Advertisement

Banyak Sekali Menyimpan Potensi Wisata, Curug Walanda Citatah Bandung Barat yang Menyimpan Sejarah

Banyak Sekali Menyimpan Potensi Wisata, Curug Walanda Citatah Bandung Barat yang Menyimpan Sejarah
(Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari : Google)
Editor: Epenz Teras KBB —Minggu, 22 November 2020 08:34 WIB

Terasjabar.id - Kabupaten Bandung Barat banyak sekali menyimpan potensi wisata, terutama wisata alam.

Satu di antaranya tempat wisata alam yang masih belum terjamah yaitu Curug Walanda Citatah yang berada di Kampung Gugunturan, RT 03/12, Desa Citatah Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Curug Walanda ini memiliki keunikan dari curug lainnya yang berada di Bandung Barat, yakni aliran air sungainya dari sebuah terowongan yang memiliki panjang sekitar 162 meter dan diameter lubangnya 8-10 meter.

Ketinggian air Curug Walanda ini mencapai 20 meter.

Aliran air dari Curug Walanda ini, mengalir ke Sungai Cirawa dan menyambung ke Sungai Cimeta.

Terowongan Curug Walanda ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

tribunnews
Jembatan di Curug Walanda Citatah yang berada di Kampung Gugunturan (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Dulu, pemerintah Belanda membangun sebuah jalur rel kereta api Cianjur-Bandung-Sukabumi.

Sementara itu, keberadaan terowongan Curug Walanda itu tepat berada d ibawah jalur rel kereta api.

Pada tahun 1882-an rel kereta api itu sudah mulai dibangun, namun sebelumnya, terowongan ini sudah ada dan nantinya diperuntukkan guna memasok air untuk kereta api uap di Stasiun Cipatat.

FOLLOW JUGA :

Keunikan dari Curug Walanda ini adalah ujung terowongannya merupakan tebing, maka terbentuklah air terjun. 

Menurut sesepuh, Otong (88), keberadaan terowongan Curug Walanda ini dari cerita ayahnya bernama Bahri bahwa pemerintahan Belanda dengan sengaja membuat terowongan itu selain untuk memasok air untuk kereta api uap, digunakan juga buat penahan rel kereta api.

"Dari cerita bapak saya Aki Bahri, terowongan itu dijadikan untuk menahan perlintasan kereta api," ujar Otong di lokasi, Sabtu (21/11/2020).

Kala itu, kata Otong, ayahnya bekerja di perusahaan kereta api pada perusahaan perkeretaapian bernama Staatssporwagen (SS).

tribunnews
Jalur kereta api di dekat Curug Walanda itu dibangun oleh para warga Indonesia yang dipekerjakan secara paksa (rodi) pada zaman penjajahan Belanda. (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Pengerjaan jalur kereta api dan Curug Walanda itu dibangun oleh para warga Indonesia yang dipekerjakan secara paksa (rodi) pada zaman penjajahan Belanda.

"Dulu ayah saya di gaji 160 perak, sebagai pegawai pemeliharaan sekitar tahun 1916, hingga tahun 1940, saya diceritakan dulu pengerjaan secara paksa, " ceritanya.

Kini keberadaan Curug Walanda ini oleh warga sekitar, dijadikan potensi tempat wisata baru di Bandung Barat.

Beberapa fasilitas sudah dibangun seperti jembatan pelangi yang posisinya persis di depan Curug Walanda, sangat cocok untuk spot foto yang instagramable.

Selain itu, di lokasi, suasana pemandangan persawahan yang hijau membuat suasana pedesaan terasa asri.

Selain itu, terdapat sungai Cirawa yang memiliki sejarah Bandung Purba.

Pengelola Curug Walanda, Jujun (38), mengatakan, selain membuka akses wisata Curug Walanda, ke depan pihaknya juga akan membangun dan memperkenalkan wisata edukasi kesenian Sunda.

"Ke depan juga di sini kami akan membuat spot untuk pertunjukan kesenian Sunda, alat musik tradisional seperti beluk, tarawangsa, " ujarnya.

Nantinya, pihaknya akan mengajak semua warga Kampung Gugunturan untuk berkolaborasi dan memperdayakan potensi, baik sumber daya alam, maupun sumber daya manusianya.

Ia berharap, keberadaan Curug Walanda ini bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar.

tribunnews
Penunjuk arah di Curug Walanda (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Akses dan Rute menuju Curug Walanda Citatah Bandung Barat

Soal akses menuju Curug Walanda ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Dari pusat Kota Bandung menuju ke lokasi Curug Walanda ini membutuhkan waktu satu jam setengah.

Dari Kota Bandung bisa menggunakan jalur ke arah Padalarang lalu Citatah. Dari Citatah mengarah ke daerah Cimerang.

Saat ingin ke Curug Walanda ini disarankan menggunakan Google Maps, sebab, saat menuju ke lokasi tak ada papan nama atau gapura yang mengarahkan ke tempat wisata Curug Walanda tersebut.

Dari daerah Cimerang, nantinya akan menemukan belokan tajam dengan kondisi jalan turunan. Dari sana bisa di akses menggunakan kendaraan roda dua.

Lalu akan menemukan warung-warung dan bisa memarkirkan kendaraan.

Kemudian berjalan kaki sekitar 20 menit menuju jalan kampung yang melewati rel kereta api Bandung-Cianjur yang sudah tidak beroperasi lagi.

Dari rel kereta api itu, hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk tiba ke lokasi Curug Walanda.



Disadur dari Tribunjabar.id

Kabupaten Bandung Barat Potensi Wisata Wisata Alam Curug Walanda Citatah Pandemi Covid-19 Cipatat


Related Post



Loading...