Warga Cianjur Selatan Terpaksa Pakai Rakit untuk Menyeberang, Jembatan Gantung Sungai Ciujung Putus

Warga Cianjur Selatan Terpaksa Pakai Rakit untuk Menyeberang, Jembatan Gantung Sungai Ciujung Putus
Tribunjabar.id
Editor: Malda Berita Viral —Selasa, 23 Februari 2021 11:14 WIB

Terasjabar.id - Puluhan warga di tiga desa di Cianjur selatan terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi Sungai Ciujung sebelum beraktivitas.

Ini karena jembatan gantung yang biasa digunakan warga terputus.

Warga yang harus menggunakan rakit untuk menyeberang tinggal di wilayah Naringgul dan Cikadu.

Setiap hari mereka membawa motor naik ke atas rakit untuk bisa sampai ke seberang.

Seorang warga Kampung Padawaras, Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, Ridwan (33), mengatakan ia bersama puluhan warga lainnya harus naik rakit untuk beraktivitas ke Kampung Tugu Desa Karyabakti, Kecamatan Cidaun.

"Ongkosnya relatif, antara Rp 3 ribu sampai dengan Rp 5 ribu untuk sekali jalan," ujar Ridwan melalui sambungan telepon, Senin (22/2/2021).

Ridwan mengatakan, jembatan gantung putus karena banjir menerjang Sungai Ciujung beberapa waktu lalu.

Ridwan berharap pemerintah daerah maupun pusat bisa terjun dan memberikan bantuan ke pelosok.

Seorang warga lainnya, Indra Riana Rosid (30) yang tinggal di Kampung Ciambon, Desa Margasari, Kecamatan Naringgul, mengatakan dari kampungnya menuju Kampung Cipicung, Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, memang belum ada akses jembatan.

Sejak dulu warga dan anak sekolah setiap harinya menggunakan rakit untuk menyeberang sungai

"Di sini anak sekolah setiap hari menyeberang sungai dengan rakit, kalau arus sungai sedang naik, maka mereka tidak sekolah karena berbahaya," katanya.

Indra berharap adanya bantuan pembangunan jembatan karena sejak ia lahir di desanya tersebut belum ada jembatan gantung untuk menyeberang.

"Bayar rakit relatif, bisa seiklhlasna tergantung yang naik rakit," katanya.

Indra mengatakan, selain jembatan, infrastruktur di Desa Margasari, Kecamatan Naringgul juga dalam kondisi hancur dan rusak parah.

Jalan kabupaten menuju desa, kata Indra, masih berupa tanah, yang berdebu ketika musim kemarau dan berlumpur ketika musim hujan.

"Mobil kecil kalau tak off-road tak bisa masuk, sekelas truk pun banyak yang terjebak lumpur," kata Indra.

Indra mendengar pihak desa sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan jalan terutama di Kampung Cibiru-Cikamuning-Pasirjambu yang sering rusak jalannya dan banyak mobil terjebak lumpur.

Namun perbaikan jalan tak juga terlaksana.(ferri amiril mukmininTribunjabar.id))



Viral Cianjur Ciujung Cikadu


Loading...