Advertisement

Cerita Pasangan Suami-Istri Menikah di Usia 12 dan 11 Tahun, Punya 16 Anak, Awalnya Ingin Sepasang

Cerita Pasangan Suami-Istri Menikah di Usia 12 dan 11 Tahun, Punya 16 Anak, Awalnya Ingin Sepasang
Tribunjabar.id
Editor: Malda Berita Viral —Kamis, 25 Februari 2021 09:55 WIB

Terasjabar.id - Memiliki anak banyak disebut mendatangkan banyak rezeki. Sehingga, banyak orang yang memiliki anak banyak di masa lalu.

Namun, pemerintah kemudian mengeluarkan program keluarga berencana (KB) untuk menekan angka pertumbuhan manusia.

Selain membatasi cukup dua anak, juga tentang usia yang diperbolehkan menikan.

Namun, tentu saja hal itu tak berlaku bagi pasangan Mulyono (46) dan Partina (45).

Pasangan suami istri asal Malang, Jawa Timur, memiliki 16 anak.

Mereka menikah tahun 1986.

Saat menikah, keduanya masih sangat belia. Mulyono masih berusia 12 tahun dan istrinya 11 tahun.

Dua tahun kemudian, yakni pada 1988, anak pertamanya lahir.

Setahun kemudian anak keduanya pun lahir.

"Selisihnya kurang lebih satu tahun, dua tahun, paling lama empat tahun," kata Mulyono ditemui di kediamannya di Jalan Karakatau Nomor 19 Kota Malang, Rabu (24/2/2021).

Delapan anaknya masih berada di bangku pendidikan. Satu orang kuliah di Universitas Negeri Malang, tiga orang duduk di bangku SMP, tiga orang lagi di bangku SD, dan satu orang masih TK.

Ingin sepasang anak

Awalnya pasangan ini hanya ingin memiliki sepasang anak.

Namun, keterusan hingga akhirnya mempunyai 16 anak.

"Awalnya ingin punya anak dua saja, laki-laki dan perempuan. Tapi, yang atas (Tuhan) memberi. Yang tidak punya anak saja ingin punya anak," kata Partina.

Beruntung, semua anaknya lahir secara normal.

Partina mengaku sudah pernah mengikuti program KB. Bahkan, dia sudah pernah memasang implan susuk.

Namun, implan itu terpaksa dicabut karena membahayakan kesehatannya.

Partina tidak menyesal mempunyai anak banyak.

Bahkan, ketika ada orang yang berniat untuk mengasuh anaknya menjadi anak angkat, Partina menolak.  

"Dulu ada yang mau diambil orang, tapi saya tidak mau, kasihan. Mau dikasih rumah, uang, tapi saya tidak mau. Biarkan kumpul, makan tidak makan yang penting kumpul. Alhamdulillah tidak ada yang ikut orang," kata dia.

Jualan bakso

Untuk menghidupi keluarganya, Mulyono berjualan bakso keliling.

"Kalau istri jualan di Jagalan, sewa lapak di situ," kata Mulyono.

Meski harus banting tulang menafkahi belasan anak, pasangan suami istri itu mengaku senang punya anak banyak.

Menurut mereka, dengan anak banyak rumah menjadi ramai.

"Ramai gitu juga senang. Mau mandi, mau makan saja bertengkar. Mau mandi masih sempat bertengkar," ujar Partina. (Tribunjabar.id)




Viral Anak Pernikahan dini Jawa Timur


Loading...