Advertisement

Kualitas Tak Kalah dengan di Pasaran, Napi Lapas Tasikmalaya Produksi Kursi Anyaman Rotan Sintetis

Kualitas Tak Kalah dengan di Pasaran, Napi Lapas Tasikmalaya Produksi Kursi Anyaman Rotan Sintetis
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Sabtu, 17 Oktober 2020 08:53 WIB

Terasjabar.id - Di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi Covid-19, sejumlah narapidana Lapas Kelas II B berhasil memroduksi kursi anyaman rotan sintetis.

Produksi kursi satu set serta sofa dan meja-meja kecil yang baru dijalani sekitar satu bulan ini, sudah dilirik beberapa BUMN, instansi pemerintah serta perorangan.

Selain harga jual kursi anyam rotan sintetis buatan para napi ini lebih miring juga kualitasnya tak kalah dengan kursi serupa yang dijual di toko meubel maupun mal.

"Bahkan produk rangkanya kami buat dengan bahan pipa holo galvanis tahan karat," kata Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Arief Setyo Budiarto, seusai tes urine 30 napi narkoba dengan hasil semua negatif, Kamis (16/10) siang.

Seluruh bahan baku termasuk serat rotan sintetis mudah didapat karena banyak di pasaran.

LIHAT JUGA ZODIAK HARI INI : 


"Pengerjaan pun tidak terlalu sulit, karena ada beberapa napi yang ternyata sudah mahir. Seperti bagian pengelasan dan anyaman," kata Arief.

Ide pembuatan kursi rotan sintetis ini, lanjut Arief, juga berasal dari beberapa napi. Kebetulan selama hidup di masyarakat mereka sudah punya keahlian seperti itu.

Arief menangkap ide para napi tersebut sebagai peluang bisnis menjanjikan. Melalui lobi-lobi pihaknya, pasar pun bermunculan.

Sejauh ini sebuah bank sudah memesan satu set kursi untuk ditempatkan di ruang tunggu. "Alhamdulillah pihak bank puas dengan kualitas produk kami, apalagi harganya yang miring," ujar Arief.

Satu set kursi yang terjual itu, jika di pasar bebas harganya mencapai Rp 5 juta. Namun produk sejenis dari Lapas Tasikmalaya ini cukup mengeluarkan uang Rp 4 juta.

Saat ini para napi tengah menyelesaikan dua set kursi termasuk beberapa meja kecil pesanan instansi dan perorangan.

Produksi satu set kursi membutuhkan waktu sekitar dua minggu, dikerjakan sekitar enam napi.

Arief menambahkan, keahlian membuat kursi anyaman rotan sintetis ini diharapkan menjadi bekal usaha kelak para napi saat bebas.

"Di dalam Lapas sendiri banyak kegiatan usaha para napi. Mulai dari tanaman hidroponik, menjahit hingga kerajinan tangan," kata Arief. (firman suryaman/Tribunjabar.id)



Viral Lapas Rotan Kursi Sintetis


Related Post



Loading...