Pilot Fakhry Ditemukan Di Wilayah Pantai Santolo

Pilot Fakhry Ditemukan Di Wilayah Pantai Santolo
Editor: Epenz Teras Bandung —Rabu, 17 Februari 2021 09:37 WIB

Bandung, Terasjabar.id - Tim gabungan Basarnas Bandung berhasil menemukan jenazah Fakhri Ramadiza Syafni (22) korban tenggelam di Rancabuaya pesisir pantai Cikaso Garut di wilayah santolo 30 menit dari Santolo menuju laut, Selasa siang (16/2-2021) pukul 14.31 WIB.


Menurut keterangan Deden paman dari Fakhri, siang itu korban langsung dibawa ke Puskesmas untuk menjalani proses identifikasi disaksikan langsung oleh ayah kandungnya (Reza A Syafni) dan adiknya (Raihan).


Usai identifikasi sore itu jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Dago Bandung dan tiba pukul 11.15 WIB.


Fakhry Rahmadiza Syafni (22) salah satu korban dari lima orang mahasiswa Bandung, yang hanyut terseret ombak di pesisir Pantai Cikaso Garut, Jumat petang (12/2-2021) pukul 17.00 WIB dalam pencarian Tim gabungan hingga Selasa siang (16/2-2021), ahirnya berhasil ditemukan, dari Santolo dengan jarak tempuh menuju laut selama 30 menit.


Seperti dilaporkan oleh Dewan Pengurus 38 Perhimpunan Pencinta Alam Sadagori Bandung bahwa, dari 4 orang yang selamat itu diantaranya 3 orang telah dijemput pihak keluarga dan kembali ke Bandung hari Minggu (14/2+2021) setelah dirawat di Puskesmas setempat yaitu, M Ramzy Faras (21), Azka H Hazazi (18) dan Sam Ananda (17). Sedangkan Ibnu Salman W (18) dia tidak ikut berenang, menunggu di tepi pantai.

Gambar

(Foto kenangan Fakhry (bertopi) bersama ortu tercinta Reza A Syafni/Dian Emmalia dan adik Raihan Syafni, saat sekolah Pilot di BIFA Bali)


Sementara itu, 113 orang Tim pencarian yang terdiri dari tim operasional 61 orang dan tim posko 52 orang, sejak Jumat petang (12/2-2021) hingga Selasa siang (16/2-2021) bersama Tim yaitu, Basarnas Bandung, dibantu oleh TNI AL RI, Pol Air, Damkar Garut, Jabar Quick Response, Pencinta Alam se-Bandung, BPBD, Polsek, Orari, Koramil, Federadi Arung Jeram Indonesia (FAJI), Emergency Resvue Unit (ERU), Trabas, Tagana dan warga sekitar bergerak melakukan pencarian dilokasi Tempat Jejadian Musibah (TKM). Bahkan menyisir pantai Barat dan Timur secara maksimal.


Tim laut menyisir kearah barat 2 KM dan ke timur 2 KM dari TKM, sedangkan Tim Drone memantau TKM sepanjang 9 KM, dengan metode model arus laut. Pencarian korban selama 5 hari tersebut sempat terganggu ombak besar hingga perahu nyaris terbalik, sinyal 'HT' mati komunikasi terputus . Namun berkat kerja keras Tim Laut akhirnya berhasil menemukan jasad korban diwilayah laut Santolo.


Dari 5 orang itu yang berenang hanya 4 orang diantaranya 3 orang selamat dan Fakhry hanyut terseret arus ombak besar ketengah laut. Anak 'cikal' dari 2 bersaudara pasangan Reza/Dian ini, adalah Lulusan Sekolah Pilot BIFA Bali angkatan 2019, yang terlahir di Bandung 9 Oktober 1998. silam.


Dia sebenarnya sudah sangat terlatih, saat mengikuti sekolah Pilot di BIFA Bali. Pandai 'diving', renang dan ketangkasan lainnya. Bahkan saat ujian Fakhri sempat dilempar ketengah laut dari pesawat. Itu adalah ujian wajib bagi calon Pilot agar bisa berenang ketepian, terang Rudi Hermadi paman dari Fakhry saat diwawancarai melalui selulernya.


Dia juga paling senior diantara teman-temannya, baik di sekolah Pilot BIFA Bali maupun di Perhimpunan Pencinta Alam Sadagori Bandung.


Menurut keterangan pihak orang tua, pada hari Jumat (12/02-2021), Fakhry minta izin kepada Ayah/Ibunya, untuk pergi berkemah di kawasan Pantai Cikaso Bungbulang Garut. Rencananya hanya satu malam saja bersama 4 orang temannya. Namun Allah berkehendak lain. Fakhry ditelan keganasan ombak pantai Cikaso, ungkap Deden dari pihak keluarga.

Gambar

(Tim Basarnas gabungan saat menyisir pantai barat dan timur di Rancabuaya, mencari Fakhry korban tenggelam)


Korban sebenarnya dalam waktu dekat ini sudah siap untuk menjadi Pilot tetap di salah satu maskapai penerbangan di Papua. Namun ajal telah menjemputnya. Papar Deden.


Jenazah korban dikebumikan pagi ini Rabu (17/2-2021) di TPU Cikutra Bandung, diiringi tangis duka keluarga, sahabat dan teman dekat.
Apa yang terjadi atas kehendaknya, kami ikhlas Fakhry dipanggil sang Pencipta, ungkap Reza Amirsyah Syafni/Dian Emnalia ortu Fakhry.


Sementara itu, secara terpisah saksi Asep (42) salah seorang warga yang berada di warung, saat terjadi musibah menuturkan, sebenarnya Fakhry sempat menolong ketiga orang temannya itu dengan cara dipegang tubuhnya sambil berenang lalu dibawa ketepian. Begitu sampai ketepi salah seorang temannya bernama Azka (18) dalam kondisi pingsan disambut oleh Asep yang menunggu ditepian. Namun ketika Asep balik lagi ke laut, ternyata fakhry sudah semakin jauh ketengah laut dan menghilang ditelan ombak. Fakhry diduga kehabisan tenaga saat menolong ketiga temannya. Menurut penilaian warga setempat, Fakhry saat datang di lokasi dikenal sebagai pendatang yang sangat sopan, bahkan sebelum Fakhry turun ke pantai dia menunaikan solat ashar sendirian. Sedangkan 4 orang temannya menunggu Fakhry selesai solat. Saking simpatinya Asep warung meminta sejumlah foto-foto Fakhry, untuk kenang-kenangan katanya. (H WAWAN JR)

Tim Gabungan Basarnas Bandung Pantai Santolo Cikaso Garut Pilot BIFA Pilot Fakhry


Loading...