Advertisement

Mahasiswa Ngaku Kena Tembak Peluru Karet Saat Demo, Polisi Bantah Tidak Ada, Tapi Ini Kata Dokter

Mahasiswa Ngaku Kena Tembak Peluru Karet Saat Demo, Polisi Bantah Tidak Ada, Tapi Ini Kata Dokter
Tribunjabar.id
Editor: Malda Berita Viral —Sabtu, 17 Oktober 2020 14:17 WIB

Terasjabar.id - Aksi demo tolak UU Cipta Kerja masih menyisakan berbagai kejadian salah satunya adalah laporan dari seorang mahasiswa yang mengaku terkena tembakan peluru karet polisi.

Dikutip dari Kompas.Com, Nur Sya'ban Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum Unidayan mengaku dianiaya dengan senjata api saat aksi massa di Kantor DPRD Baubau pada Jumat (9/10/2020).

Ia disebut mengalami luka di lengan bagian kiri karena diduga terkena tembakan senjata api atau peluru karet.

Sebagai tim kuasa hukum korban, LBH Pospera telah resmi melaporkan dugaan penganiayaan dengan senjata api ke Mapolres Kota Baubau.

Laporan Polisi Nomor :LP/413/X/RES.7.4/2020/RES.BAU-BAU telah dimasukkan pada tanggal 14 Oktober 2020.

Kapolres sebut tak ada bekas luka tembak

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Baubau AKBP Zainal Rio Candra Tangkari membantah jika anggotanya melakukan penembakan senjata api atau peluru karet kepada massa.

“Dugaan bahwa luka tersebut adalah bekas luka tembak atau peluru karet, sama sekali tidak benar. Tidak benar,” kata Rio saat konferensi pers di kantornya pada Jumat (16/10/2020).

Ia kemudian menujukkan sejumlah foto saat pemeriksaan senjata yang dipegang anggota polisi sebelum pengamanan unjuk rasa di Kantor DPRD Baubau.

Dari hasil penyelidikan, ia memastikan tidak ada satu pun bukti yang menguatkan jika ada penggunaan senjata api atau peluru karet saat pengamanan aksi demo.

Saat itu Rio juga memperlihatkan almamater mahasiswa yang masih utuh dan terlihat tak ada sobekan di bagian lengan kiri baju itu

Dokter sebut kekerasan tumpul Lihat Foto Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan gabungan mahasiswa Kota Baubau,Sulawesi Tenggara, di kantor DRPD Baubau ricuh, Jumat (9/10/2020).

Sementara itu dokter UGD RSUD Palagimata, dr Kenangan mengatakan luka akibat peluru ada dua yakni luka tembus dan luka tidak tembus.

Menurutnya, jika ada luka tidak tembus dan ada perlukaan maka akan ditemukan anak peluru atau serpihan peluru.

Ia menyebut saat identifikasi luka sang mahasiswa, tak ditemukan benda asing dalam luka tersebut.

“Pada saat kami melaksanakan identifikasi luka itu, tidak ditemukan adanya benda asing dalam luka tersebut. Jadi deskripsi luka yang kami temukan bahwa kekerasan ini akibat kekerasan tumpul bisa akibat oleh kayu, batu, atau besi,” jelas Kenangan.

Hal senada juga dijelaskan oleh perawat Lia yang menangani luka mahasiswa tersebut.

Ia bercerita saat mahasiswa tersebut datang berobat, ia bertanya penyebab luka di lengan kiri atas.

Mahasiswa tersebut mengaku terkena peluru karet.

Namun saat diperiksa, ia tak menemukan sisa peluru karet.

“Dia (mahasiswa) itu berkata itu (luka akibat) terkena peluru karet. Terus teman saya mengatakan ‘coba periksa dulu jangan sampai ada sisa-sisa peluru karet di lukanya’.

Saya periksa juga di lukanya itu tidak ada sisa-sisa dari peluru karet,” kata Lia

LBH minta proses hukum transparan

Sementara itu Direktur LBH Pospera Baubau, Agung Widodo mengatakan penggunaan senjata api seharusnya dalam keadaan genting.

Jika senjata api digunakan saat aksi demonstrasi, ia menyebut sudah termasuk pelanggaran HAM berat.

“Senjata api seharusnya digunakan untuk keadaan genting.

Senjata api tidak boleh digunakan kecuali mutlak diperlukan dan tak bisa dihindari lagi demi melindungi nyawa seseorang.

Penggunaan senjata Api dalam aksi demontrasi itu sudah di luar proporsi dan pelanggaran HAM berat,” kata Agung melalui pesan pendeknya.

Ia menyatakan, polisi harus melakukan investigasi secara menyeluruh, efektif, dan independen dan mengusut tuntas kasus a quo.

“Proses hukum juga harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, jangan ada yang ditutup-tutupi dan direkayasa. Keluarga korban dan aktivis berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai ada impunitas hukum seperti yang selama ini terjadi,”

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahasiswa Mengaku Ditembak Peluru Karet Saat Demo, Kapolres Baubau: Tidak Ada Bekas luka Tembak"

(Tribunjabar.id)

Mahasiswa Peluru Karet Demo Polisi Dokter


Related Post



Loading...