Advertisement

HEBOH ! di Garut Ada Benda Prasejarah Peninggalan Prabu Siliwangi dan Raden Kian Santang

HEBOH ! di Garut Ada Benda Prasejarah Peninggalan Prabu Siliwangi dan Raden Kian Santang
Istimewa Sekretaris Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, Mamun De Hok (tengah), bersama ahli sejarah dan kepurbakalaan, Warjita (kanan) dan juru pelihara di lokasi penemuan batu yang diduga peninggalan Pr
Editor: Malda Teras Garut —Kamis, 25 Februari 2021 12:49 WIB

Terasjabar.id - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut (Disparbud) menemukan benda prasejarah yang kemungkinan merupakan peninggalan dari Prabu Siliwangi.

Sekretaris Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, Mamun De Hok, mengatakan, artefak berupa batu tersebut ditemukan di perbukitan Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

"Saat ini kita masih terus meneliti benda-benda prasejarah yang ditenggarai peninggalan Prabu Kian Santang atau Prabu Siliwangi. Salah satu benda yang kita teliti ini di antaranya Batu Nungku,” katanya, Rabu (24/02/2021).

Mamun menjelaskan, dengan ditemukannya batu prasejarah ini nantinya wilayah penemuan berpotensi menjadi kawasan destinasi baru wisatawan.

"Ke depan kita akan bangun wisata budaya dengan latar belakang legenda Raden Kian Santang dan Prabu Siliwangi, karena ini sangat potensial. Kita akan beri nama Bukit Kian Santang," ucap Mamun.


Keindahan dari perbukitan tempat ditemukannya batu tersebut memiliki potensi kuat untuk bisa dijadikan spot khusus bagi wisatawan.

Dari bukit tersebut terlihat jelas hamparan kawasan Limbangan dan Malangbong.

Batu prasejarah ditemukan di Garut, diduga peninggalan zaman Prabu Siliwangi dan Kian Santang.
Batu prasejarah ditemukan di Garut, diduga peninggalan zaman Prabu Siliwangi dan Kian Santang. (Istimewa)

"View lembah alam perbukitan sehingga dari atas bukit tampak terlihat hamparan wilayah perkotaan, Limbangan, dan Malangbong nantinya akan menambah daya tarik wisatawan,” katanya.

Sementara itu ahli sejarah dan kepurbakalaan Warjita mengatakan, batu tersebut diduga sebagai hasil dari budaya tradisi megalitik prasejarah.

Warjita menyebut penemuan batu tersebut baru dugaan, karena perlu diteliti terlebih dulu oleh arkeolog.

"Fungsinya sebagai media pemujaan, ibadah atau permohonan kepada leluhur untuk kesuksesan atau keberhasilan dalam bertani, misalnya. Tapi ini baru dugaan karena belum dilakukan penelitian arkeologis oleh tim arkeolog Jawa Barat," katanya. (*)

(Tribunjabar.id)


Garut Prabu Siliwangi Raden Kian Santang


Loading...