengungsian dengan pengawasan tim medis yang kompeten," tuturnya. 



Disadur dari Tribunjabar.id

Pemprov Jabar Pandemi Covid-19 Prokes Jabar PRogram Vaksinasi Nakes


Loading...