Advertisement

Sosialita Tewas Usai Operasi Payudara dan Sedot Lemak, Cucu Orang Tajir Pilih Klinik Abal-abal

Sosialita Tewas Usai Operasi Payudara dan Sedot Lemak, Cucu Orang Tajir Pilih Klinik Abal-abal
Tribunjabar.id
Editor: Malda Berita Viral —Jumat, 16 Oktober 2020 14:05 WIB

Terasjabarid - Operasi payudara dan sedot lemak bukan hal baru apalagi dikalangan artis dan orang-orang berduit.

Langkah untuk mempercantik diri ini terbilang tidak murah bila dilakukan di klinik atau rumah sakit yang profesioanal dibidangnya.

Namun sebaliknya, banyak juga klinik abal-abal alais tanpa sertifikasi serta tenaga ahliyang  menawarkan layanan oeprasi payudara dan sedot lemak.

Tapi resikonya bisa fatal seperti yang dialami oleh cucu taipan fashion di Hongkong yang tewas usai operasi payudara dan sedot lemak dalam rangka perayaan hari ulang tahun.

Dikutip dari Grid.d, ahli waris taipan fashion asal Hong Kong, Bonnie Evita Law (34) dikabarkan tewas akibat sedot lemak 'ilegal' dan operasi payudara untuk merayakan hari ulang tahunnya.

Melansir Daily Mail, Senin (12/10/2020) Bonnie Evita Law meninggal setelah mengalami koma selama operasi plastik di Seoul, Korea Selatan.

Pihak kepolisian menerangkan bahwa operasi itu tidak dilakukan oleh ahli bedah bersertifikat.

Instansi yang mengatur operasi juga ilegal, ujar polisi.

Evita Law merupakan cucu dari pendiri pakaian bermerek Bossini yang bernilai miliaran dollar.

Pewaris taipan fashion asal Hong Kong ini diduga meninggal saat menjalani prosedur sedot lemak dan pembesaran payudara yang diatur oleh agen ilegal dan ahli bedah plastik yang tidak punya izin.

Operasi itu dilakukan Evita Law sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-35 sosialita itu.

Polisi Korea Selatan mengatakan kepada stasiun TV lokal MBC pekan lalu bahwa kematian Law bisa jadi karena kelalaian staf medis.

Diperkirakan kematiannya terkait dengan obat anestesi yang digunakan petugas medis selama operasi.

Klinik itu diklaim telah gagal memeriksa obat sebelum operasi dilakukan.

Polisi juga mengklaim bahwa klinik tersebut tidak meminta Evita Law untuk menandatangani persetujuan resmi untuk operasi tersebut.

Mereka menambahkan bahwa prosedur operasi itu juga telah dilakukan oleh ahli bedah plastik yang tidak bersertifikat tanpa kehadiran ahli anestesi.

Lebih lengkapnya, penyelidikan awal dari polisi menunjukkan bahwa badan yang mengatur operasi kecantikan untuk Evita Law rupanya belum menyelesaikan pendaftaran yang relevan dan tercatat ilegal.

Polisi mengatakan kepada MBC bahwa mereka berencana untuk mengajukan tuntutan terhadap individu terkait.

Law mengalami koma di sebuah klinik yang terletak di distrik Gangnam kelas atas Seoul dan dipindahkan ke rumah sakit di mana dia dinyatakan meninggal menurut laporan South China Morning Post.

Evita Law meninggalkan suami dan seorang anak yang masih sangat belia, berusia 7 tahun.

Dalam pernyataannya, suami Law mengkritik klinik tempat istrinya menjalani operasi telah melakukan kelalaian dan tidak mampu.

Suami Law, Chi, awalnya menuntut klinik tersebut karena dengan meninggalnya sang istri dia akan kehilangan pendapatan tahunan dan warisan masa depan dari keluarga istrinya.

Namun entah mengapa, Chi mencabut tuntutannya. Evita Law adalah cucu dari Law Ting-pong, taipan tekstil dan pendiri Bossini, sebuah merek fashion populer.

Keluarga Law adalah keluarga terkaya ke-31 di Asia pada 2017 dengan total kekayaan bersih sebesar 7,8 miliar dollar AS menurut majalah Forbes.

(Tribunjabar.id)


Operasi Payudara Klinik Abal Abal


Related Post



Loading...