Advertisement

Sekda Dian : Kasus Narkoba Di Indonesia Meningkat Kurang Daya Mobilisasi

Sekda Dian : Kasus Narkoba Di Indonesia Meningkat Kurang Daya Mobilisasi
Sekda Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar, M.Si
Editor: Epenz Teras Kuningan —Minggu, 27 September 2020 09:15 WIB

Kuningan, Terasjabar.id - Meningakatnya kasus narkoba di Indonesia sebagai akibat kurangnya daya mobilisasi gerakan penanganan narkoba dan keterbatasan Sumber daya manusia, anggaran material dan metodologi. Hal itu dijatakan Sekda Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, saat memberikan materi dalam acara Sosialisasi dan Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba, di Hotel Ayong Linggarjati Kec Cilimus, Sabtu (26/09/2020).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Karang Taruna Kecamatan Cilimus, BEM Kampus se-Kabupaten Kuningan, Kepala BNN Kab Kuningan, Edi Haryandi, M.Si, Kasat Narkoba Polres Kuningan IPTU Mugiono, SE., dan Kepala Badan Kesbangpol, H. Dadang Darmawan, S.Sos, M,Si.

"Di lingkungan masyarakat khususnya lingkungan pendidikan (sekolah/kampus) bagi remaja, perlu adanya tindakan yang harus dilakukan secara berkelanjutan dalam penanggulangan & pencegahan peredaran narkoba. Terkait Pencegahan merupakan upaya menjadikan masyarakat khususnya generasi muda memiliki pola pikir, sikap dan terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, ujarnya.

Dian memaparkan, "Generasi muda sangat diharapkan menjadi generasi tulang punggung bangsa. Namun, dalam realitanya hampir 90% dari kelompok “coba pakai” narkoba adalah pelajar dan mahasiswa yang penasaran, salah lingkungan pergaulan, merasa narkoba memiliki pengaruh yang positif pada dirinya karena dapat membuatnya merasa percaya diri sehingga tanpa disadari ketergantungannya menyebabkan overdosis.

Sebagaimana diketahui, saat ini Pendidikan Anti Narkoba di seluruh strata pendidikan belum dapat dilaksanakan dengan baik secara massif dan komprehensif, selain itu, mindset bahwa penyalah guna narkoba merupakan aib masih kuat, sehingga keluarga pecandu menutupi aib dan tidak merehabilitasinya. Tak hanya itu, kesadaran melaporkan diri ke IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) untuk mendapatkan perawatan pun masih rendah.

"Oleh karena itu, keterlibatan lingkungan pendidikan khususnya sekolah/kampus dalam melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba sangat diperlukan, melalui pengadaan kebijakan tentang anti narkoba yang jelas, integrasi pendidikan pencegajan penyalahgunaan narkoba dan keterampilan sosial dalam kurikulum, adanya penyuluhan pencegahan penyalahgunaan narkoba, kampanye sekolah.kampus anti narkoba, dan pelatihan satgas tentang strategi pencegahan dan penyalahgunaan narkoba," papar Dian. (H WAWAN JR)

Pandemi Virus Corona Generasi Muda Kasus Narkoba Kuningan Sekda Kuningan Sosialisasi


Related Post



Loading...