Advertisement

Sempat Dibuat Khawatir Oleh Lonjakan Kasus Covid-19, Kekhawatiran Warga Soal Penanganan COVID-19 di Jabar Menurun

Sempat Dibuat Khawatir Oleh Lonjakan Kasus Covid-19, Kekhawatiran Warga Soal Penanganan COVID-19 di Jabar Menurun
Ilustrasi (CNN Indonesia : Google)
Editor: Epenz Hot News —Selasa, 16 Februari 2021 10:40 WIB

Terasjabar.id - Kabar baik bagi seluruh masyarakat Jawa Barat. Setelah dibuat khawatir oleh lonjakan kasus COVID-19 , penanganan wabah penyakit asal Wuhan, China itu mulai menunjukkan progres menggembirakan.

Sejumlah indikator penanganan COVID-19 yang sempat membuat was-was masyarakat menunjukkan penurunan, mulai tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 hingga tingkat kematian.

Wakil Gubernur Jabar yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur ruang isolasi di 308 RS rujukan COVID-19 di Jabar mengalami penurunan.
Per 14 Februari 2021, BOR rumah sakit rujukan COVID-19 berada di angka 58,84 persen atau sesuai standar rujukan WHO, yakni kurang dari 60 persen atau menurun dari pekan sebelumnya yang sempat mencapai 63,38 persen. "Alhamdulillah minggu ini hanya 58,84 persen, tetapi ini pun belum sesuai yang diharapkan," kata Uu dalam keterangan resminya, Selasa (16/2/2021).

Uu merinci, per 14 Februari 2021, ruang isolasi hijau terisi 54,16 persen, ruang isolasi kuning terisi 66,36 persen, ruang isolasi merah terisi 61,98 persen, IGD terisi 60,42 persen, dan ICU terisi 26,00 persen.
Sementara BOR pusat Isolasi se-Jabar 50,20 persen, BOR rumah sakit Darurat COVID-19 Secapa AD 31,67 persen, RS Darurat Stadion Patriot Bekasi 26,79 persen, dan RS Lapangan COVID-19 Kota Bogor 85,71 persen.

Dalam sepekan terakhir, lanjut Uu, Jabar pun menambah tempat tidur ruang isolasi sebanyak 1.286 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Jabar pun terus berupaya meningkatkan angka pengetesan.

"Sampai 14 Februari 2021, total sampling adalah 1.032.854 dari kurang lebih 50 juta penduduk," sebutnya.

Uu menambahkan, sejumlah kriteria penanganan COVID-19 lainnya di Jabar juga membaik. Per 14 Februari 2021, tingkat kasus aktif COVID-19 berada di angka 14,47 persen atau menurun dari pekan sebelumnya.

Selain itu, per 14 Februari 2021, case recovery rate (CRR) atau tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jabar sebesar 84,31 persen atau meningkat dari pekan sebelumnya.

FOLLOW JUGA :



Adapun tingkat kematian (case fatality rate/CFR) per 14 Februari 2021 berada di angka 1,21 persen atau lebih rendah dari angka nasional yang mencapai 2,7 persen.

"Sedangkan angka reroduksi efektif (Rt) di Jabar per 10 Februari 2021 adalah 0,39 dengan rata-rata 14 hari terakhir sebesar 1,37," sebut Uu.

Terkait level kewaspadaan, berdasarkan data periode 1 hingga 7 Februari 2021, terdapat satu daerah dengan risiko tinggi penularan COVID-19 atau zona merah, yakni Kota Bogor. Sementara 22 daerah lainnya berstatus risiko sedang atau zona kuning dan empat daerah berstatus zona hijau atau risiko rendah, yakni Kabupaten Sukabumi, Majalengka, Sumedang, dan Subang.

Terkait vaksinasi COVID-19 di Jabar, Uu menegaskan bahwa pihaknya menargetkan vaksinasi tahap I bagi tenaga kesehatan di Jabar akan selesai pada pekan ketiga Februari 2021 yang bakal dilanjutkan ke tahap II bagi petugas publik dan lansia.

"Diestimasikan, yang akan divaksin di Jabar sebanyak 36,2 juta orang," imbuhnya.

Selain melaporkan perkembangan penanganan COVID-19 di Jabar, Uu juga menerangkan tingkat kepatuhan protokol kesehatan (prokes) di Jabar per 26 Januari hingga 14 Februari 2021, termasuk periode pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro yang dimulai 9 Februari 2021 lalu.

Per 14 Februari 2021, tren kepatuhan prokes masyarakat Jabar dalam menggunakan masker sebesar 83,18 persen, sedangkan tren kepatuhan prokes jaga jarak 81,38 persen. Selama PPKM mikro di Jabar, kata Uu, terdapat 2.271.003 orang yang dipantau oleh TNI, Polri, dan Satpol PP di 429.998 titik pemantauan.

"Periode 8 Februari sampai dengan 14 Februari 2021 menunjukkan peningkatan tingkat kepatuhan dalam menggunakan masker. Ada delapan daerah dengan tingkat kepatuhan (memakai masker) di atas 91 persen," papar Uu.

Delapan daerah yang dimaksud, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya.

Sementara untuk tingkat kepatuhan dalam menjaga jarak dan menghindari kerumunan selama periode 8-14 Februari 2021, terdapat lima daerah dengan persentase di atas 91 persen.

"Kelima daerah itu, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya," pungkasnya.

Disadur dari Sindonews.com 

Pandemi Covid-19 Prokes Jabar


Loading...