Advertisement

Panji Petualang Ungkap Penyebab Ular Piton Besar Muncul di Pintu Air, Ini Cara Agar Tak Masuk Rumah

Panji Petualang Ungkap Penyebab Ular Piton Besar Muncul di Pintu Air, Ini Cara Agar Tak Masuk Rumah
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Senin, 15 Februari 2021 11:08 WIB

Terasjabar.id - Pecinta reptil, Panji Petualang mengungkap penyebab ada ular piton besar tiba-tiba muncul di pintu air di kawasan Petamburan, Jakarta.

Dalam kanal Youtube-nya, Panji Petualang mengunggah video singkat berdurasi 31 detik.

Video tersebut merupakan video viral yang menunjukkan ular sebesar batang pohon di Jakarta merayap di turap pintu air.

Dalam video viral itu, terdengar suara seseorang yang merekam kejadian itu.

Ia mengabarkan ada ular di pinggir pintu air di Petamburan.

Kemudian, terdengar juga suara sejumlah pria heboh melihat ular piton muncul ke permukaan. Mereka ngeri melihat ular besar dan panjang.

Video ini diunggah di kanal Youtube Panji Petualang pada 13 Februari 2021.

Pada keterangan videonya, tertulis penjelasan dari Panji tentang viralnya ular piton di turap pintu air Petamburan.

"Sejatinya mereka ular adalah satwa yang habitatnya dekat dengan kita, mereka juga merupakan mahluk yang hebat dalam bertahan hidup di lingkungan extrame,

bahkan para ular bisa hidup di lokasi lokasi yang sejatinya tak bisa di sebut habitat mereka, seperti gorong2 atau saluran air," kata Panji Petualang.

Kemudian, ahli ular ini menyatakan ada bebeberapa faktor yang menyebabkan ular sampai keluar sarang baik pada awal maupun akhir tahun.

Penyebabnya antara lain, alih fungsi kawasan yang merupakan habitat alaminya, kekurangan makanan, hingga banjir.

"Aling fungsi habitat,kekurangan makanan alami hingga banjir merupakan faktor tahunan yang terjadi kala akhir dan awal tahun para ular keluar sarang," katanya.

Ia mengimbau warga agar tidak panik, tetapi tetap waspada. Ia pun memberikan tips tentang cara agar ular tak masuk rumah.

"Tetap waspada dan jangan panik jika berhadapan dengan mereka,tutup rapat akses masuk rumah seperti celah pintu dan lubang sirkulasi pembuangan air rumah kita," katanya.

Seperti yang dimuat Tribun Jakarta, warga melihat ular sebesar batang pohon pada Selasa (9/2/2021).

Ular tersebut muncul di Pintu Air Karet, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Ularnya segede pohon, tadi siang munculnya," kata Rizal.

Rizal menyebut, ular itu berukuran sekitar 10 meter dan masuk ke celah bebatuan.

"Ngumpet di lubang-lubang batu itu. Panjangnya kira-kira sepuluh meter, besar banget," ujarnya.

Munculnya ular piton itu membuat warga lainnya merekam kejadian itu.

Video viral itu pun beredar di media sosial, satu di antaranya diunggah akun Instagram @info_jakartapusat.

Hebohnya penampakan ular membuat petugas pemadam kebakaran atau Damkar Jakarta Pusat turun tangan mencari ular tersebut.

Cara Melepas Lilitan Ular Piton

Untuk menambah pengetahuan Anda, ada tips bagaimana cara melepaskan gigitan dan lilitan ular piton.

Hal itu pernah disampaikan Panji Petualang melalui vlog yang diunggah di channel Youtube-nya pada 21 Januari 2019.

Pada video itu, pecinta reptil itu memberikan edukasi tentang ular piton.
Terlihat ia me-rescue ular sanca besar yang masuk ke dalam rumah warga di Subang.

Panji menjelaskan, selain melilit, ular piton memang bisa menggigit. Panji Petualang menyebut, ular piton memiliki taring seperti kail.

Sekitar 150 taring menjadi kekuatan ular piton saat memangsa korban.

Ketika digigit ular piton, kemudian dipaksa ditarik, maka dampaknya sepertinyang kena gergaji, akan sobek.

Panji Petualang menyarankan untuk tak memaksa menarik gigitan ular piton.

Menurutnya, ada cara lain melepaskan gigitan itu yaitu menggunakan air.

Siramlah air pada mulut ular piton agar gigitannya lepas.

"Cara melepas gigitan piton adalah disiram air, tahanannya jangan ditarik, terus mulutnya itu siram pakai air, itu pasti lepas kalau digigit, kata Panji Petualang.

Lalu bagaimana cara melepas lilitan ular piton?

Masih di video yang sama, Panji Petualang menjelaskan terkait tips melepas lilitan ular piton.

Panji Petualang mengingatkan saat lilitan itu menuju leher, jangan sampai kepala dalam keadaan tegak.

Miringkan posisi kepala ke bahu kanan atau kiri.

Tempelkan dagu dan pipi ke bahu sehingga lilitan itu tak langsung mengenai leher.

"Kalau leher kalian gini (memiringkan kepala ke atass sekitar bahu) otomatis ada tahanan di sini," kata Panji menunjukkan posenya.

Walaupun akan tetap sakit, tapi cara itu bisa membuat tenggorokan tak langsung kehabisan nafas.

"Jadi tenggorokannya bisa suplai walaupun tetap kaya tadi sakit," jelasnya.

Kemudian, untuk melepaskan lilitan perlu dibantu minimal oleh dua orang.

"Harus dibantu sama orang minimal dua orang. Ketika dibantu sama orang mudah ngelepasin, tapi kalau enggak dibantu setengah mati," kata Panji Petualang.

Lilitan ular piton itu bisa mengakibatkan kehabisan napas.

Hal itu pula yang menyebabkan manusia bisa kehilangan nyawa ketika dililit ular piton.

Menurut Panji Petualang, rentang waktu gagal bernapas saat dililit ular piton paling lama sekitar tiga menit.

Waktu tersebut lebih cepat daripada dampak kehilangan napas saat digigit ular kobra.

"Jarak untuk gagal napas itu lebih cepat daripada digigit ular kobra. Jadi kita bakal kesendat enggak bisa napas dalam jarak sekitar tiga menit," ujarnya.

Dalam satu menit saja, Panji Petualang sudah kesulitan bernafas saat dililit ular piton.

Hal itu dirasakannya saat bereksperimen melilitkan ular piton hasil rescue tersebut di lehernya.

"Barusan itu cuma satu menit saya dililit rasanya kaya sakitnya di (leher) itu rasanya neken, enggak bisa dibayangin dan itu sakit banget sumpah," kata Panji Petualang.

Ia juga mengingatkan agar eksperimennya tak ditiru.

Ia melakukan eksperimen melilitkan ular piton semata-mata untuk memberikan edukasi.

"Panji saranin yang lihat eksperimen saya barusan tolong jangan ditiru karena bahaya sekali," katanya.

(Tribunjabar.id)

Panji Petualang Rumah Ular Piton


Loading...