Advertisement

Kembangkan potensi Desa Wisata di Indonesia, 2 Asosiasi Ini Jalin Kerjasama

Kembangkan potensi Desa Wisata di Indonesia, 2 Asosiasi Ini Jalin Kerjasama
(Lukman/Sindonews.com : Google)
Editor: Epenz Hot News —Rabu, 17 Februari 2021 12:56 WIB

Terasjabar.id - Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) menggandeng Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) mengembangkan potensi desa wisata di Indonesia.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, hingga tahun 2018 sudah ada sebanyak 1.734 desa wisata dari total 83.931 desa di Indonesia.

"Potensi desa wisata sangat besar. Sehingga kami sepakat untuk melakukan kerjasama dalam hal peningkatan peran terhadap pengabdian masyarakat. Khususnya terkait pengembangan desa wisata di Indonesia. Nantinya, ASPPI maupun ASIDEWI akan saling mendukung dalam pelaksanaan program pengembangan, pendampingan, dan pembangunan desa wisata," jelas Ketua Umum ASPPI, Safor Madianto, Rabu (17/2/2021).

Dia menyatakan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) desa wisata akan terus ditingkatkan. Sehingga, akan menjadi pelaku desa wisata yang profesional. Maraknya kemunculan desa wisata pada satu dasawarsa terakhir, kata dia, menjadi potensi besar dalam pengembangan pariwisata Indonesia.

“Karakteristiknya mampu menjaga kearifan lokal, lingkungan, dan memberdayakan ekonomi warga. Hal ini membuat desa wisata makin layak diperhitungkan,” ujar Safor.

Sementara itu, Ketua Umum ASIDEWI, Andi Yuwono menyambut baik kerjasama ini sebagai upaya mendorong kemajuan desa wisata. Dia juga mengingatkan pentingnya peran desa wisata dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia.

FOLLOW JUGA :



"Desa wisata merupakan pengejawantahan dari konsep Pariwisata Inti Rakyat. Ini mengandung arti bahwa masyarakat desa memperoleh manfaat sebesar-besarnya dalam pengembangan pariwisata," tukasnya.

Lebih lanjut kata Andi, masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata dalam bentuk pemberian jasa dan pelayanan. Hasilnya nanti dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di luar aktivitas mereka sehari-hari.

“Dan hal ini dapat dicapai melalui keterlibatan masyarakat desa dalam setiap aspek pariwisata yang ada di desa tersebut,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim Sinarto mengatakan, sejak pertengahan hingga akhir tahun 2020 pertumbuhan sektor industri pariwisata sudah mencapai 900 industri wisata.

Bahkan tahun ini sudah ada lebih dari 1.000 industri pariwisata baru. Baik destinasi wisata ataupun penginapan. "Artinya, bisnis pariwisata itu terus berkembang,” katanya.

Dia menyatakan, tahun ini Disbudpar Jatim bakal membuat aplikasi berbasis android bernama 'Jatim Stock'. Aplikasi ini akan menyediakan bank data (database) berisi foto dan video dokumentasi destinasi wisata yang selama ini dimiliki oleh Jatim.

“Di harapkan, masyarakat Jatim dapat memanfaatkan itu guna mempermudah mendesain produk usaha ekonomi kreatif yang sedang dirintisnya,” tandasnya.

Disadur dari Sindonews.com 

ASPPI ASIDEWI Desa Wisata BPS Pandemi Covid-19 SDM


Loading...