Advertisement

Cover Majalah Jadul Ahmad Dhani Dikelilingi Tiga Wanita Mendadak Viral: Selingkuh Itu Manusiawi

Cover Majalah Jadul Ahmad Dhani Dikelilingi Tiga Wanita Mendadak Viral: Selingkuh Itu Manusiawi
Tribunjabar.id
Editor: Malda Teras Seleb —Sabtu, 17 Oktober 2020 14:35 WIB

Terasjabar.id - Potret musisi Ahmad Dhani yang dijadikan sebagai cover majalah jadul terbitan Matra pada 2003 mendadak viral.

Dalam cover itu, Ahmad Dani sedang berada di kolam bersama tiga wanita

 Dengan tulisan, Dhani 'Dewa' 'Selingkuh itu Manusiawi'.

Adapun majalah jadul itu dijual oleh akun Instagram @jualmajalahjadul, Rabu (14/10/2020).


"Majalah MATRA, No: 206/ September th 2003. Cover: Pinkan Mambo, Ahamd Dhani, Tere, Maia Estianty," tulis akun tersebut.

Dikutip dari Warta Kota, dalam cover itu Ahmad Dhani yang bertelanjang dada mengenakan topi merah maroon.

Tangan kirinya mendekap Maia Estianty.

tribunnews
Ahmad Dhani soal Maia Estianty dan Mulan Jameela (Instagram)

Sementara tangan kanannya memegang cerutu.

Ahmad Dhani berendam di dalam kolam dengan Maia Estianty di sisi kiri dan Pinkan di sisi kanan.

Sedangkan, Tere berdiri tepat di belakang Ahmad Dhani di luar kolam.

Seperti diketahui ketiga wanita itu adalah penyanyi yang diiorbitkan oleh Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani memproduseri ketiga wanita tersebut hingga menjadi penyanyi terkenal.

Maia Estianty merupakan mantan Istri Ahmad Dhani.

Postingan cover tersebut di akun Instagram @jualmajalahjadul pun banyak dikomentari dan disukai netizen. 

Bahkan ada netizen salah satu netizen dengan akun the_mench  yang juga menanyakan berapa harga cover tersebut dan bagaimana cara membelinya.

Jika ingin memilikinya bisa langsung menghubungi pemilk akun melalui pesan DM. 

Kehidupan Pribadi

Dilansir dari wikipedia.org pemiliki nama lengkap Dhani Ahmad Prasetyo juga merupakan pendiri dan pemimpin grup musik Dewa 19 yang merupakan salah satu band paling sukses sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an.

Ia juga telah mencetak beragam karya yang berhasil mengorbitkan banyak penyanyi dan grup musik.

Ahmad Dhani juga merupakan pendiri dan pimpinan dari Republik Cinta Management.

Ahmad Dhani dikenal sebagai tokoh yang kontroversial dan sering memancing pro dan kontra.

Ia juga dikenal sebagai musisi dengan eksperimentasi musik dan lirik puitis yang mengutip kata-kata mutiara dari pujangga terkenal.

Majalah MTV Trax edisi perdana tahun 2002 menobatkan Dhani sebagai salah satu "25 Musisi/Grup Paling Berpengaruh dalam Musik Indonesia."

Majalah Rolling Stone juga menempatkannya ke dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa."

Ahmad Dhani adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pernikahan Eddy Abdul Manaf bin Rusta Sastra Atmadja yang merupakan seorang diplomat berdarah Sunda, asal Garut, Jawa Barat, dengan Joyce Theresia Pamela Kohler, seorang Indonesia keturunan Jerman.

Kakeknya, Jan Pieter Friederich Kohler adalah keturunan Jerman lahir di Hindia Belanda pada tahun 1883.

Kakak tiri Dhani, Dadang S. Manaf adalah musisi Indonesia dan merupakan pengaruh besar pada minat musik Ahmad Dhani sejak masa kecilnya.

Ayah Ahmad Dhani membelikannya keyboard ketika ia masih muda dan membayar untuk les musik, sangat membujuk dia dan berharap bahwa Ahmad Dhani akan unggul dalam hal musik klasik.

Dia sangat terpengaruh oleh band rock Inggris, Queen.

Dhani menikah dengan Maia Estianty pada tahun 1994, setelah sekian lama menjalin cinta sejak Ahmad Dhani masih di SMA Negeri 2 Surabaya.

Dari pernikahan mereka, keduanya memiliki 3 anak.

Menamai anak-anaknya sesuai tokoh sufi yang dikaguminya, yakni Ahmad Al Ghazali, Ahmad El Jallaludin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani.

Sejak akhir 2006, Ahmad Dhani dan istrinya terlibat skandal 'tuduh-menuduh' yang berujung pada gugatan cerai yang diajukan oleh Maia Estianty.

Rumah tangga mereka resmi berakhir pada 23 September 2008 melalui keputusan hakim di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Pada Agustus 2013, Ahmad Dhani mengatakan Saafea adalah putrinya dengan Mulan Jameela, penyanyi keturunan Garut yang besar di Bandung.

Dewa 19

tribunnews
Ahmad Dhani dan Ari Lasso bersama Dewa 19. (Instagram/ari_lasso)

Bakat musik Ahmad Dhani mulai bergejolak saat duduk di bangku SMP Negeri 6 Surabaya.

Ahmad Dhani bersama 3 orang sahabatnya Andra Junaidi, Erwin Prasetya, dan Wawan Juniarso, kemudian mendirikan grup musik Dewa 19 pada tahun 1986.

Ahmad Dhani bertindak pada vokal dan keyboard.

Saking tergilanya pada musik, tak jarang Ahmad Dhani bolos sekolah untuk sekadar berkumpul bersama teman-temannya di Dewa 19 untuk sekadar memainkan alat musik di rumah Wawan di kawasan kompleks Universitas Airlangga.

Ahmad Dhani semula yang menteng di jalur rock, kemudian mencoba jalur musik jazz yang kemudian diikuti perubahan nama Dewa 19 menjadi Downbeat.

Bersama Downbeat, Ahmad Dhani sempat menjuarai Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA '90 atau juara II Djarum Super Fiesta Musik.

Namun akhirnya Ahmad Dhani kembali ke jalur rock dan mengibarkan bendera Dewa 19 dengan tambahan Ari Lasso.

Karena tidak ada studio yang memadai di Surabaya, pada tahun 1991 Ahmad Dhani hijrah ke Jakarta untuk mencari perusahaan rekaman yang akan melabeli Dewa 19.

Dengan modal seadanya, Dhani menginjak rimba ibukota, gentayangan dari satu perusahaan rekaman ke perusahaan rekaman lain menggunakan bus kota.

Setelah sempat ditolak sejumlah label, akhirnya dhani dilirik oleh Jan Djuhana dari Team Records.

Usaha Dhani tidak sia-sia, album perdana Dewa 19 (1992) sukses besar dengan melejitnya sejumlah hits seperti ”Kangen” dan ”Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi”.

Album ini tercatat sebagai album terlaris 1993 dan Dewa dianugerahi sebagai pendatang baru terbaik.

Sukses Dewa 19 berlanjut di album-album berikutnya.

Hingga saat ini tak kurang dari sebelas album yang telah dirilis Dhani bersama Dewa, yaitu Dewa 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), Pandawa Lima (1997), The Best Of Dewa 19 (1999), Bintang Lima (2000), Cintailah Cinta (2002), Atas Nama Cinta I & II (2004), Laskar Cinta (2004), Republik Cinta (2006), dan Kerajaan Cinta (2007).

Meski telah beberapa kali mengalami pergantian personel, sampai saat ini Dewa 19 masih tetap eksis di blantika musik Indonesia.

Karier lain

Selain aktif di Dewa 19, Dhani juga sibuk dengan kegiatan lain.

Pada 1999, ia sempat melahirkan Ahmad Band, yang sempat dikenal dengan tembang ”Bidadari di Kesunyian” dan ”Aku Cinta Kau Dan Dia”.

Selain itu Ahmad Dhani juga menjadi memproduseri artis lain selain Dewa 19.

Pada 1997, Ahmad Dhani berhasil mengorbitkan penyanyi R&B Reza Artamevia dengan memproduseri dua albumnya, Keajaiban (1997) dan Keabadian (2000).

Sejak saat itu, ia mulai sering memproduseri artis lain dan melahirkan bakat-bakat baru dalam dunia musik.

Penyanyi pop Krisdayanti juga mengajak Ahmad Dhani untuk terlibat dalam pembuatan album solonya yang berjudul Mencintaimu (2000).

Ahmad Dhani juga berhasil mengubah Denada dari penyanyi rap menjadi penyanyi R&B saat menggarap album ketiganya bertajuk Awal Baru (2000).

Ahmad Dhani kemudian berhasil menemukan Tere dan memproduseri album pertamanya Awal Yang Indah (2002).

Ia juga membimbing istrinya Maia Estianty saat membentuk dan membesarkan Duo Ratu.

Pada 2003, Ahmad Dhani menjadi salah satu produser di album dewasa pertama Agnes Monica berjudul And the Story Goes (2003), sekaligus berduet di lagu "Cinta Mati". (Tribunjabar.id)



Majalah Ahmad Dhani Selingkuh Dewa


Related Post



Loading...