Advertisement

Program Vaksinasi Bagi Lansia, Nenek 66 Tahun di Kota Bandung Ini Tak Menyangka Bakal Dapat Vaksinasi

Program Vaksinasi Bagi Lansia, Nenek 66 Tahun di Kota Bandung Ini Tak Menyangka Bakal Dapat Vaksinasi
(Ist/Sindonews.com : Google)
Editor: Epenz Hot News —Minggu, 28 Februari 2021 08:58 WIB

Terasjabar.id - Program vaksinasi bagi lansia telah dimulai di Kota Bandung. Sebanyak 300.000 lansia ditargetkan bakal mendapatkan program vaksinasi pemerintah. Pada tahap pertama, sebanyak 120.000 lansia mendapatkan vaksinasi di berbagai faskes di Bandung.

Salah satu lansia bernama Mariani, tak menyangka bakal mendapatkan program vaksinasi pemerintah. Saat ini usianya 66 tahun dengan beberapa anak dan cucu. "Kita divaksin untuk jaga jaga. Karena umur juga sudah lanjut ya," kata dia.

Mariani mengaku, tak menyangka akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 . Karena sebelumnya, vaksinasi ini menyasar masyarakat produktif. Namun, seiring berjalannya waktu, pemerintah mengubah kebijakan. Ternyata, lansia mendapatkan prioritas setelah tenaga kesehatan. "Alhamdulillah ternyata kebagian juga makanya ibu ikhtiar, divaksin biar sehat," ucap Mariani.

Hal senada juga disampaikan dosen Unpad, Samyugio. Saat ini, dia berusia 62 tahun saat menjalani proses vaksinasi COVID-19 . Dia mengaku, bersyukur mendapat program vaksinasi pemerintah. "Biar reugreug (tenang) dan biar saya bisa beraktivitas normal kembali setelah divaksin ini," ujar guru besat Unpas ini, usai divaksin di RS Al Islam Bandung, Jalan Soekarno Hatta.

FOLLOW JUGA :

Dia mengaku sama sekali tidak kekhawatiran dan sangat siap untuk divaksin. "Alhamdulillah saya tidak merasakan kekhawatiran apa pun. Karena saya yakin mereka (tenaga kesehatan) lebih hebat daripada saya," ungkap Samyugio. Menurutnya, sebagai manusia, dirinya hanya bisa ikhtiar dan berusaha agar terhindar dari virus COVID-19 .

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rosye Arosdiani, jumlah lansia di Kota Bandung mencapai hampir 300 ribu. Namun dosis pertama yang telah diterima oleh Dinkes sebanyak 120 ribu. "Oleh karena itu proses vaksinasi Tahap II bagi lansia di Kota Bandung akan dilaksanakan secara bertahap hingga Minggu kedua Juni sesuai dengan ketersediaan vaksin ," ujar Rosye.


Namun menurut Rosye, tidak semua lansia bisa menerima vaksin . Ada beberapa kriteria khusus yang harus dipenuhi. Karena ada beberapa kondisi tertentu yang tidak bisa divaksin . "Khusus pada lansia, perlu ditambahkan anamnesa yaitu bila mengalami tanda-tanda frail, renta, atau rapuh," tegasnya.

Pertama, mengalami kesulitan naik 10 anak tangga. Kedua, sering mengalami kelelahan. Ketiga, memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit. Penyakit tersebut yaitu hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis , serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal.

Keempat, mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter. Terakhir yaitu mengalami penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun terakhir. "Sehingga vaksin tidak dapat dilakukan pada lansia jika mengalami lebih dari tiga di antara lima tanda frail tersebut," terangnya. "Kemudian yang perlu diperhatikan, yang memiliki penyakit yang tidak terkontrol. Jadi jika ada lansia yang rutin berobat, harus dikonsultasikan terlebih dulu ke dokter," imbuhnya.

Untuk vaksinasi pada lansia tidak bisa dilaksanakan di mana saja termasuk di Rumah. Pemerintah Kota Bandung, menurut Rosye, telah menyiapkan beberapa fasilitas kesehatan seperti RSKIA, Rumah Sakit Umum, dan 30 Puskesmas. "Untuk lansia tidak bisa dilaksanakan di mana saja, mengingat kondisi lansia. Sehingga vaksinasi dilakukan di upayakan di faskes yang mumpuni. Jadi apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan bisa segera tertangani," terangnya.

Disadur dari Sindonews.com 

Program Vaksinasi Kota Bandung Lansia Pandemi Covid-19 Bandung Faskes


Loading...