Advertisement

Proyek Food Estate Kalteng Panen Padi Perdana, Produktivitas 5,6 Ton per Ha

Proyek Food Estate Kalteng Panen Padi Perdana, Produktivitas 5,6 Ton per Ha
(Istimewa Via Republika.co.id)
Editor: Epenz Hot News —Selasa, 16 Februari 2021 13:35 WIB

Terasjabar.id -- Proyek food estate di Kalimantan Tengah mulai memasuki masa panen raya padi perdana setelah dilakukan penanaman pada Oktober 2020 lalu. Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, produktivitas yang diperoleh cukup tinggi, yakni mencapai 5,6 ton per hektare (ha) gabah.

"Ini panen perdana khususnya untuk di Kabupaten Pulang Pisau. Rata-rata produktivitas 5-5,6 ton per hektare. Alhamdulillah cukup tinggi," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana, Kementan, Sarwo Edhy saat dihubungi, Selasa (16/2).

Seperti diketahui, produktivitas padi pada area tersebut sebelumnya di bawah 4 ton per ha. Dengan dijadikannya status food estate, secara langsung mendapatkan pendampingan dan bantuan mekanisasi pertanian agar efisiensi produksi bisa ditingkatkan dengan hasil yang lebih optimal.

Sarwo menjelaskan, total hamparan yang mulai memasuki masa panen kurang lebih seluas 1.200 ha dari total area 10 ribu ha di Pulang Pisau. Adapun di Kapuas yang areanya lebih besar yakni 20 ribu ha baru akan memasuki masa panen pada pekan kedua Maret 2021.

Menurutnya, musim panen raya akan berlangsung mulai Maret hingga April mendatang. Meski demikian, ia tak menampik terdapat beberapa titik lokasi yang tidak optimal dalam menghasilkan produksi. Itu diakibatkan oleh banjir akibat curah hujan tinggi.

FOLLOW JUGA :

"Ya karena memang itu lahan rawa jadi ketika hujan air tinggi, ada beberapa lokasi tapi tidak berpengaruh signifikan terhadap keseluruhan produksi," kata Sarwo.

Food estate merupakan program baru pemerintahan Joko Widodo dalam memenuhi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pangan. Pemanfaatan lahan-lahan menyasar area marjinal seperti lahan rawa pasang surut untuk memacu produksi melalui perluasan areal dan peningkatan produktivitas.

"Sebagaimana arahan presiden,  kita harus menggunakan cara-cara baru dengan pendekatan teknologi dan memperluas skala cara bertani kita," katanya.

Syahrul pun menegaskan, dalam pengelolaan dan penanganan pertanian setiap daerah tidaklah sama. Menurutnya, persoalan pertanian itu selalu dinamis.

"Jadi, kelompok tani harus lebih kuat. Yang perlu diperhatikan itu adalah saling kerja sama, jangan saling menyalahkan, dan sempurnakan yang kurang," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menyampaikan bahwa program food estate tahun 2020 di Kalteng berjalan cukup baik dan lancar.

Mengenai berita gagal panen yang sempat beredar, Gubernur Sugianto menjelaskan bahwa dirinya beserta jajaran Forkopimda bergerak cepat menge-cek ke lapangan.

"Kami bersama Pak Kapolda, Pak Danrem, hari Selasa, 9 Februari lalu sudah mengunjungi empat titik. Memang, dalam tahap awal membangun, ada kekurangan. Tapi dengan dukungan pemerintah pusat terutama dari Bapak Menteri Pertanian, Insyaa Allah program ini akan lebih baik dan bisa menjadi contoh nasional," kata dia.

Disadur dari Republika.co.id

Proyek food estate Kalteng Pandemi Covid-19 Panen Raya Padi


Loading...